Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Tato-tato itu sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih….
Dari jauh memandangnya melalui jendela angkutan kota di seberang jalan ditemani oleh perempuan dan seorang bocah yang aku tidak tahu stausnya istri atau anaknya. Jalannya pincang, tangan kiri memegang sebuah tongkat kayu dan tangan kanan ada perempuan itu. Memegangnya erat, kelihatan sibuk dengan dua tanggung jawab. Menyeberangkan jalan anak yang tidak bisa diam dan laki-laki yang tidak berdaya. Jika dia istrinya, semoga Allah memuliakannya.
Sepertinya stroke; stroke sebelah kanan. Tangan kanannya tidak menggapai apapun saat mulai menaiki angkutan kota, diam tidak bergeming dalam keadaan tetap bengkok dan mengepal. Kaki kanannya tidak menekuk saat memanjat naik, lurus kaku tak bergerak. Tangan kirinya yang masih kuat yang jadi tumpuannya untuk bergerak, menyeret tubuhnya untuk masuk ke dalam angkot. Laki-laki itu sudah tua. Sepertinya sekitar 50-an ke atas. Entah kenapa mata kirinya ditutup oleh perban. Saat duduk ludahnya seketika mengalir tanpa dia mampu mencegahnya. Aku pura-pura tidak melihatnya, takut dia tersinggung.
Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Walau menggunakan kemeja lengan panjang, namun dengan jarak pandang seperti ini aku masih bisa melihat tato-tato yang tergambar di kedua tangannya. Entah menjalar sampai atas aku tak tahu. Tapi sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih…. Read the rest of this entry »