The Best Wedding Planner II – Ta’aruf

Tulang-tulang igaku bernyanyi, bahagia menemukan apa yang selama ini mereka cari. Sendi-sendi rusukku bergetar seakan telah bertemu dengan sang penawar hambar….

“Antum mau yang ideal atau yang tidak ideal?”, jawaban memang seharusnya sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Bisa dibilang itu prolog yang baik yang membuatku makin penasaran apa kelanjutan jawabannya. Melihatku memasang muka -tolong teruskan- orang yang aku sebut murabbi di depanku meneruskan jawabannya.

“Ideal; jika antum hanya serahkan CV lengkap antum ke ana, berikan semua kriteria calon istri yang antum inginkan sedetil mungkin, ceritakan bagaimana pengaruh antum di keluarga. Hanya itu. Tanpa menyebutkan nama siapa pun.” Aku hanya angguk-angguk kepala. Kalau yang ini sudah tahu dari dulu. Lalu beliau meneruskan kembali.

“Tidak ideal; sama dengan yang ‘ideal’ namun jika antum ingin menyebutkan sebuah nama, dipersilakan.” Sebelum beliau meneruskan, “Memang boleh gitu, Mas?”

“Boleh. Misal, ada teman SMA antum dulu, antum tidak pernah berhubungan intens dengan dia, lalu sekarang antum mau lamar dia, ana akan bantu, akhi.” Aku hanya ber’O’ dalam hati. Walau aku tahu memang dahulu para salaf juga seperti ini. Yah, contohnya sahabat Ali bin Abi Thalib yang jelas-jelas melakukan lamaran kepada orang yang spesifik, yakni putri Rasulullah, Fatimah Az Zahra.

Cukup memberikan pencerahan.

Dan tadi malam, aku mendapat telepon dari seorang sahabat yang menceritakan ketenangan hatinya datang malam itu. Hanya bisa bertasbih, dengan jawabannya yang menggetarkan. “Akhi, antum ingat ana pernah cerita tentang seorang ukhti? Kemarin ana berusaha buat ini jadi serius karena ana takut perasaan ini jadi dosa. Maka ana bertanya kepada sahabat dekatnya apakah dia sudah proses atau belum. Dan alhamdulillah ternyata tadi sahabat dekatnya bilang bahwa dia sedang proses.” Aku tersenyum.

“Hati ana sekarang jadi tenang, walau sangat manusiawi jika ada rasa kecewa sedikit. InsyaAllah sedikit.” Aku percaya akhi. “Ana jadi mantap menggunakan jalur yang lebih syar’i lagi.” Biar Allah yang carikan sang bidadari untuk dirimu, Bro….

Aih, aku (mau pakai ‘kita’ tapi belum tentu semuanya setuju) hanya seorang manusia yang banyak salahnya, banyak dosanya, tiap hari pasti saja ada bid’ah yang dilakukan, tiap jam pasti ada saja hal yang sia-sia yang diperbuat, tiap detiknya bahkan ada saja dzan-dzan yang tidak penting muncul dalam hati dan pikiran.

Jauh benar jika aku dibandingkan dengan para sahabat Rasulullah. Aku masih saja sibuk menjauhi diri dari neraka sedang mereka radiallahu anhu itu sibuk untuk mendekati syurga. Maka dari itu aku sungguh tidak akan percaya dengan pilihanku sendiri, pilihan si orang hina. Biarkan Allah saja yang memilihkan pasangan hidupmu. Tidak perlu risau, karena kau punya The Best Wedding Planner paling handal di seluruh semesta.

Dari Abu Hurairah ra, berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Swt telah berfirman, “Barangsiapan memusuhi orang yang setia kepada-Ku (kekasih-Ku), sungguh Aku telah menyatakan perang terhadapnya, dan tidaklah seseorang bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada hal-hal yang telah Aku fardhukan. Dan tidaklah seseorang hamba terus menerus bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gunakan untuk berjuang dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Aku memberinya perlindungan.”

[HR. Bukhari]

Wallahu a’lam…

8 thoughts on “The Best Wedding Planner II – Ta’aruf

  1. blueprivate says:

    mantep artikelnya… bikin sendiri nih?? ato juga ada pengalaman pribadi
    (dwiyanto)

  2. wielda says:

    ehem…. sangat setuju sekali dengan piliha “Ideal”. Biar dari tangan Allah saja yang memberikan sang belahan jiwa itu.

  3. farid balikpapan says:

    antum bikin novel aja akh reza..ntar biar ana bantu promote,,gmana?

  4. nina says:

    Jadi Fatimah dan Ali pernikahannya tidak dikategorikan ideal ya?

    *Astaghfirullahal adziim… =(*

    • abdullah says:

      Kalau bacanya setengah2 ya pasti ga ngerti. dibaca secara menyeluruh, baru berkesimpulan. Intinya kita dengan para sabahabt tidak bisa dibandingkan. Seperti langit dan bumi. Baca sekali lagi yaaaaaaaaaa nina….

  5. nina_chan says:

    Sebenarnya saya baca sekurang-kurangnya 3 kali sebelum komen. Tapi mungkin kecerdasan linguistik saya emang di bawah standar kali yaa…

    Kita dan para sahabat memang tidak bisa dibandingkan. Berarti di masa kini kita harus lebih menambahkan kategori persyaratan agar bisa disebut ideal disamping apa-apa yang sudah dicontohkan oleh generasi salaf ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: