Melihat Wajah Rasulullah SAW

Abu Said Al Hudri ra. mendengar Nabi bersabda, “Siapa dalam tidurnya melihat Aku, maka ia melihat dengan sebenarnya, karena setan itu tidak bisa mengada-ada (meniru-niru) rupaKu”

(HR. Bukhori Jawahir Al-Bukhori, hal 515)

Aku akan ceritakan kenapa anak ini memang pantas mendapatkan mimpi ini. Perjalanannya yang sangat penuh hikmah. Sangat indah.

From:
(Aku tidak akan sebut namanya)
11/07/2008
18:39

Asslmkm tlg sms ni d bc teliti. Semalem kr2 mnjelang jm 3an. Ak mimpi seolah2 ak dah d alam kbur, guelap buanget. Trus ad yg nanya k ak maaRABBUKA? Tp diem ak. Krna ak diem Trus ditanya lg apa amal2mu selama ini emang karena ALLAH ap krna teman2mu? Trus bangundah. Jd takut juga ak. Klo smpe bner2 t’jadi ma ak. Ksh saran ya k ak. Oks pak.

Ini sms pertama adikku yang sempat buatku terenyuh. Buatku iri untuk pertama kali. Diam lama sekali. Kapan aku mati? Sudah siapkah? Sungguh aku belum siap….

From:
(Aku tidak akan sebut namanya)
23/11/2008
22:14

Asslmkm akh. Knapa akhir2 ini ak sering bnget merindukan seseorang yg insyaALLAH hmpir g mgkin bs d temui saat2 ini (ROSULULLAH). Tp rasanya pengen bnget, tp gmna? Sdangkan diri kyak gni. Rasanya malu jk ktmu ma bliau. Mas tlg ksh saran gmn crnya atasin rindu ini pada ROSULmu MUHAMMAD SAW. kshtw mas!

Kau meminta saran pada orang yang tidak tepat adikku… Ini smsnya yang kedua yang lagi-lagi membuat mataku berair. Diam. Aku masih ingat sehari setelah smsnya aku sempat sharing tentang smsnya itu. Dia menangis. Dia benar-benar ingin bertemu denganmu Ya Rasulullah….

Lagi-lagi aku terenyuh. Aku rindu dengan perasaan ini. Dulu aku punya rasa ini, tapi sudah lamaaa sekali. Aku lupa dengan rasa ini. Aku mau rasakan itu lagi, Ya ALLAH…. Terlalu sibuk dengan pekerjaan dunia, terlalu sibuk dengan urusan yang katanya urusan dakwah namun buat diriku lupa tilawah, lupa menghapal lagi, terlambat tahajud lagi, tak pernah dluha lagi, shalat rawatib pun berlalu, menyakiti hati saudara sendiri, lupa untuk berbakti pada orang tua…. Aku sadar sekarang kenapa rasa itu hilang….

Kembalikan lagi ya ALLAH…, pliiiisss Give it back to me….

Di bawah ini adalah sms ketiga yang buatku menulis ini. Sms ketiga yang buatku sangat amat iri dengannya. Tapi syukurku telah dapatkan sms ini siang ini, yang membuatku punya tekad yang baru.

From:
(Aku tidak akan sebut namanya)
22/01/2009
15:05

Asslmkm akhi an cm ingin b’bgi kbhagiaan neh. Hr ni keinginan t’bsar an bner2 t’pnuhi, walopun dlm mimpi an sngt bhgia. An b’mimpi b’tmu dg ROSULULLAH & Shbt2 bliau, walopun an g bs gmbrin wajah2 bliau. D mimpi it an & para shbt b’bai’at pd ROSULULLAH. G ad yg bs gmbrin kbhgiaan ini d hti an.

Sungguh aku iri….

Ah… Orang ini penuh hikmah. Dan aku tak akan menyimpan hikmah ini untuk diri sendiri. Biar kalian semua tahu, semua orang tahu. Semoga juga bisa jadi hikmah untuk dirimu saudaraku….

Aku percaya saat jari-jarinya mengetik sms, saat pesan itu berubah menjadi bit-bit biner dan terkirim melintasi ratusan kilometer dari Bandung, saat bit-bit biner itu ditafsir kembali menjadi pesan, saat aku mebacanya, dan saat malam ini aku mengetiknya dalam kata-kata lagi, dan saat kau -Saudaraku- membacanya maka itu takdirmu untuk tahu.

Tahu apa? Mendapatkan hikmah apa? Hanya kau dan ALLAH yang tahu. Hikmah itu hanya untukmu. Berbeda untuk setiap orang, spesial untuk tiap individu. Skenario ALLAH yang sangat indah.

Barakallah akhi, tolong lindungi hamba dan adik hamba ya ALLAH….

14 thoughts on “Melihat Wajah Rasulullah SAW

  1. Tri Joko says:

    Assalamu’alaykum

    Jadi iri juga za aku,,kapan ya aku bisa kayak gitu?

  2. putrichairina says:

    Kesibukan dunia (bahkan aktivitas dakwah pun) acap kali membuat diri terlena.
    Ia menarik diri ke suatu arah.
    Menguras jasad, pikiran, dan emosi.
    Semakin diri ini hanyut dalam gemerlapnya dunia, semakin hati ini tersiksa.
    Karena jauh dari yang dicinta dan dipuja, Allah dan Rasul-Nya.

    MasyaAllah..
    Betapa beruntung adikmu,za.
    Semoga ia selalu diberikan petunjuk-Nya dan bisa membagikan kebahagiaannya kepada saudara-saudaranya yang tersiksa secara perlahan dan tidak disadari (karena sibuk dg dunia-atau pun dakwah).

    Mau berbagi..
    Salah satu momen dimana saya betul-betul merasa rindu kepada Allah dan Rasul-Nya,
    dimana saya kembali disadarkan bahwa “yang saya mau hanyalah Allah”,
    adalah kala pertama kali saya training ESQ di GSG ITTelkom.
    Dengan lembut saya disadarkan betapa saya jauh dari-Nya.
    Dan betapa kering hati ini karenanya.
    Dengan lembut saya disadarkan untuk kembali menghadapkan wajah kepada Allah.
    Untuk tidak mengharapkan yang lain, selain pertemuan dengan Allah di syurga-Nya.

    Inilah yang saya dapatkan dari ESQ.
    Sekarang saya paham mengapa beberapa orang (banyak!) yang pernah ikut ESQ memiliki keinginan untuk kembali menghadiri training.
    Karena hati mereka (dan saya) rindu akan masa-masa training.
    Mereka (dan saya) ingin kembali diingatkan untuk mengingat “hari perjumpaan” kelak.
    Rindu kala hati ini tunduk dihadapan-Nya.
    Kangen dengan rasa rindu kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Doakan saya ya..
    InsyaAllah besok training ESQ di Graha165, Jakarta.^^

    Syukron sudah berbagi,za. Jazakallah ahsanul jaza (semoga Allah memberikan balasan yang terbaik untuk antum,za)

  3. astri says:

    wah, jadi terharu banget ni bacanya…
    Alhamdulillah sudah diingatkan lewat tulisan ini…

  4. moele says:

    Ya Allah…… “Give it back to me” too…..

  5. tUTy says:

    waaaahhh…
    jadi pengen jugaaa

  6. Lizz says:

    Subhanallah..
    Ya Allah, aku mau…

  7. Siti Dj 6Mi says:

    Allah “give it back to me” to

    pengin bangeeet……
    1. pengin ketemu lagi dengan saat-saat dekat dengan Nya..
    2. pengin ikutan ESQ… berapa sih biayanya yang harus dikumpulin buat ikutan??

  8. febryanti says:

    subhanallah… merinding…
    Sepertinya memang terkadag kita menjadikan amanah dakwah sebagai tameng kita untuk melegelalkan kefututran ibadah yauiyah kita.. padahal, kalo kata murabbi saya, amanah yang kita emmban akan mendekatkan kita pada Allah Sang pemberi amanah jika memang tujuan kita benar…

    Rindu kami padamu ya Rasul..
    Rindu tiada terperi..

    Syukron ceritanya kak..

  9. shalimow says:

    pencarian atas nama menuju taqwa memang penuh liku dan bentuk. 1001 ekspresi masing2 hamba untuk menuju kesana.

    siip. ok thaks

  10. Favian says:

    Subhanallah…
    Keren banget…

    Ya Allah, ampuni segala kelalaian diri ini…

  11. ana mariana says:

    aku nangis lho baca ini, padahal aku bikan orang yang sholeh dan suka berdakwah, tp sungguh aku kangennnnnnn bgtttt ma rosulullah meskipun aku belum melaksanakan semua sunah nya…

  12. olga says:

    Tak ada kata yang bisa terucap, hanya bisa menahan haru dan air mata, iri karena ingin mengalami hal yg sama, tp apakh mungkin. Apa yg hrs ak lakukan dg iman yag msh sngt dangkal dan pength agama yg sangat terbatas

  13. I am really inspired with your writing skills and also with the format for your weblog.

    Is this a paid topic or did you customize it yourself? Anyway stay up the excellent quality writing, it’s rare to see a nice blog like this one today..

    • abdullah says:

      Thank you for the apreciation :)

      I wrote what is pop up in my head when i see something bother or inspire me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: