Pacaran itu boleh. Pacaran itu tidak dilarang. Pacaran itu hanya untuk mereka yang berani. Karena kata pacaran berarti tahu konsekuensi. Ini tulisan yang tidak mendukung pacaran sama sekali. Bukan pula catatan bahwa penulis sedang melarang-larang. Ini hanya sebuah tanda bahwa aku saudaramu, dan aku peduli… That’s it…
Pacaran itu boleh, asal… Anda bisa membedakan pacar anda dengan Allah. Saat adzan tiba kita lebih asyik ketemu pacar daripada ketemu Allah. Padahal ketemu pacar sudah hampir 3 jam, sedang untuk ketemu Allah hanya maksimal 15 menit anda enggan. Menunda shalat, lalu shalat saat injury time dengan kecepatan melebihi supersonic concorde.
Pacaran itu tidak dilarang, asal… Anda bisa lebih banyak memuji Allah swt. dan Rasul saw. daripada memuji pacar anda. Setiap malam telepon hingga larut, lalu lupa yang namanya dzikir setelah shalat, apalagi mengucapkan shalawat kepada Rasulullah saw. Apalah yang dilakukan orang yang jatuh cinta selain memuji yang dia cintai? Maka siapa yang lebih kau cintai? Sedang rejekimu sudah ditanggung dan nyawamu masih disisakan untuk bertaubat. Tapi kau berani-berani untuk berpaling dariNYA, shalat hanya sebagai kewajiban dan bertemu-berhubungan dengan pacar adalah kebutuhan. Read the rest of this entry »