Pacaran Islami

Assalamu’laykum warahmatullahi wabarakatuhu,

Ruang B306 IT Telkom Bandung, 4 Nopember 2008, selepas jam 14.00 WIB

“Kak…. Pacaran itu boleh tidak? Pacaran Islami itu ada apa tidak kak?” Kurang lebih ini bunyi pertanyaan salah satu peserta MOCA (Motivation Class) kelas IF 32 05. Aku cuma bisa senyum. Susah juga jawabnya, karena kapasitas tiap orang di kelas itu beda-beda. Aku pun yakin, yang bertanya ini sedang mencari tahu sesuatu.

Hanya mampu menghela nafas dan memohon sejenak dalam hati, Ya Allah bantu hamba untuk menjelaskan….

“Yang perlu temen-temen tahu adalah tidak pernah itu disyariatkan dan memang Rasul saw. tidak pernah mengajarkan kepada kita, umatnya, tentang mencari jodoh dengan yang namanya pacaran.” Menghela nafas dulu, takut salah ngomong, takut mereka menyangka Islam itu ekstrim, takut mereka tidak terima, ahhh berbagai macam pikiran terlintas saat itu sangat cepat. Dalam hati, ngomong apalagi ya?

“Sekarang tanyakan pada hati masing-masing…. Jika suatu saat kita diminta menjemput pacar kita, kita pasti dengan cepat pergi menjemput. Jika suatu hari pacar kita ulang tahun, dengan ikhlasnya kita memberikan surprise kepadanya. Jika dia meminta bantuan maka dengan sukarela kita membantunya, dan akan sangat kecewa jika kita tidak bisa tuntas mengerjakan apa yang dia minta. Menangis hingga terisak saat dia marah, memohon-mohon agar kita dimaafkan.

“Lalu sekarang tanyakan lagi kembali pada hati teman masing-masing…. Tanyakan kembali, apakah kita dengan segera memenuhi panggilan Allah saat adzan berkumandang? Apakah kita dengan senang hati memberikan Allah surprise, tiba-tiba kita shalat tahajud malam ini? Apakah kita dengan sukarela tilawah 5 ayat saja tiap harinya? Tanyakan lagi. Apakah kita akan menangis tersedu-sedu, saat kita melakukan maksiat atau meninggalkan apa yang diperintahkan ALLAH? Memohon-mohon sambil terisak di depanNYA – dalam shalat-shalat kita – untuk memohon ampun atas semua dosa yang telah kita buat. Meminta agar kita tidak ditinggalkan olehNYA.

“Makanya kenapa Rasul saw. tidak pernah mensyariatkan pacaran sebagai sarana untuk mencari jodoh. Dan memang kita tidak diperbolehkan untuk mendekati maksiat, dan pacaran ditakutkan membuat kalian dekat dengan maksiat. Temen-temen pasti ingat hadis tentang orang yang berdua-duaan maka yang ketiganya adalah setan, dan setan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk membuat kita terjerat dan masuk ke dalam jebakan maksiat. Na’udzubillah min dzalik.

” Diam lagi, melihat keadaan mereka. Takut-takut. Cuma berharap apa yang aku sampaikan dapat diterima. Berpikir macam-macam, tapi aku yakin kepala mereka sekarang sedang sibuk berdiskusi, entah dengan apa atau siapa. Wallahu a’lam, hanya kepada ALLAH aku menyerahkan segala sesuatu, lagipula hidayah mau diturunkan ke siapa ALLAH yang atur kok,

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
[QS. Al Qashash(28): 56]

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya….
[QS. Ar Ruum(30): 53]

Sampai disitu saja aku menjelaskan. Tidak ada yang komentar.

Ahh…, terkadang hanya bisa berharap agar semua manusia di seluruh pelosok dunia tahu bahwa ada hal yang keliru yang selama ini kita anggap benar. Pacaran memang tidak ada dalam Islam. sungguh agama ini telah sempurna dibawa oleh utusanNYA yang mulia, Muhammad saw.. So, sudah tidak perlu lagi ditambah-tambah. Dan sungguh menyeramkan jika kita dianggap ALLAH telah melakukan kesyirikan, karena kita lebih cinta pacar daripada ALLAH.

“Kak…. Pacaran itu boleh tidak? Pacaran Islami itu ada apa tidak kak?” Berharap suatu hari nanti pertanyaan ini tidak diajukan lagi oleh orang banyak. Berharap orang Islam kenal dengan keislamannya. Berharap suatu hari nanti, jika pertanyaan ini diajukan lagi, aku bisa menjawabnya dengan mudah dan mereka yang dengar langsung mengerti, yaitu dengan jawaban dua kata : “TIDAK BOLEH”

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

6 thoughts on “Pacaran Islami

  1. Wah..Wah.. Ana kurang setuju nih, ama statement “Ga boleh”nya.
    Pacaran itu adalah istilah yang baru, dan definisinya belum jelas.

    Walau memang Islam tidak pernah mensyariatkan pacaran. Tapi, ingat bahwa setiap muamalah itu hukum dasarnya adalah mubah (boleh), kecuali yang dilarang. Dan Ibadah itu hukum dasarnya adalah haram, kecuali yang diperintahkan / dicontohkan. Dan menurut ana, pacaran itu masuk dalam ranah muamalah. Jadi pacaran itu, sama sekali NGGAK DILARANG.

    Yang dilarang itu, smsan yang bikin penyakit hati, jalan berduaan, tidak menjaga pandangan, bersentuhan dengan non muhrim, membayang bayangkan lawan jenis sehingga mengundang penyakit hati, zina, dan sebagainya. Serta hal-hal yang MENDEKATI arena tersebut.

    Jadi intinya, selama nggak melanggar syariat mah, sok aja, pacaran.(Tapi, emang bisa ya, pacaran tanpa hal-hal diatas? hehe… retoris kan, jadinya?).

    Gitu deh, kalau menurut ana mah.. piss…^_^V

  2. arqomalifh says:

    @Jaka
    Tinggal ntm bikin deskripsi tentang pacaran itu apa jak!
    Kalau deskripsi pacaran itu adalah ta’aruf berarti itu diperbolehkan, nah yang perlu disosialisasikan adalah bagaimana mengubah kata ta’aruf (dalam bahasa arab) menjadi kata pacaran (dalam bahasa Indonesia), tapi yang terjadi sekarang deskripsi pacaran adalah yang kita liat sehari2 sperti itu.. T_T hufff..

    @Reza
    Bagus Za, jawaban antum

  3. aajaka says:

    @ Arqom…
    Emang ada ya, yang deskripsiin pacaran itu ta’aruf?
    ya… menurut ana mah, pacaran itu ga jelas, dan ga ada yang punya definisi pasti.
    Jadi mendingan bilang yang pasti2 aja.
    “pegangan tangan itu ga boleh, berangan2 ga jelas itu ga boleh, dll”

  4. tUTy says:

    punteeenn….

    Numpang lewatt…

    hari ini hari pertama bulan Januari di taon 2009…

  5. shapie.. says:

    g dilarang tp klo bsa jngan dilakukan..

  6. Adzka says:

    yap!!!
    ana setuju sekali dengan semua pernyataan di atas.
    memang dalam islam tidak dikenal istilah pacaran, karna akan mengotori hati..
    yakni zina hati,,
    sudah menjadi keharusAN bagi setiap muslim yang beriman untuk senantiasa menjaga izzah dan iffah / kesuciannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: