Teguran yang Kita Perlukan

Aneh memang jika kita terkadang hanya diam saja pada saat melihat sesuatu yang tidak sesuai di depan mata, diam saja melihat yang tidak sreg di hati, hanya melihat dan tidak ada tindakan apapun untuk mencegahnya.

Tidak perlu jauh- jauh. Kita emang diperintahkan untuk amar ma’ruf nahi mungkar, tapi terkadang kita tidak melihat dan memperhatikan orang- orang terdekat sekitar kita, keluarga kita dan saudara- saudara seiman yang selalu berinteraksi bersama kita.

Apakah itu yang dinamakan tidak peduli? Tidak! Sama sekali tidak!
Kebanyakan kita terlalu takut menegur kepada saudara kita, kebanyakan kita hanya tidak mau menyinggung perasaaan saudara kita, kebanyakan kita terlalu melembut- lembutkan semuanya, sampai2 teguran yang kita inginkan tidak tersampaikan maksudnya!

Lalu kita hanya diam, menunggu saudara kita sadar atas kelakuaan mereka yang tidak sesuai, berharap ada orang lain yang memberitahunya sehingga tidak perlu lagi kita yang menyampaikan semuanya, hanya melihat dan gondok di hati. Apakah ini bukan tindakan bodoh? Ini yang namanya TIDAK PEDULI!!!

Kenapa kebanyakan orang tidak mau menegur padahal saudara kita sudah kelewat batas?
Kenapa kebanyakan orang tidak mau menyinggung padahal saudara kita di ambang kehancuran?
Kenapa kebanyakan orang terlalu melembut2kan padahal saudara kita sudah berada di tepi neraka?
Kenapa kita tidak mau menunjukkan bahwa kita care dengan mereka dengan marah ini?
Kenapa kita tidak mau menunjukkan bahwa kita sayang dengan “memukul”nya sekali2?
Kenapa kita tidak mau menunjukkan bahwa kita cinta dengan “mengikatnya dengan tali”?
Bukan dengan membiarkannya!
Bukan dengan diam saja!


Sungguh, seorang ibu akan memukul anaknya jika anaknya memainkan listrik karena takut anaknya terkena setrum. Anak itu akan menangis, anak itu akan marah, anak itu pasti sebal bukan main dengan sakitnya pukulan. Tapi si ibu tak peduli dengan marah itu, karena dia peduli, karena dia sayang, karena dia cinta….


Sekarang tanyakan pada diri masing- masing. Apakah cinta kita akan sesama masih kurang? Apakah sayang kita pada saudara masih dalam taraf teman main saja? Apakah kita masih peduli dengan lingkungan sekitar kita? Bukan dengan diam saudaraku… , sungguh bukan dengan diam saja saudaramu akan kembali ke jalan yang benar.

Aku tahu banyak dari kita peduli dengan saudara- saudara kita yang tertindas di Palestina, Afganistan, Filipina, aku tau cita-cita kita terbesar adalah pergi menolong mereka suatu saat nanti. Namun orang- orang sekitar kita pun butuh kita. Namun saudara- saudara kita pun butuh kita. Namun keluarga kita pun butuh kita. Lebih meminta kontribusi nyata kita. Jangan bermimpi melakukan sesuatu yang BESAR kalau kita masih belum memperhatikan semua yang KECIL?

Apakah ini KECIL menurut kalian, saudara- saudaraku?

Wallahu a’lam….

Ana cuma sayang antum karena ana sayang ALLAH….

Tidak lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: