RSS

Monthly Archives: July 2011

Masih Ada Waktu

Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Tato-tato itu sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih….

Dari jauh memandangnya melalui jendela angkutan kota di seberang jalan ditemani oleh perempuan dan seorang bocah yang aku tidak tahu stausnya istri atau anaknya. Jalannya pincang, tangan kiri memegang sebuah tongkat kayu dan tangan kanan ada perempuan itu. Memegangnya erat, kelihatan sibuk dengan dua tanggung jawab. Menyeberangkan jalan anak yang tidak bisa diam dan laki-laki yang tidak berdaya. Jika dia istrinya, semoga Allah memuliakannya.

Sepertinya stroke; stroke sebelah kanan. Tangan kanannya tidak menggapai apapun saat mulai menaiki angkutan kota, diam tidak bergeming dalam keadaan tetap bengkok dan mengepal. Kaki kanannya tidak menekuk saat memanjat naik, lurus kaku tak bergerak. Tangan kirinya yang masih kuat yang jadi tumpuannya untuk bergerak, menyeret tubuhnya untuk masuk ke dalam angkot. Laki-laki itu sudah tua. Sepertinya sekitar 50-an ke atas. Entah kenapa mata kirinya ditutup oleh perban. Saat duduk ludahnya seketika mengalir tanpa dia mampu mencegahnya. Aku pura-pura tidak melihatnya, takut dia tersinggung.

Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Walau menggunakan kemeja lengan panjang, namun dengan jarak pandang seperti ini aku masih bisa melihat tato-tato yang tergambar di kedua tangannya. Entah menjalar sampai atas aku tak tahu. Tapi sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih…. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on July 29, 2011 in Membaca Ayat-ayat CintaNYA

 

Pacaran Islami III; Pasangan Kompak

Nah ini dia pasangan muda yang kompak, ku berkata dalam hatiku.

Mereka kompak sekali. Walau pasangan suami istri ini (pendapat pribadiku) kurang baik penampilannya, tapi mereka kompak. Dari menggunakan celana jeans dengan warna senada, robekan di lututnya pun pada tempat yang serupa, dan menggunakan sepatu dengan model yang sama.

Mereka mesra sekali. Berpegangan sepanjang jalan. Saling memainkan jari satu sama lain, saling mengejek lalu tertawa, dan saling menyenderkan kepala satu sama lain. Menyimpankan telepon selular suaminya di tas istri. Menjalankan musik lalu mendengarnya bersama; earphone kanan untuk istiri dan yang kiri untuk si suami. Si istri berkata tentang ‘lagu kita’, lagu kebangsaan mereka berdua dengan semua kenangan manis. Mendengarkan lagu mereka dengan hikmad, aku pura-pura tak lihat namun menyimak.

Oh, aku terlalu hobi mengamati manusia…. Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on July 26, 2011 in Membaca Ayat-ayat CintaNYA

 

Berdoa Dengan Hadis yang Tidak Shahih

Sempat shock saat dibilang bahwa doa berbuka puasa yang sering kita pakai; “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu”, itu adalah doa dari hadis yang lemah. Dalam hati, Wadaw! Jadi selama ini salah? Langsung searching di internet dan -alhamdulillah- mendapatkan beberapa pencerahan. Tidak hanya dari satu artikel, tapi dari berbagai artikel dari beberapa ulama dengan firkoh (dasar pemikiran) yang berbeda.

Seperti biasa, tulisan ini hanya sebuah rangkuman.

Berhubung sebentar lagi memasuki bulan Ramadlan, maka sepertinya baik jika mengkaji doa berbuka puasa yang sangat sering kita dengar di televisi dan diajarkan kepada kita di TPA saat kanak-kanak dulu. Doanya, yaitu sebagai berikut;

Dari Mu’adz bin Zahrah berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka mengucapkan: (Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu) [HR. Ibnu Sunni dalam kitabnya “Amalul Yaumi wal Lailah” dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu no:481, dan Abu Dawud no: 2358]

Paragraf ini bisa diskip, langsung ke paragraf selanjutnya saja jika pembaca sudah mengerti tentang penentuan kedudukan sebuah hadis (shahih, hasan, dhaif, dan maudlu). Tapi yang dibahas sekarang tentang kenapa sebuah hadis dikatakan lemah atau dhaif. Hadits dha’if itu masih punya sanad kepada Rasulullah SAW, namun di beberapa rawi ada dha`f atau kelemahan. Kelemahan ini tidak terkait dengan pemalsuan hadits, tetapi lebih kepada sifat yang dimiliki seorang rawi dalam masalah dhabit atau al-`adalah. Mungkin sudah sering lupa atau ada akhlaqnya yang kurang etis di tengah masyarakatnya. Sama sekali tidak ada kaitan dengan upaya memalsukan atau mengarang hadits.

Nah, hadist di atas dianggap hadis mursal. Aih, apalagi hadis mursal ini? Hadits mursal adalah segala hadits yang bersambung sanadnya kepada tabi’in dan tidak menyebutkan nama sahabat Rasul saw. yang meriwayatkan hadits langsung menyebut nama nabi Muhammad saw.. Dan Mu’adz bin Zahrah adalah seorang tabi’in bukan seorang sahabat. Dan dari Mu’adz bin Zahrah ini tidak diketahui siapa sahabat yang meriwayatkan hadis nabiyullah saw. ini sebelumnya. Sehingga kesimpulannya hadis ini adalah dhaif.

Lah, lalu kalau dhaif kita pakai doa apa saat berbuka? Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on July 23, 2011 in Hidup Bersama Rasulullah

 

“Maukah Kau Berjanji Padaku?”

Jangan berharap banyak kepadaku, karena kau pasti akan kecewa karena berharap kepada makhluk. Berharaplah kepada Allah, karena Allah tidak pernah mengecewakan hambaNYA.

Jangan anggap aku sesempurna-sempurna laki-laki, karena banyak kekurangan dan aib yang Allah, Sang Maha Baik, telah tutupi sehinga aku masih berani berjalan di muka bumi tanpa sedikit pun ada malu di hati. Hanya Allah pemilik kesempurnaan segala hal, maka cari wajahNYA dimana pun kau berada.

Tolong bantu aku saatku jatuh, karena kaki ini tidak sekokoh yang terihat. Jangan lupa genggam tanganku erat-erat karena aku takut arah jalanku melenceng. Manusia itu pelupa sejati, maka ingatkan aku jika aku salah, jika aku menyimpang, jika aku nyaris lupa ingatan, dan itu menyelamatkanku.

Mungkin ijab qabul belum memberikan arti lebih untukmu. Tapi ijab qabul itu adalah janjiku dan sebagai jawaban untuk semua pertanyaan yang mungkin ada di dalam hatimu sekarang maupun yang belum pernah kau pikirkan sebelumnya. Hanya kepada Allah aku memohon keteguhan hati.

Maka maukah kau berjanji satu hal kepadaku? Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on July 16, 2011 in MicroNote

 

The Best Wedding Planner IV – Sembilan

It is just a number… Let me explain something about that nine (9)… 

Tidak ada alasannya, tidak ada filosofinya. Ditemukan dengan sendirinya. Bukan untuk dipas-paskan, dan tidak ada perhitungan dari tanggal lahirku atau calon, apalagi pake hitungan primbon yang sungguh tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw.. Jika memang ada perhitungan hari baik, maka aku yakin Rasulullah dan para sahabat radliallahu’anhu/’anha-lah orang-orang yang pertama kali melakukan hal-hal tersebut.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” [QS. Al Hadiid : 22 – 23].

Lha semuanya sudah tertulis kok di lauh mahfudz sana. Kenapa pula harus resah dengan tanggal, tidak boleh menikah tanggal segini, tidak boleh pergi tanggal segitu. Aih, kalau memang sudah saatnya mendapatkan musibah, maka walau semua orang berkumpul untuk melindungi maka musibah itu akan tetap jatuh pada kita. Tidak ada seorang pun yang mampu melawannya. Dukun kok dipercaya? Wuaneeeh….!!!

You know? My Wedding Planner has set that day… July 9, 2011. Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on July 1, 2011 in Membaca Ayat-ayat CintaNYA

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,413 other followers