Ishbiru! Maka Akan Berakhir Indah

Situbondo, Bus Pahala Kencana, 5 Pebruari 2008, 18.44 WIB

Kami sudah bersiap untuk berangkat kembali menuju Bandung. Bus sudah penuh dengan penumpang. Ya, kami sudah sangat siap, perut sudah kenyang, sudah shalat maghrib dan menjamak isya, kami sudah sangat segar dan sangat siap untuk berangkat. Tapi tiba-tiba kilat menyambar, kilat pertama dan sangat dekat. Suaranya terdengar tak ada 5 detik setelah cahayanya. Otomatis, “Astahgfirullah!” Banyak sekali cara ALLAH membuat kami ingat padanya.

Tapi seketika rumah makan dan rumah sepanjang jalan padam bersamaan. Gelap. Sangat gelap. Daerah rumah-rumah berada pada bagian kanan jalan dan daerah persawahan di bagian kirinya. Lampu bus yang belum dinyalakan membuat semakin pekat saja malam itu.

Lampu bus pun menyala dan bus meninggalkan rumah makan itu. Titik hujan mulai jatuh. Aku sempat memprediksi bahwa hujannya akan kecil, tapi prediksi segera mendapatkan jawaban. Salah besar jika hujan sebesar ini dikatakan ‘hujan kecil’. Makin besar dan makin besar. Laju bus tidak berkurang, ya maklum lah naluri supir bus yang selalu ingin ngebut.

Aku duduk di tempat duduk benomor kursi ‘1’. Aku bisa sangat jelas melihat dan merasakan kepekatan malam ini. Hujan yang makin deras sampai-sampai jalan di depan tidak jelas terlihat. Kilat yang menyambar dan suaranya yang bersaut-sautan bikin hati gentar juga. Sumber cahaya satu-satunya adalah lampu bus itu. Kendaraan lain membawa cahayanya masing-masing. Aku masih bisa tenang, yang penting bus kami masih dalam jalan yang benar. Lampu-lampu rumah masih saja mati. Gelap. Sangat gelap.

Gelap itu adalah himpunan pelaksanaan ketaatan, penghindaran terhadap maksiat, dan penyingkapan terhadap takdir Allah yang harus kau berikan cahaya. Dan cahaya itu adalah kesabaran.

Rasulullah saw bersabda, “Sabar adalah sinar cahaya” (HR. Muslim)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah SABAR dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang SABAR (QS.2:153)

Membicarakan tentang sabar, para ulama menyatakan bahwa sabar yang terpuji ada tiga jenis, yaitu:

1. Sabar dalam melaksanakan ketaatan:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan BerSABARlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS.20:132)

2. Sabar dalam menghindari kemaksiatan,

3. Sabar dalam menghadapi takdir Allah swt.:

Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang SABAR.(QS.2:155)

Yakin banget semuanya sudah pada tahu tentang hal ini. Kegelapan-kegelapan yang perlu kau sinari dengan cahaya sabar agar jalanmu bisa terarah, agara jalanmu masih berada pada jalan yang seharusnya dan tidak keluar jalur.

Jika engkau mau tahu, cahaya lampu bus itu adalah kesabaran milikmu, dan setiap kendaraan yang membawa cahayanya sendiri adalah orang lain yang memiliki kesabaran atas dirinya.

Jika engkau sadar, cahaya lampu kendaraan lain membantumu untuk melihat jalur mana yang seharusnya kau tempuh bukan? Dan memang kesabaran orang lain dalam menghadapi hidupnya seharusnya bisa kami jadikan contoh, seharusnya bisa menjadi hikmah agar engkau bisa tetap berada pada jalur yang seharusnya. Semuanya telah Allah atur dengan indah.

Jika engkau mau meneliti, cahaya kilat yang menyambar dan mebuat hati gentar itu lagi-lagi salah satu nikmat Allah. Cahaya lampu bus dan cahaya lampu kendaraan lain hanya menyinari jalannya sendiri, jalan yang hanya akan dilewatinya, tidak menyinari yang lain. Kiri dan kanan jalan saat itu tidak dapat terlihat. Hanya sebuah kegelapan yang tak tertembus oleh pandangan. Tapi cahaya dari Allahlah, cahaya kilat itu yang menyinari segalanya. Cahaya yang menyinari semuanya. Tidak menyinari seterusnya, hanya sesekali saja dan lagi-lagi itu ada hikmahnya.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS.29:2-3)

Bus terus melaju kencang dalam derasan hujan yang tidak kunjung mereda. Tetap deras, tetap lebat dan menggetarkan. Hanya mampu berdzikir, mengingatNYA. Berpikir mungkin saja aku berakhir di sini dan aku tak ingin helaan nafasku sia-sia. Namun hei! Hujan berangsur-angsur mereda dan lampu-lampu disepanjang jalan pun menyala. Keadaan menjadi tenang kembali. Tak lagi ada rasa kebat di hati. Otomatis, “Alhamdulillah.” Lagi-lagi DIA membuatku mengingatNYA.

Janji Allah tidak akan ingkar,

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS.94:5-6)

Penantianmu pasti akan berakhir. Ketaatanmu pasti akan diganjar, larimu dari maksiat pasti berbuah syurga, dan tawakalmu terhadap takdirNYA pasti mengecap kemanisan. Ah…. Kapan saat itu tiba ya?

Sekarang terus bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu! Jangan lemah dan jangan lengah. Jangan biarkan cahaya itu padam dengan mudah. Terangi jalanmu agar tujuanmu tercapai. Dan celakalah bagi mereka yang keluar jalur.

Semua penumpang akhirnya tenang. Bus melaju mulus tanpa halangan. Sekarang kami sedang menikmati indahnya lautan lampu paiton si sumber listrtik untuk wilayah Jawa. Indah…. Subhanallah (lagi-lagi DIA mengingatku akanNYA). Dalam hati tiba-tiba terselip perasaan kecil bahwa aku harus bisa mendapatkan keindahan yang sebenar-benar keindahan, yaitu kenikmatan saat nanti memandang Wajah Sang Maha Indah, menatap wajah Allah swt. di syurga kelak. Amin.

Sesungguhnya Allah Maha Indah serta mencintai keindahan” (HR Muslim)

One thought on “Ishbiru! Maka Akan Berakhir Indah

  1. al-wardah says:

    kata orang… hidup itu ibarat genteng..
    genteng itu, tidak bisa bermanfaat jika ia sendirian.. ia hanya sebuah tanah yang di padatkan yang tak berguna..
    jika ia ‘hidup’ bersama dengan yang lain.. maka betapa bermanfaatnya ia.. Ia bisa memberi keteduhan bagi orang yang ada di bawahnya..
    ia melindungi dari panas dan teriknya matahari..
    ia pun melindungi dari hujan nan dingin..
    betapa bermanfaatnya ia..
    ‘hidupnya’ harus rapat, jika renggang bagaimana nasib yang berlindung dibawahnya.. SOLID, mungkin ini dapat mewakili..
    ‘kehidupannya’ begitu indah walau harus saling bergesekan diantara mereka.. sakit mungkin tp sayang lebih mendominasi di ‘hati’ mereka..
    ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR…
    WALILLAHILHAMD…
    *ALLAH itu Maha Indah dan mencintai keindahan..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: