Ukhuwah Tidak Boleh Mati

Hari ini, Laboratorium Teknik Digital. Langit juga belum terang, bada subuh yang sangat tenang.

Pukulan itu luput…, namun telak mengenaiku. Di hati tepatnya!

Aku pernah bertanya, apakah memutuskan tali silaturahim bisa menjadi solusi atau tidak, dan akhirnya aku tahu jawabannya sekarang. TIDAK, jelas sudah ini adalah jawabannya. Tidak bicara, tidak bertegur sapa, tidak menghiraukan satu sama lain, semua hal ini sama sekali bukan solusi untuk masalah apapun. SAMA SEKALI TIDAK! Dan jawabanku akhirnya didukung oleh Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimallah dan ceritanya hari ini. Luar biasa!

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimallah menjelaskan penggalan-penggalan ayat di bawah ini dengan sangat indah:

“Dan kaum mukminin serta mukminat, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain,….”

(At Taubah [9]: 71)

Ayat ini menunjukkan bahwasannya kaum mukminin dan mukminat adalah para penolong (bagi sebagian yang lain.). Mereka saling menasihati dan mencintai di jalan Allah, saling berwasiat dengan al-haq (kebenaran) dan kesabaran atasnya, serta saling menolong dengan kebaikan dan taqwa. Demikianlah kaum mukminin dan mukminat seluruhnya. Seorang mukmin adalah penolong bagi saudara dan saudarinya di jalan Allah. Dan seorang mukminah adalah penolong bagi saudara dan saudarinya di jalan Allah. Masing-masing dari keduanya mencintai kebaikan bagi yang lain, menyerunya kepada kebaikan tersebut, bergembira dengan keistiqmahan saudaranya di atasnya dan menahan kejelekan darinya. Dia tidak menggunjing saudaranya, tidak membicarakan kehormatannya, tidak mengadu domba atasnya, tidak mencacinya, serta tidak menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang batil. Demikianlah kaum mukmin dan mukminat….

“…Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar….”

(At Taubah [9]: 71)

Ini adalah kewajiban yang agung yang di dalamnya terdapat kebaikan umat, dengannya pertolongan untuk agama ini dan dengannya diputus segala sebab kebinasaan, kemaksiatan, dan kejelekan. Maka kaum mukminin dan mukminat memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah diri yang munkar. Seorang mukmin tidak akan DIAM apabila melihat dari saudaranya suatu kemunkaran, bahkan dia akan mencegah darinya. Demikian halnya jika dia melihat dari saudarinya, ‘ammah (bibi dari pihak bapak), kholah (bibi dari pihak ibu) atau selain mereka suatu kemunkaran, dia akan mencegah mereka darinya. Dan apabila dia melihat dari saudara atau saudarinya di jalan Allah suatu sikap pengurangan dalam kewajiban, maka dia mengingkari atasnya dan memerintahkan padanya perkara yang ma’ruf. Semua itu dilakukan dengan lemah lembut, hikmah, dan metode yang baik.

Lain lagi cerita orang yang mengalami langsung kejadian ini. Sekitar setahun lebih dia tidak bicara dengan saudaranya itu. Meminta penjelasan tapi hanya diam yang dia dapat. Mana pernah aku tahu diriku salah apa kalau dia diam saja. Diam dan menikmati kesalahanku terus ada. Tidak menegur atas kelakuanku yang menurutnya salah. Aku pernah bilang, jika dia tidak suka pukul aku! Tapi dia cuma DIAM! BETE! Dia pernah begitu emosi menceritakannya.

Tapi malam ini komunikasi itu ada. Bukan dengan kata-kata. Yang penting aku tahu dia tidak suka itu. Selama ini aku lakukan ini kepadanya tapi dia hanya diam saja. Tidak ada komunikasi. Baguslah dia marah sekarang. Walau pukulan itu luput, namun sungguh berbekas. Pukulan itu berteriak, aku tidak suka! Dan aku berjanji pada diriku untuk tidak melakukannya lagi. Selamanya.

Tidak membicarakan kembali kelanjutan drama ini seperti apa. Urusan mereka masing-masing. Kita sebagai saudaranya hanya bisa berdoa agar hubungan yang dulu baik, jadi baik kembali suatu hari. Untuk mereka berdua; UKHUWAH TIDAK BOLEH MATI. Wallahu a’lam bish shawab.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Semuanya telah jelas di depan mata. Buka lembaran hari ini dengan lembaran yang baik, untuk menuliskan kisah yang baik pula. Semoga hari ini berakhir baik untuk kalian semua yang membaca tulisan ini.

Mohon maaf atas segala kesalahan, jangan diam jika aku salah teman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: