Tiba-tiba saja ada pesan di inbox pesbuk:

assalamualaykum,mas af1 neh mo nanya….. kenapa sih kayaknya mas2 mulai berubah??? ga kayak dulu wktu masih kuliah? kalo dulu hampir setiap perkataan atau tulisan mas2 banyak yang bermanfaat, tapi sekarang2 ini kenapa kayaknya tulisan2 mas2 mengenai statusnya di pesbuk kok mulai lebay yah???? kayaknya banyak yang ga manfaat??
kenapa mas??? apa kurang kesibukan??? sampai2 hal yang kurang pentingpun antm update??? kenapa????bukannya pesbuk bisa di jadiin media dakwah???kenapa??? af1…..

Wedew, dikritik guwa…. Yah mau gimana lagi. Angkat tangan deh…. Dalama hati, yang mana yang lebay ya? Tapi pasti ada.

Hati terdalam maunya menolak, kayaknya biasa aja deh…. Hati yang lebih dalam lagi mulai congkak, waduh enak aja nih anak kritik-kritik, ini pesbuk urusan guwa, mau guwa apain terserah guwa. DAN lebih dalam lagi, apa urusan lu…. Read More »

Andai saja dosa berbau, maka aku yakin tidak akan ada orang yang mau mendekatiku… Menutup hidung mereka lalu menjauh. Memandang mencemooh lalu memaki.

Andai dosa itu berbau, maka aku takut jika aku melakukan kesalahan walau hanya sedikit saja…

Andai dosa itu berbau, maka aku akan jaga mata ini dari melihat yang seharusnya tidak aku lihat, menjaganya dari memandang yang tidak halal, menggunakannya hanya untuk melihat keagunganMU ya rabbi…

Andai dosa itu berbau, maka aku akan jaga telinga ini dari mendengar ghibah, mendengar musik secara berlebihan, tidak sekali-kali menggunakannya untuk menerjemahkan kata-kata manusia yang ujung-ujungnya hanya menjadi dzan-dzan penyebab penyakit hati…

Andai saja dosa itu berbau, maka aku akan buat lidahku bukan untuk melukai hati saudaraku, bukan untuk mengeluarkan gumapalan kata sia-sia, bukan untuk memuntahkan kalimat tidak berguna, namun rangkaian kata hikmah, irama kalimat penyejuk hati untuk siapa pun yang mendengar…

Ahh… Andai saja dosa itu berbau, maka aku akan jaga tangan ini dari perbuatan hina, akan aku buat kaki ini untuk melangkah ke tempat-tempat dimana aku bisa beribadah padaMU, tidak membuat otak ini berpikir selain memikirkan kebaikan dan perbaikan diri… Read More »

Andai saja dosa berbau, maka aku yakin tidak akan ada orang yang mau mendekatiku… Menutup hidung mereka lalu menjauh. Memandang mencemooh lalu memaki.

Andai dosa itu berbau, maka aku takut jika aku melakukan kesalahan walau hanya sedikit saja…

Andai dosa itu berbau, maka aku akan jaga mata ini dari melihat yang seharusnya tidak aku lihat, menjaganya dari memandang yang tidak halal, menggunakannya hanya untuk melihat keagunganMU ya rabbi…

Andai dosa itu berbau, maka aku akan jaga telinga ini dari mendengar ghibah, mendengar musik secara berlebihan, tidak sekali-kali menggunakannya untuk menerjemahkan kata-kata manusia yang ujung-ujungnya hanya menjadi dzan-dzan penyebab penyakit hati…

Andai saja dosa itu berbau, maka aku akan buat lidahku bukan untuk melukai hati saudaraku, bukan untuk mengeluarkan gumapalan kata sia-sia, bukan untuk memuntahkan kalimat tidak berguna, namun rangkaian kata hikmah, irama kalimat penyejuk hati untuk siapa pun yang mendengar… Read More »

Doa-doaku….

Hijrah dengan raga berarti pindah dari suatu tempat menuju tempat lain, seperti firman Allah;

“Dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka” [An-Nisa (4): 34],

Dan hijrah dengan lisan berarti menjauhi perkataan kotor dan keji, seperti firman Allah;

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik” [Muzammil (73): 10],

Sementara hijrah dengan hati berarti menjauhi sesuatu tanpa menampakkan perbuatan, seperti firman Allah;

“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan’ “. [Al-Furqan (25): 30]

Dan bisa juga berarti dengan semuanya, seperti firman Allah;

“Dan perbuatan dosa, maka jauhilah” [Al-Muddatstsir (74): 5]

Semua paparan di atas adalah kata-kata Allah azza wa jalla untuk kita semua bahwa hijrah adalah suatu yang harus kita lakukan. Kita padahal tahu apa yang sedang terjadi pada diri kita, namun kita tidak mampu, atau belum mau untuk meninggalkan apa yang sudah terlanjur kita senangi – walau terkadang belum tentu Allah sukai. Read More »

Aku menyebutnya, lingkaran syukur….

Beginilah jika sudah jadi pengangguran, tidak ada kerjaan, everyday is sunday, mana sekarang lagi masuk angin. Ah…, lengkap sudah penderitaanku. Tapi lagi-lagi Allah azza wa jalla mengijinkanku tersenyum hari ini. Sangat menyegarkan.

Lingkaran syukur adalah; Saat kita mendapatkan suatu nikmat, maka otomatis kita mengucap syukur, melakukan pujian kehadiratNYA, mengucap alhamdulillah…. Pujian merupakan suatu amal solih. Amal solih pun mengahasilkan pahala. Dan pahala merupakan nikmat dari Allah azza wa jalla. Maka apa yang kita lakukan saat mendapatkan nikmat? Nikmat pun disyukuri , syukur membuat kita memuji, memuji adalah amal solih, amal solih diganjar pahala, pahala adalah nikmat, maka lingkaran syukur itu akan terus berputar…. Dan kita tidak akan pernah cukup untuk bersyukur. Tidak akan pernah.

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya kami tambah nikmat-Ku untukmu, dan jika kamu kufur niscaya azab-Ku sangat pedih.

[Ibrahim (14): 7]

HAH! Manusia tidak boleh sekali-kali sombong oleh karenanya. Seperti nikmat malam ini yang aku rasakan; Read More »

Hehehehe…, Yakin banget banyak yang protes deh dengan tulisan kali ini ^_^V Peace dulu ahhhh…!!!

Wuih, final Liga Champions memang bikin gempar seluruh dunia, ga tahu gara-gara Barca atau gara-gara MU-nya yang bikin gempar. Yang pasti getaran hentakan pertandingan ini sampai menembus pelosok dayeuhkolot menuju sekitar kampus IT Telkom. Sampai bela-belain sewa LCD projector untuk nonton bareng. Mantap!

Lihat saja status yahoo messenger dan facebook kebanyakan pasti tentang liga champions, “Bangunin aku ya teman2 jam 1.45, aku mo bobo dulu biar ga teler waktu MU dibantai… :))”, yang lainnya, “Sapa aj yang melek ampe jam1 bangunin gw ya…”, ada juga yang kaya gini, “Barca… bantai aja!”, ada juga, “Nonton bareng MU VS Barca.”, yang lain, “Waiting for Messi performance tonight.”, pendukung MU bilang, “Dukung MU….go MU go…U’re the winner tonight…”, dan ada juga, “Menanti final liga champions.”.

Wedew…!

Awalnya mau nonton. Tapi ga jadi. Ada seorang teman nyamperin dan bilang, “Nonton ga?” Aku mah gampang saja, tinggal loncat ke ruang asisten Laboratorium Teknik Digital juga sudah bisa nonton. Tapi kalimat yang buatku urung nonton adalah, “Aku tadinya mau nonton, tapi ga jadi gara-gara si fulan bilang gini; ‘Belai-belain tidur cepet supaya bisa nonton bola, tapi ga pernah bela-belain tidur cepet supaya bangun tahajud.’”

Gleg…, nelen ludah deh. Bimbang juga sih. Nonton ga ya, nonton ga ya…. Read More »

Aku jatuh cinta….

Saat aku akhirnya bertanya, “Antum ada perasaan dengan dia?”. Sebelum dia menjawabnya pun, ekspresinya jelas mengucapkan jawaban itu dengan lantang. Walau terputus-putus, terbilang ragu-ragu menjawabnya, akhirnya dia mengakuinya. Aih, pengakuannya sempat membuatku pening sesaat, gagal mendidik aku ini….

Jawaban itu akhirnya keluar juga setelah sangat lama ku tunggu. “Saya tahu itu salah kak, tapi….”, tidak sanggup deh meneruskan kata-katanya. Tambah buat puyeng. Cuma bisa terperangah dengan jawabannya. Lalu aku pun berusaha menjelaskan semampuku, namun ternyata saat itu ungkapannya (saat aku memintanya untuk menyadari kesalahannya) adalah ungkapan ketakutan. Ungkapan takut tidak menemukan akhawat sebaik itu lagi, sehebat dia lagi…, ungkapan-ungkapan kekaguman itu menambah-nambah beban pikiranku saat dia menceritakan akhawat yang sudah hapal hingga 5 juz itu. Sedang solusi menikah dia belum sanggup ambil.

“Antum ga percaya Allah, akhi…? Read More »

“…. lagi cari tempat berteduh. Dari kumpulan payung yang janjinya mau melindungi dari hujan, tapi ga ada yang bener. Hujan lebat kaya gini lagi, pake petir pula. Serem bener. Sedang mencari-cari payung yang benar-benar bagus. Aku bosan basah.”

Kita terlalu sering berharap dengan payung yang akan melindungi diri kita dari basah hujan. Kita terlalu takut untuk basah dan sakit. Payung hanyalah payung. Bisa rusak, bisa patah, bisa bengkok. Jangan berharap banyak. Payung itu mengecewakan.

Terobos saja hujannya. Biar Allah saja yang lindungi dirimu. Biar Allah semata yang menjadi penjagamu. Biar Allah satu-satunya yang menyelamatkan dan memberimu kemudahan. Maka saat tubuh ini basah, badan ini menggigil, gigimu gemeletuk, kulitmu mulai keriput, hatimu tiba-tiba menciut, dan ketakutan menghampirimu, maka berteriaklah dengan lantang, “ALLAH TOLONG AKU….!!!”

Maka DIA pasti akan menyahutimu. Membalas panggilanmu dengan lembut. Lalu kau akan menjadi tenang. Maka kau akan senang. Namun terkadang pula panggilanmu tidak dijawab walau panggilan itu berkali-kali kau lakukan. Bukan untuk mengabaikanmu, tapi terkadang kau memanggilNYA dengan cara yang salah. Atau terkadang DIA ingin melihatmu terus memanggilNYA karena DIA sangat senang dipanggil. DIA ingin memberimu hadiah spesial di akhir hujan. Hadiah untuk pakaian kesabaran yang kau kenakan. Read More »

Aku yang selalu bilang ke adik-adikku bahwa hiduplah untuk hari ini, karena hari ini adalah kenyataan dan besok belum tentu diciptakan untuk kita. Semuanya harus jadi yang terbaik untuk hari ini; shalat malam terbaik, shalat lima waktu yang terbaik, infaq terbaik, rawatib terbaik, shalat dluha terbaik, senyum terbaik untuk saudara kita, membantu dengan bantuan terbaik, tilawah yang terbaik, semuanya harus yang terbaik. Agar jika hari ini ada panggilan dari Allah untuk menghadap, maka kita menghadap dengan pakaian keimanan dan ketaqwaan yang terbaik.

Dan -wallahu a’lam- hari ini terasa begitu indah dan kegembiraan yang berbeda membuncah-buncah entah dari mana. Ingin aku ceritakan kepada dunia bahwa hari ini aku sedang sangat bergembira. Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Segala puji bagiMU ya Rabb semesta alam. Andai semangat ini selalu ada setiap harinya. Pelihara perasaan ini lebih lama ya Rabb, ya Allah tabaraka wa ta’ala.

Bertekad untuk mempersembahkan semua yang terbaik untuk hari ini, dan mempersiapkan diri jika hari esok menjelang lagi. Memohon ampun atas banyak salahku, bersyukur atas segala nikmat. Melihat sekitar dan ternyata semuanya begitu indah. Menelaah sekeliling dan ternyata terlalu banyak hikmah. Bercermin melihat diri dan sangat sempurna aku diciptakan. Memandang begitu banyak saudara kita  dan begitu ramah lingkungan kita, maka begitu beruntungnya aku. Read More »

Hari ini, Laboratorium Teknik Digital. Langit juga belum terang, bada subuh yang sangat tenang.

Pukulan itu luput…, namun telak mengenaiku. Di hati tepatnya!

Aku pernah bertanya, apakah memutuskan tali silaturahim bisa menjadi solusi atau tidak, dan akhirnya aku tahu jawabannya sekarang. TIDAK, jelas sudah ini adalah jawabannya. Tidak bicara, tidak bertegur sapa, tidak menghiraukan satu sama lain, semua hal ini sama sekali bukan solusi untuk masalah apapun. SAMA SEKALI TIDAK! Dan jawabanku akhirnya didukung oleh Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimallah dan ceritanya hari ini. Luar biasa!

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimallah menjelaskan penggalan-penggalan ayat di bawah ini dengan sangat indah: Read More »