Hijrah

Doa-doaku….

Hijrah dengan raga berarti pindah dari suatu tempat menuju tempat lain, seperti firman Allah;

“Dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka” [An-Nisa (4): 34],

Dan hijrah dengan lisan berarti menjauhi perkataan kotor dan keji, seperti firman Allah;

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik” [Muzammil (73): 10],

Sementara hijrah dengan hati berarti menjauhi sesuatu tanpa menampakkan perbuatan, seperti firman Allah;

“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan’ “. [Al-Furqan (25): 30]

Dan bisa juga berarti dengan semuanya, seperti firman Allah;

“Dan perbuatan dosa, maka jauhilah” [Al-Muddatstsir (74): 5]

Semua paparan di atas adalah kata-kata Allah azza wa jalla untuk kita semua bahwa hijrah adalah suatu yang harus kita lakukan. Kita padahal tahu apa yang sedang terjadi pada diri kita, namun kita tidak mampu, atau belum mau untuk meninggalkan apa yang sudah terlanjur kita senangi – walau terkadang belum tentu Allah sukai.

Kita padahal sudah tahu bahwa yang mubah dilarang berlebih-lebihan, karena terkadang membawamu menuju kepada kelalaian, namun tetap saja kau sayangi sehingga kewajiban pun akhirnya ketinggalan, bahkan bukannya membawamu kepada kesalehan namun menuntunmu kepada kemaksiatan.Kita padahal tahu, apa yang kita lakukan salah, kita juga tahu ilmunya, namun kita tidak mampu atau belum mau untuk pergi jauh-jauh dari hal tersebut, karena kita sudah terlanjur menikmatinya. 

Kita padahal tahu…,

Maka berhijrahlah…, karena ini satu-satunya jalan untuk menjadi orang yang baru. Benar-benar baru. Berhijrah untuk merefresh keimanan yang mulai luntur. Berhijrah untuk mulai menumbuhkan kembali benih ketaqwaan yang telah hancur.

Semua hal di dunia terjadi bukan untuk suatu kesia-siaan. Apa yang sudah terjadi adalah pelajaran. Maka buat pelajaran itu adalah sesuatu yang akan membuatmu tumbuh dalam lingkaran kebaikan yang memang Allah selalu tebarkan, namun terkadang kita tidak menyadarinya.

“Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

[An-Nisa (4): 100]

Walau pelan-pelan, satu-satu “mereka” muncul dihadapanku…. Doa-doaku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: