Entahlah…,

Entahlah…,

Tapi aku percaya kalau hidup itu seperti bertani. Menebar benih, lalu menunggu keajaiban datang dengan membawa sejuta kejutan. Menunggu tunas pertama muncul, lalu berharap yang terbaik akan terjadi. Lalu memanen hasil di penghujung usia. Kualitas dan kuantitasnya ya tergantung dengan seberapa perjuangan dan besar pengorbanan yang telah kita lakukan.

Aku percaya bahwa maksiat bisa buat segalanya kacau balau. Maksiat bisa buat rejeki jadi seret, keberuntungan bisa menurun, apa yang dicita-citakan bisa tertunda pencapaiannya, teman-teman pun akhirnya menjauh, dan tak tanggung-tanggung maksiat bisa buat kita malas ibadah dan akhirnya menyebabkan maksiat yang lain akan terjadi. Maksiat hanya seperti menusuk diri dengan ribuan jarum berkarat menyakitkan pada tubuh sendiri. Tubuhmu akan luka dan membusuk, lalu tak akan satupun malaikat akan datang memberi berkah titipan Allah pada langkahmu saat itu.

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

[QS. Al-Hasyir (59) : 19]

Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.”

[HR. Ahmad]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

[QS. Asy-Syura (42): 30]

Aku pun percaya bahwa besar pahala itu sebesar pengorbanan yang sudah dilakukan. Sebesar hati tulus untuk melakukannya, sebesar keinginan memberi untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik. Sebesar kasihmu pada dunia, sebesar sayangmu pada sesama. Sebesar cinta… Cinta pada Allah ta`ala semata. Bukan karena makhluk, bukan untuk materi. Tapi hanya untuk membeli tiket kereta api ekspres untuk melewati shiratal mustaqim, cara cepat aman dan nyaman menuju syurga.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.”

[HR. Al Baihaqi]

“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.”

[HR. Tirmidzi]

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.”

[HR. Muslim]

Dan aku percaya setan itu selalu bersamaku. Menempel di semua panca indraku, di setiap sendi-sendi tubuhku, di semua helai tubuhku. Membisik-bisiki saat aku lemah, merayu-rayu saat aku lengah, dan mengajak-ajak saat aku lalai. Terkutuk kau setan! Berkali-kali dia menertawakanku karena aku selalu menurut apa yang dia inginkan. Berkali-kali dia terbahak karena aku gagal melindungi ketaqwaan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.

[QS. Ali Imran (3): 14]

“Sesungguhnya setan itu berjalan menurut aliran darah anak adam. Seungguhnya aku khawatir setan menyusupkan kejahatan ke dalam hati kalian.”

[HR. Muslim]

Entahlah…, Ups! Wallahu a`lam….

Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.

[HR. Bukhari]

*Lembur di kantor, yang lain nonton bola. Mau ikut nonton, tapi aku tidak begitu tertarik. Lagi little bit mumet….

2 thoughts on “Entahlah…,

  1. (Astaghfirullah…)

    Hmm.. Klo gitu, ente sering2 mumet aja, Za. Biar blognya update. :D

  2. julianusginting says:

    wekekekekee…..biar blognya update ya harus diupdate…:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: