Doa Mama

“Ibu Olga, Bu Sari lagi kemana ya?”, spontan perempuan itu menjawab, “Ke Bandung, bu.” ….

Aku masih ingat, mama saat itu menceritakannya, 19 Juni 2004, di kantor Balai Besar Riset Perikanan Pantai Gondol-BALI, di saat sangat berat untuk memutuskan aku pergi ke Bandung atau ke Bogor.

Tidak pernah tahu, mendapatkan dua kesempatan PMDK di dua kampus, STT Telkom (sekarang IT Telkom) Bandung dan Institut Pertanian Bogor adalah suatu keberuntungan besar atau tidak, karena -hampir sebulan- untuk memutuskan kampus mana yang harus aku ambil sungguh sulit.

Aku ingat -bahkan sangat ingat- tanggal keramat itu, 21 Juni 2004 adalah waktu pendaftaran ulang untuk dua kampus itu. SAMA WAKTU. Karenanya sangat sulit untuk memutuskan kota mana yang harus dituju. IPB pilihanku, tidak muluk-muluk berpikir masuk STT Telkom sebagai seorang anak PNS. Tapi papa tidak mau anaknya jadi seorang pegawai negeri juga. Mama hanya bilang, “Shalat istikharah untuk tahu jawabannya.”

Ah, mana mau aku shalat istikharah saat itu, jelas-jelas keputusanku IPB. Tapi ternyata mama melakukannya. Sendirian. Setiap malam menjelang tanggal 21 Juni yang menentukan harus belok ke Bogor atau ke Bandung tujuan kami nanti.

Pagi itu, pagi dini hari tanggal 19 Juni 2004, mama bangun shalat istikharah dan meminta tujuan yang terbaik, Bandung atau Bogor. Meminta sampai tertidur dalam dzikirnya, meminta agar hari itu ada petunjuk apa pun tentang Bogor atau Bandung yang tidak berhubungan dengan STT Telkom dan IPB. Dan doanya terkabul. Rasanya ingin menangis setiap kali mengingat kisah ini.

Mama, masuk kantor seperti biasanya hari itu. Hari berjalan seperti biasa sampai tiba-tiba seorang rekan kantornya bertanya, “Ibu Olga, Bu Sari lagi kemana ya?”, spontan mama menjawab, “Ke Bandung, bu.” Dan seketika mama saat itu terdiam dan memutuskan bahwa Bandung adalah tujuan tanggal 21 Juni 2004.

Doamu ya Ummi…,

Rasulullah SAW bersabda, “Tiga macam golongan yang doanya mustajab dan tidak diragukan lagi kedahsyatannya yakni; doa orangtua kepada anaknya, doa orang musafir (orang yang sedang bepergian), dan doa orang yang dizhalimi.”

(HR. Bukhari Muslim)

Hanya aku yang bisa rasakan betapa banyak perubahan seorang Reza. Betapa 4,5 tahunku di IT Telkom bisa membentukku menjadi orang yang berbeda. Semua kejadian dan peristiwa di kampus ini bisa mebuatku menjadi seorang yang baru. Hanya kepadaMU hamba bersyukur. Hanya kepadaMU hamba memohon untuk mencintai kedua orang tuaku dengan cinta yang sangat besar. Sungguh aku tidak mampu membalas semua jasa mereka.

Dan sekarang akhirnya aku tahu bahwa ini yang terbaik dariMU. Doamu ya ummiy,….

Bantu hamba agar hamba bisa berbakti untuk keduanya hingga mereka bisa masuk ke SYURGAMU, ya Rabbi….

Luv u ummi, luv u abi…. coz ALLAH.

3 thoughts on “Doa Mama

  1. risna1911z says:

    keren kak tulisannya
    met wisuda aja

  2. Lino says:

    Selamat utk dyna-q dan s’muanya jalan ini masih panjang dan masih terlalu banyak yg harus dilalui…
    S’moga apa yg udh dyna lalui ini bisa membuat dyna lbh siap utk hadapi masa baru..
    Memang…. Mereka berdua adl yg terbaik mengalahkan apapun yg ada di bumi…

    S’lamat utk saudara-q…

  3. moelecakep says:

    tulisan yang paling aku sukai dari tulisan2 dyn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: