Kupu-kupu Itu Dirimu, Saudaraku

28 Nopember 2007, 09.57, A204 (Kuliah Miss Flo)

Seekor kupu-kupu terjebak di kaca jendela. Jendela itu bening. Kupu- kupu itu mengira bahwa jalan yang sedang dia tempuh, mengira bahwa jalan yang sedang berada di depannya, mengira apa yang hanya dilihat oleh mata ‘makhluk’nya itu adalah jalan yang terbaik, jalan yang benar untuk menuju ke luar sana, menuju ke tempat yang kupu- kupu itu impikan. Kupu- kupu itu mencoba, menabrak kaca itu, lalu gagal, lalu menabarak kaca itu lagi, lalu gagal lagi, dan gagal lagi. Kupu- kupu itu tidak tahu apa- apa. Sungguh kupu- kupu itu tidak tahu bahwa yang sekarang iya hadapi- jalan yang iya anggap benar menurut kaca matanya- adalah jalan yang salah.

Sungguh kita ini adalah seperti kupu- kupu itu. Terkadang menganggap yang kita pikirkan adalah adalah pikiran yang paling benar. Terkadang menganggap jalan yang sedang kita tempuh adalah jalan yang yang paling tepat. Terkadang menganggap semua asumsi yang kita dapatkan adalah asumsi yang paling pas. Terkadang menganggap apa yang terlihat tidak sesuai adalah memang tidak sesuai, menganggap yang terlihat mengungkung kebebasan adalah penjajahan, menganggap apa yang dilihat oleh MATA dan PIKIRAN manusia- yang selalu salah- adalah yang paling sip, padahal kita tidak tahu -sama sekali tidak tahu- anggapan ALLAH seperti apa. Apakah ini tidak akan membuatmu selalu gagal? Hanya seperti kupu- kupu itu. “….Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.. ..”Lalu aku yang dari tadi memperhatikan kupu-kupu itu merasa tergerak untuk membantunya untuk keluar dari ruangan ini. Aku ingin mengarahkannya ke jalan yang benar agar kupu- kupu itu keluar dari belenggu kesalahan. Aku ingin halangi jalannya agar tidak salah terus, agar tidak selalu berada pada ruangan ini yang memang bukan tempatnya yang benar, agar dia bebas dan MERDEKA. Aku tahu, kupu- kupu itu pasti mengira aku adalah ancaman, aku adalah sesuatu yang akan menyakitinya, aku adalah sesuatu yang akan menangkapnya, membelenggunya, membuatnya tidak bebas lagi.

Surah Al Baqarah 155:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

Sungguh kita ini adalah seperti kupu- kupu itu. Sesungguhnya ALLAH sangat sayang kita. ALLAH selalu mengarahkan kepada kita jalan yang paling benar, ke jalan yang seharusnya, ke jalan yang penuh cahaya, ke jalan dimana kita tidak tersesat lagi. Menghalangi dan mengingatkan kita untuk tidak melakukan salah, yang pasti dengan cara ALLAH dan kita manusia tidak pernah tahu bagaimana ALLAH menunjukkan jalan itu. Terkadang terasa sakit, terkadang terasa pahit, terkadang terasa tidak enak, terkadang merasa ketakutan. Tapi jangan pernah takut, Saudaraku,
“….La Tahzan, Innallaha ma ‘ana….-Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.”(At Taubah 40)

Tapi lalu aku sadar, ternyata hatiku tergerak untuk membantu kupu- kupu itu untuk keluar dari ruangan ini adalah karena kupu- kupu itu indah. Kupu- kupu itu cantik. Aku sadar ternyata aku tergerak untuk membantunya karena tahu bahwa bukan di sini tempat kupu- kupu itu seharusnya. Kupu -kupu itu indah- terlalu indah bahkan. Biarkan dia membuat dunia menjadi indah karenanya.

Sungguh kita ini adalah seperti kupu- kupu itu. Antum adalah orang yang beruntung itu. Orang yang masih diberi hidayah untuk membaca tulisan ini, berkumpul untuk saling mengisi, bersatu untuk saling memperbaiki. Antum adalah orang- orang beruntung yang masih digerakkan hatinya untuk terus mencari ILMU, antum adalah orang- orang yang beruntung yang masih diberi kenyamanan untuk terus berada di dalam komunitas ini.

Antum adalah orang yang beruntung itu, masih dianggap oleh ALLAH adalah seekor kupu- kupu yang mampu memperindah dunia. Yang mampu memberi hidayah kepada sesama. Yang mampu memperbaiki dunia yang makin lama makin rusak saja. Yang mampu membuat orang orang lain untuk makin dekat dengan Rabbnya. Yang mampu membuat orang lain makin sayang pada ALLAH swt.. Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam, yang tidak menganggap kita sebagai seekor lalat. yang tidak dipedulikan, bahkan terkadang dipukul sampai mati. Na’udzubillah. … Jangan sampai kita termsuk orang- orang yang dicuekin ALLAH bahkan diadzab olehNYA.

Antum kupu- kupu itu, Saudaraku… .

Lalu aku melihat kupu- kupu itu tiba- tiba menukik turun menuju jendela yang terbuka. Dan dengan lega aku melihatnya terbang bebas di luar ruangan ini. Dan aku pun sadar, “…..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri….” (Ar Rad 11). Kupu- kupu itu berusaha untuk keluar dan dia pantang menyerah dan dia berhasil !!!

Sungguh hikmahMU ada dimana- mana….

Sungguh ayat-ayatMU tersebar diseluruh penjuru langit dan bumi…

Aku pun akhirnya berhenti memperhatikan kupu- kupu itu dan melanjutkan kuliah Bahasa Inggris sampai selesai….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: