Hilal Tersenyum

Serambi Timur Masjid Syamsul ‘Ulum, 05.10, 1 Juni 2008, bada shalat subuh yang dingin

Langit terlihat tidak terlalu cerah. Berawan. Tapi satu hal yang membuat langit subuh hari ini istimewa adalah bulan sabit yang tersenyum. Sabit itu tipis sekali, bertengger sempurna seperti bibir yang tersenyum, terlihat sangat kontras dengan hitam di sekelilingnya.

Sabit itu terseyum padaku. Aku pun tersenyum melihatnya.

Subhanallah!!! Terlalu banyak keindahan yang dilukis olehNYA. Terlalu banyak hal yang dapat membuat kita tersenyum. Terlalu banyak nikmat yang meluap yang tidak mungkin kita bisa tampung. Tapi manusia terlalu sering menutup mata, terlalu lama menjadi buta untuk semua hal itu.

Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan, ….” (HR. Muslim)

Hari ini bulan sabit ternyata tidak hanya tersenyum untukku tapi untuk dunia, untuk semua hamba Allah yang sekarang menatap langit yang sama.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya tidak sanggup kamu menghitung jumlahnya. ( An-NahI: 18 )

Sabit itu terseyum padaku. Aku pun tersenyum padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: