Aku Butuh Tangga yang Tinggi Sekali

27 Agustus 2006, 08.18 WIB

Di gedung auditorium STT Telkom….

Ada Launching Web Badan Mentoring SKI STT Telkom, kami yang dipilih untuk menjadi -katanya- mentor MPAI 2006 juga diundang. Aku duduk di urutan kedua barisan jajaran kursi, paling pinggir dekat jalan tengah yang memisahkan blok kelompok kursi kanan dan blok kursi kiri. Aku duduk di blok kursi kanan.

Acaranya telat….

Sayang banget, soalnya undangan saat itu telat datang juga. Jadi molor sekitar sejam-an gitu. But it’s OK, bukan salah pihak penyelenggara. Bukan salah siapa-siapa. Allah pengatur segalanya….

Pembukaan….

Seperti biasa dibuka dengan Basmallah, kemudian tilawah dari Akh Muhammad Tohirudin alias Kak Didin yang -Subhanallah- bacaannya mantap banget. Tapi saat itu berbeda….

Aku duduk untuk mendengarkan, menyimak, memperhatikan dan menikmati suara ciptaan ALLAH yang dititipkan ke Akh Didin. Seperti yang Allah katakan pada salah satu Ayat-ayat CintaNYA dalam Surah Al A’Raaf (Tempat Tertinggi) pada ayat 204, ayat ketiga dari akhir surah ini :

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik- baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”

Aku persiapkan telinga hatiku….

Akh Didin tilawah….

Ta’awudz….

Aku berharap lindunganNya selalu padaku, karena manusia makhluk lemah yang mudah terbujuk rayuan setan….

Basmallah….

Aku ingin semua niatku adalah untuk persembahan kepada Sang Maha Tinggi, Allah swt..

Lantunan ayat- ayat cintaNYA pun mengalir indah…. (aku lupa saat itu akh Didin baca surah apa)

Aku hanya bisa terpaku di tempat duduk saat itu. Terpana….

Tapi yang aku rasakan saat itu berbeda. Tak pernah ku rasakan begitu menusuk hatinya nyanyian ayat- ayat itu….

Akh Didin masih tilawah….

Tak ku sadari aku menengadah, menatap LCD projector di atasku…

Tak tahu apa maksudnya….

Tapi yang kurasakan, LCD itu begitu tinggi…

Sangat tinggi…

Akh Didin masih tilawah….

Perasaan itu berubah bentuk, kurasakan saat itu pikiran dan hatiku bersatu, bekerja sama, menuntunku, tunjukkanku, membawaku untuk berpikir

“LCD itu kurasa sangat tinggi….

Apalagi ALLAH Sang Maha Tinggi….

Kurasa akan susah mencapai LCD itu dengan tanganku

Apalagi ALLAH yang Maha Tinggi….”

Saat itu perasaan panik menyelimutiku, perasaan bahwa diri ini berlumur dosa, diri ini belum lakukan yang Allah harapkan, diri ini belum pantas disebut sorang hamba taat, perasaan-perasaan itu seketika muncul. Diri ini masih sangat jauh untuk meraihNYA….

Akh Didin masih tilawah….

Tak terasa aku ingin menangis…

Akankah ku dapat raih tempat ALLAH yang tinggi itu…?

Akankah suatu hari nanti aku bisa menemuiNYA…?

Akankah ku dapat menatap wajahNYA…?

Akankah ku mampu mencicipi kenikmatan bersujud -benar-benar- dihadapanNYA…?

Aku menangis….

Aku perlu tangga yang sangat tinggi….

Aku perlu tangga yang kuat sekali….

Aku perlu tangga umtuk mencapai temaptNYA….

Bantu hamba ya ALLAH….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: