Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta….

Saat aku akhirnya bertanya, “Antum ada perasaan dengan dia?”. Sebelum dia menjawabnya pun, ekspresinya jelas mengucapkan jawaban itu dengan lantang. Walau terputus-putus, terbilang ragu-ragu menjawabnya, akhirnya dia mengakuinya. Aih, pengakuannya sempat membuatku pening sesaat, gagal mendidik aku ini….

Jawaban itu akhirnya keluar juga setelah sangat lama ku tunggu. “Saya tahu itu salah kak, tapi….”, tidak sanggup deh meneruskan kata-katanya. Tambah buat puyeng. Cuma bisa terperangah dengan jawabannya. Lalu aku pun berusaha menjelaskan semampuku, namun ternyata saat itu ungkapannya (saat aku memintanya untuk menyadari kesalahannya) adalah ungkapan ketakutan. Ungkapan takut tidak menemukan akhawat sebaik itu lagi, sehebat dia lagi…, ungkapan-ungkapan kekaguman itu menambah-nambah beban pikiranku saat dia menceritakan akhawat yang sudah hapal hingga 5 juz itu. Sedang solusi menikah dia belum sanggup ambil.

“Antum ga percaya Allah, akhi…? Jodoh antum sudah ada, akh. Wallahu a’lam ada di mana sekarang. Itu jodoh pilihan Allah dan pasti yang terbaik untuk antum. Kenapa harus resah dengan yang belum tentu jodoh antum.”. Aku berusaha menjelaskan filosofi ta’aruf. Bicara dengan sangat perlahan berharap hatinya mau terbuka menerima ini.

Pyuh, hidayah benar-benar hanya datang dari Allah. Mengakui dirinya salah namun tidak sanggup melepaskannya. Tapi kata-kata terakhir yang membuatku menghela nafas sangat panjang, kata-kata terakhir saat nada suara kami mulai meninggi, kata-kata yang membuatku sempat terdiam adalah pengakuannya yang tidak mau kehilangan sang akhawat. Dia pun kaget dengan apa yang keluar dari mulutnya.

“Antum tidak cinta dia karena Allah….”. Sedih sekali saat aku mengucapkannya.

Manusia itu lemah, sangat amat lemah. Mudah sekali terjatuh. Jika kau cinta dia karena Allah maka kau akan sangat rela melepaskannya untuk kebaikannya. Jika kau sayang dia karena Allah maka kau tidak akan membiarkan dirimu menjadi penyebab dirinya melakukan maksiat kepada Allah, menduakan Allah…. Jika kau mencinta karena Allah kau tidak akan pernah takut kehilangan dia, karena yakin bahwa Allah telah menyiapkan yang lebih pantas dan lebih baik daripadanya. Kau takut dengan sesuatu yang belum tentu rejekimu dan kau resah dengan sesuatu yang belum tentu kau akan miliki.

Aku pun pernah ditanya oleh salah seorang ikhwan, “Kalau nge-take akhawat gitu hukumnya apa, Kak?”. Tergambar jelas dari pertanyaannya bahwa ikhwan ini takut kehilangan si akhawat. Dia cinta sosoknya, dia cinta karena dia baik, dia cinta karena dia kagum dengannya.

Ya Allah, lemah benar hati ini. Jangan biarkan aku mencintai bukan karenaMU.

Aku sudah tidak sanggup untuk bicara apapun saat ungkapan itu keluar dari mulutnya, “Jika antum cinta dia karena Allah, maka jangan biarkan antum jadi penyebab maksiat untuknya.”, dia hanya diam, memberi tatapan memelas. “Buat dia cantik di syurga….”

Aku pun meninggalkannya sendirian. Berharap kesadaran itu muncul dari dalam dirinya. Wallahu a’lam.

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin.

(Ibnu Umar)

Aih, aku jatuh cinta ya Allah…, jangan biarkan cinta ini jadi maksiat kepadaMU.

11 thoughts on “Aku Jatuh Cinta

  1. ratri says:

    hehehe ja… beberapa bulan yang lalu, aku dapetin curhatan 2 ade tentang itu…

  2. hahaha…bagus akh tulisannya. kadang sempat terpikir hal tsb. tapi saat ana sadar dan berpikir seperti antum, rasanya khayalan itu pergi dengan sendirinya. Tapi memang, ana bandel, jadi sering salah. hehehe.
    Harus lebih sabar lagi ya..

  3. moele says:

    Bagus,………… mantav………..

  4. alibtisam says:

    Asslmkm,,
    ente kenapa,,,akh,,,,?
    weird person… :D

  5. asri says:

    nice kick, akh
    thanks :)

  6. Aldo Al Fakhr says:

    an tau yang ngomong nge tag itu siapa!
    kan an disana jg….

    nice post…

  7. Ika says:

    Amiin… semoga hati-hati qt senantiasa dijaga oleh Allah selalu…. Ya Rabb jika q jatuh cinta ijinkan cinta ini hy tuk meraih mahabbah dari MU.. :)

  8. Favian says:

    @aldo ==> dah gak usah ikut2an deh, masih kecil, hehehehe…

    fenomena yang terjadi saat ini… mw bagaimana lagi, tugas kita hanya mengingatkan, selebihnya terserah anda (lho koq…, hehehe…)

    Wuih keren bgt dah hapal 5 juz…(:terpesona:)

  9. Raly Syadanas says:

    nice gan..

  10. thomhertsiadari says:

    eh, malah baca ini lagi. ane juga tau itu siapa.. hoho.
    *hal ga penting
    insya Allah orgnya dah berubah

  11. thomhertsiadari says:

    lama ga baca blog antum akh. ini baca lagi yg ini, jadi menebak2 siapa gerangan yg ditulis ini,.. kekekeke.. kok ada ane yg komen? kekekek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: