The BEST Wedding Planner

“Apakah seorang aku bisa dan boleh?”

Pria itu mengeluh. Ia bilang bahwa perjalanannya terlihat sangat panjang. Hidupnya makin hari terasa makin tidak karuan; dengan alasan memang dia tidak terbiasa dengan kehidupan di luar idealisme yang ia harapkan. Aku tidak pernah tahu, apakah karena dia belum terbiasa atau memang karena dia tidak berusaha untuk lebih kuat menghadapi semua gangguan yang menyerang.

Pria itu mengeluh. Ia merasa sendirian. Padahal aku tahu teman temannya banyak. Ia hanya bilang kalau terkadang ada hal-hal yang tidak bisa diceritakan kepada teman atau sahabatnya sekalipun. Ia berpikir bahwa sahabat atau teman pasti punya batas toleransi dan batas maksimal kapasitas dalam menampung semua keluhan kita. Bener ga sih? Sebelum aku bertanya, ia langsung menjawab;”Tidak juga kepada orang tua….”. Mengaku bukan tipe orang yang mengeluh kepada orang tua, ia takut bikin baban saja menceritakan hal-hal yang biasanya seorang muda alami.

Lama-lama aku bosan dengar ia mengeluh. Ia ingin mencari ketenangan hati di saat perjalanannya di mulai lagi. Hidup terasa begitu nyata di depan matanya. Dulu tidak senyata ini. Tidak nyata-nyata menggodanya untuk berpikir terus untuk mengejar dunia. Tidak nyata-nyata mempermainkan syahwatnya untuk mendekati semua yang tidak halal baginya. Tidak nyata-nyata menjerumuskannya kepada liang penuh sampah dosa, lalu terseok-seok menggapai dan memanjat tepi liang lalu berusaha keras membersihkan semua kotoran sampah dari badannya; saat sudah bersih ternyata sulit untuk membuatnya harum kembali. DIA BOSAN MELAKUKAN KESALAHAN!!!

Aku mulai simpati, dan pria itu mengeluh untuk yang terakhir kali. Ia butuh teman yang bisa menentramkan hati. Membuatnya berdiri saat dia terjatuh. Yang mau menasehati saat dia melakukan kesalahan. Yang mampu mendengar apapun di saat ia mengeluh apapun. Yang bisa dijadikan teman selamanya tanpa rasa bosan bersamanya. Yang akan selalu mendorongnya saat semangatnya mundur. Yang bisa membuatnya tertawa di saat ia sedih. Menemaninya selalu…. Aku sudah mengerti apa yang ia maksud, tapi bukan itu inti keluhannya kali ini; “Apakah seorang aku bisa dan boleh?”

Perlu istri ini orang! Aku cuma mampu memberinya saran (hmmmm…. menghiburnya lebih tepatnya), bahwa semua ada ujungnya. Bahwa serahkan semua kepadaNYA. Aku percaya bahwa semuanya sudah tertulis untuk menjadi nyata. Tidak ada rekayasa, tidak ada manipulasi data. Serahkan pada Allah, lalu bersantailah karena pernikahannmu diserahkan pada ahlinya. Dari calon istri, dari panitia pelaksana pernikahan, dari penghulu, wali dan saksi, dari tempat, tanggal dan waktunya sudah dipilihkan oleh Wedding Planner yang paling hebat sejagat raya. Tenang kawan…, semua ada waktunya.

Ku tinggalkan ia sendirian. Bosan mendengarnya mengeluh melulu. Semuanya tergantung dia sekarang. Wallahu a’lam. Mari doakan ia -saudaramu juga, kawan- agar ia mendapatkan sang penenang dan penentram hatinya yang terbaik…. Biar semua malaikat mengamini semua doa kalian dan dan kekuatan doamu menjadi kekuatanmu juga.

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

[QS. Al- Furqan(25): 74]

3 thoughts on “The BEST Wedding Planner

  1. nabiel says:

    curahatan isi hati yang paling jujur yang pernah aku dengar dari seorang reza :-)

  2. bijakfajar says:

    what a great insight…let the pro doing the job well…

  3. mqitt says:

    Assalamu’alaykum wr wb
    Numpang pengumuman yaaaaa
    Blog Madrasah Qur’an IT TELKOM : http://mqitt.wordpress.com
    terimakasih ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: