Renunganku

Saat kurasa diri ini sendiri, saat itu aku bisa rasakan bahwa aku ini hanya makhluk yang tak lebih dari seonggok daging yang tak ada apa-apanya jika tak Dia berikan ruh. Maha besar ALLAH yang tak pernah tidur. Tak pernah lelah. Yang menentukan semuanya. Yang paling tahu yang mana yang terbaik, tahu yang paling baik. Karena Dialah yang yang merancang semuanya. Skenario indah yang tak ada cacat sedikit pun. Tak ada yang tidak berguna. Tak ada yang sia-sia. Tidak ada yang dibuang. DIRIMU adalah salah satu penggerak dunia.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (Al Imran: 191)

Maka dari itu Cintailah dirimu karena dirimulah satu-satunya yang kau punya. Satu-satunya aset besar untuk mencapai syurga. Sayangi dirimu. Berikan ruh ALLAH di dalamnya. Pupuk akidah dan akhlak yang indah. Tumbuhkan semangat berjuang. Jangan biarkan putus asa dan menyerah membuat benih-benih ini layu. Bercita-citalah untuk melakukan apapun hanya untuk menolong agama ALLAH dan untuk menggapai ridlaNya. Rebut simpati ALLAH. Karena sebaik-baik pujian adalah pujian ALLAH.

Hidup itu pilihan. Terserah dirimu. Mau ikut jalan ALLAH yang terang benderang, tapi dikeliling banyak duri, sakit, susah, kesengsaraan, masalah, hujatan, fitnah, cemooh, cerca, dan semuanya seperti yang telah Rasul saw dan para Sahabat dapatkan selama berda’wah untuk agama ini. Atau… Mau ikut jalan gelap setan yang penuh kesenangan, kenikmatan, kesempunaan, pujian, gelimang nikmat, kehormatan, keindahan, dan semua hal indah menurut manusia yang melihat hanya dari mata yang banyak menipu. Keindahan dunia yang semu.

Kadang kita tidak punya waktu untuk diam sejenak. Duduk sendirian. Hanya untuk menghisab. Menghitung diri. Menyadari hati. Membangun pola pikIr yang seharusnya dimiliki yang begitu mudah hilang hanya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang kadang manfaatnya hampir tidak ada. Membangun fitrah jiwa insani. Kembali Islami.

Kita tidak punya jeda untuk duduk merenung. Termenung. Menangis. Sadar akan gunungan dosa. Untuk ber-Istighfar ….

Hatimu sudah membatu. Keras. Berkerak. Tak ada lagi kelembutan di dalamnya. Tak ada lagi cinta yang menyisip barang sedikit. Tak ada lagi nyanyian tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang menggema di dinding-dinding hati. Tak ada lagi hujan air mata cinta yang membasahi, walau hanya setetes, hanya untuk membuatnya lunak dan kembali lembut.

Harusnya saat ini dirimu ketakutan.

Harusnya saat ini kau mulai kembali untuk membenahi hati. Menyelimuti jiwa dengan cinta. Melingkupinya dengan rindu bertemu ALLAH seperti rindu saat pertama kali menemukanNYA. Saat dirimu kesakitan tapi ALLAH menyembuhkan, saat dirimu lemah tapi ALLAH menguatkan, saat dirimu tak punya apa-apa tapi ALLAH selalu memberi, saat dirimu sendirian tapi ALLAH selalu menemani, dan saat diri ini bingung tapi ALLAH memberikan jalan, pada saat diri ini menangis tapi ALLAH selalu mengelus dengan kasih sayangNYA, saat dirimu bersyukur dan ALLAH selau menambahkan, saat dirimu tahajud dan ALLAH mendengarkan, saat dirimu tilawah dan ALLAH menambahkan rahmatNYA, saat dirimu shaum dan ALLAH memuji dirimu, saat dirimu berinfaq dan ALLAH melipatgandakan, saat dirimu bersilaturahim dengan saudaramu dan ALLAH mmanjangkan umur serta menambah rizkimu. DAN saat dirimu lupa akanNYA, berbuat dosa, melakukan apa yang DIA larang, jauh dariNYA, dan mencampakkan nikmatNYA, tapi ALLAH selalu mau memaafkan saat dirimu minta maaf , walau mungkin kesalahan itu akan diri ini lakukan lagi.

Ini seharusnya saatnya untuk dirimu ketakutan. Karena telalu sering dirimu melakukan salah. Melakukan apa yang ALLAH tidak suka. Walau dirimu telah berulang kali meminta maaf. Walau dirimu telah berulang kali katakan bahwa taubatmu adalah taubat nasuha, tapi berulang kali juga dirimu melanggarnya. Saatnya ketakutan, karena ALLAH mungkin sebentar lagi akan meninggalkanmu sendirian. Meninggalkanmu sehingga dirimu menjadi yang tercampakkan. Meninggalkanmu sehingga dirimu menjadi yang terhina dan terbuang. Tak ada lagi pertolonganNYA. Tak ada lagi kekuatan yang akan mendorongmu agar tetap berdiri saat dirimu sedih.

Tak ada lagi….

Ah…, manusia tempatnya lupa….

Saat kurasa diri ini sendiri, saat itu aku bisa rasakan bahwa aku ini hanya makhluk yang tak lebih dari seonggok daging yang tak ada apa-apanya, aku adalah si lemah, aku si kecil, aku yang tidak berdaya. Sungguh tak ada daya dan upaya ku untuk melakukan segalanya tanpa ijinMU. Sungguh semua amalku tidak mungkin bias membuatku masuk ke syurgaMU. Mataku bisa melihat, kakiku mampu berjalan, tanganku dapat meraih, kulit ini dapat merasa, indraku sempurna bekerja semua atas ijinMU. Tak mungkin dapat ku lakukan semua amal tanpa ijinMU.

Cinta hamba hanya untukMU. Terimalah cinta hambamu yang hina ini Ya Rabb….

Aku mengakhiri renunganku dengan termenung. Aku tidak pernah benar-benar sendirian. Aku selalu diawasi oleh Dzat yang Maha Melihat, aku selalu disayangi oleh Dzat yang Maha Pengasih, aku selalu bersamaNYA. Ya ALLAH…, hamba rindu ingin segera bertemu. AMIN.

One thought on “Renunganku

  1. dhedhi says:

    merenung itu pekerjaan yang bagus untuk kesehatan dan kesadaran …. ^_^

    yupz… kita ini emang makhluk lemah yang diberi pertolongan oleh Allah hingga bisa kuat menghadapi segala permasalahan dan cobaan….

    ok… teteup semangat… ! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: