Menjadi Pemimpin

Kurang lebih aku membroadcast sms yang bunyinya seperti ini ke seluruh 18 anggota Badan Mentoring SKI IT Telkom,


Chief: Tlh dbuka lyanan kritik kpd Anda. Silakn mghubungi no in jika trjd keluhn/kteledorn yg dsengja/tdk sengja dr mas’ul Anda. Af1 krn blm bs jd qiyadah yg baik.


Aku ingat waktu itu tanggal 29 Juni 2008, 11.45. Aku sms dari Depok di Masjid tempat kak Azim melangsungkan walimatul ursy. Sayang tidak semuanya sampai ke setiap orang, ada yang pending ada juga yang failed. 3 menit setelah sms itu terkirim satu sms masuk,


From: Irfan20072

9/06/200

811.48

Qiyadah terlalu sentiment sm Jundi.. ane didiskriminasikan.. T_T


Lalu diikuti oleh 3 sms selanjutnya.

From: Faisal2007

29/06/200812.00

Sa ‘ukhbirukum insyALlah

From: Yoga2006

29/06/2008

13.14

OK..But u’re great 4 me!Akh, an bs mnt cp mentor2 angktn 05+?Klo bs, kirim k email an aja ya!Jzk..


From: Raly2006

29/06/2008

13.21

Squad QCD:Tlh dbuka lyann kritk kpd staf anda.Slakn mghubngi no in jka trjd keluhn/kteledorn yg dsngaja/tdk sngja.Af1 jk blm bs jd jundi yg baik.


Ah…, rasanya belum puas karena baru 4 orang yang membalas smsnya. Ingin rasanya mendapat kritikan dari mereka semua. Ingin rasanya tahu bagaimana mereka melihat seorang pemimpin yang sedang memimpin sebuah Badan Mentoring ini. Apakah lebih buruk dari pemimpin-pemimpin terdahulunya atau tidak. Hiks…, masih merasa sangat berat menerima tampuk amanah ini di pundakku. Ya Allah bantu hamba….


Tujuh orang yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya: Seorang imam yang adil…

[HR Bukhari dan Muslim]


Dalam hati, bisa ga ya? Jadi adil itu seperti apa ya? Tambah berat saja saat membaca,


Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, “Ámal seorang imam yang adil terhadap rakyatnya selama sehari, lebih utama daripada ibadah seorang ahli ibadah di tengah keluarganya selama seratus atau lima puluh tahun.”


Apalagi membaca yang ini,


Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu telah meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tiga doa yang tidak tertolak: Doa pemimpin yang adil, orang yang puasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizhalimi.

[HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 1432.]


Dalam hati, masih terlalu jauh diri ini dalam mencapai derajat itu. Rasanya malu kepada Allah karena hidup ini masih terlalu banyak yang dipakai untuk suatu kesia-siaan, masih terlalu banyak tertawa daripada menangis. Si hebat ini dengan sombongnya berjalan di muka bumi padahal adzab mengintainya setiap saat. Ampuni hamba ya Rabb…


Hidup ini masih saja bukan untuk sarana rasa syukur atas semua nikmat yang terlalu banyak yang diberikan oleh NYA. Hidup ini masih digunakan untuk bermalas-malasan. Hidup ini dipakai untuk memenuhi obsesi-obsesi dunia yang selalu membuat aku lupa kepadaNYA. Hidupku masih penuh dengan MAKSIAT kepadaNYA!


Astaghfirullah…, mungkin hadis-hadis di atas punya konteks untuk para pemimpin-pemimpin negara atau sejenisnya. Tapi melihat diri yang baru memimpin orang skala kecil segini saja masih tidak becus, apalagi memimpin suatu negara! Kepada Allah aku memohon ampun.


Al-Walid bin Hisyam berkata, “Sesungguhnya rakyat akan rusak karena rusaknya pemimpin, dan akan menjadi baik karena baiknya pemimpin.”


Ya Allah, jangan jadikan hamba menjadi hambaMU yang membuat orang lain terdzalimi karena semua yang hamba katakan, lakukan, dan putuskan. Diri ini hina ya Rabb, namun tolong hamba agar selalu berada dekat denganMU agar setiap langkah hamba selalu menuju jalanMU. Tolong dekatkan hamba dengan semua yag dapat mendekatkan hamba denganMU, dan jauhkan dari segala hal yang dapat membuat hamba jauh dariMU. KepadaMU hamba memohon ampunan atas semua dosa yang hamba lakukan. Jangan biarkan dosa hamba membuat tugas BM menjadi terhambat, jangan biarkan dosa hamba membuat tugas BM menjadi tugas yang sulit untuk saudara-saudara hamba. Ya Rabb, maafkan segala kesalahan hamba. Hina diri ini, tapi jangan tinggalkan hamba sendiri. Tak ada arti diri ini tanpaMU ya Allah…


Hamba cinta padaMU, ya Allah. Bantu hamba untuk menunjukkan itu di hadapanMU, bukan dihadapan makhlukMU. Buat hamba mencinta hanya karenaMU, dan benci juga karenaMU. Luruskan hati hamba, agar selalu condong untuk hanya melakukan semuanya hanya untuk menggapai ridlaMU semata.Hamba rindu ingin bertemu….


Amin….

3 thoughts on “Menjadi Pemimpin

  1. idduz says:

    owesome….
    apalagi tulisan ini….
    Al-Walid bin Hisyam berkata, “Sesungguhnya rakyat akan rusak karena rusaknya pemimpin, dan akan menjadi baik karena baiknya pemimpin.”

    ayo jalan ke blog ku http://mymusafir.blogspot.com

  2. Moele says:

    Amiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
    AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNN

  3. Arki Rifazka says:

    Pemimpin memang harus sering-sering mengaudit hasil kerjanya.. Berbuatlah semaksimal mungkin, berkontribusi lah sebanyak mungkin, amanah tidak datang kepada orang yang tidak dipilih, Allah telah menetapkan jalan bagi orang-orang tersebut. Jalani itu semua dengan kelapangan hati y akh. Wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: