Berharap Pada Manusia

Bener apa yang dikatakan Raihan di salah satu nasyidnya, Kasih Sayang:

“… Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi
Sayang Tuhan janjinya pasti….”

Berharap hanya kepada Allah, mau minta apa- apa pasti dikasi. Jangan berharap pada manusia. Saudara kita manusia+ kok. Terkadang kita terlalu mengandalkan manusia sih,
berharap saudara kita yang mengingatkan saat kita lupa;
berharap saudara kita memberi tausiyah pada saat kita sedang butuh motivasi;
berharap saudara kita yang mengerjakan tugas kita saat kita tidak bisa;
berharap saudara kita mengkritik saat kita salah;
berharap saudara kita yang merawat pada saat kita sakit;
berharap saudara kita menegur saat kita sedang butuh teman;
berharap saudara kita nraktir saat kita sedang kangker alias kantong kering;
berharap saudara kita tertawa saat kita melakukan lelucon;
berharap saudara kita memuji atas apa yang kita lakukan;
berharap saudara kita tersenyum saat kita tersenyum padanya;
berharap saudara kita menyahut saat kita menegur;
berharap saudara kita menganggap kita ada di tengah keramaian;
berharap saudara kita memberikan apa yang kita butuhkan;
berharap saudara kita menunjukkan semua hal yang menyatakan bahwa kita spesial di matanya;
banyak deh….

Saudara kita juga manusia!!!! Kecewa saja dirimu jika terlalu berharap pada makhluk jenis ini. Siap- siap tertohok hatimu kalo berharap kepada spesies yang satu ini. Tunggu- tunggu bolong hatimu karena sayatan sakit hati. Dan sakit hati itu menyebalkan!
Don’t try this at home! :p

Kita tidak boleh berharap kepada manusia. Lha wong satu2nya harapan seharusnya emang ditujukan kepada Allah only. Tapi yang benar kita harusnya menjadi manusia2 yang bisa membuat orang lain bahagia. Menjadi manusia yang dapat memberikan motivasi kepada orang lain. Menjadi manusia yang mampu menjadi tangan- tangan Allah yang menunjukkan bahwa Allah sangat cinta kepada hambaNYA atas perantara kita.

Kenapa tidak kita menjadi salah satu penyebab kebaikan- kebaikan kecil yang akan tumbuh menjadi kebaikan raksasa?; kebaikan- kebaikan yang terlupakan yang merupakan penyebab dari kebaikan seluruh umat?; menjadi penyebab pertama untuk kebaikan agama Allah ini. Ya! Dengan memulainya dari orang- orang terdekat kita.

Tak ada yang diciptakan sia- sia. Tak ada kejadian yang tidak ada hikmahnya. Sang Sutradara sudah merancang skenario raksasa untuk kita semua. Siap- siap mengikuti skenario saja. Dan pasti untuk yang bandel dan tidak mau mengikuti arahan Sutradara pasti berakhir tidak Happy Ending.

Jangan percaya kalo Dyn bilang, ” Dyn sayang kalian semua!” Sama sekali dilarang percaya.
Temen2 boleh percaya sekarang kalo Dyn bilang:
Dyn sayang kalian karena Dyn sayang Allah….

Belive it or not? Wallahu a’lam…..

Senyum terlebar untuk saudaraku semua :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: