Karena Merasa Cukup Itu Sulit….

“Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku, bukan masuk ke dalam hatiku.” (Abu Bakar Ash Shiddiq ra.)

Kini membenarkan kata-kata murabbi saat itu, “Beda lingkungan beda godaan. Saat antum sekarang kuliah mungkin fitnah wanita akan sangat sulit antum hadapi, namun saat nanti antum kerja maka fitnah harta akan datang ke antum. Dan saat harta sudah di tangan, maka  fitnah yang harus antum hadapi bertambah; fitnah kekuasaan.” Dan ini terjadi pada semua orang dan ini sudah diucapkan dari bibir Rasulullah saw. lebih dari 1500 tahun yang lalu dan sudah terjadi dan terus berulang dari jaman ke jaman.

Fitnah pertama;

Rasulullah saw. bersabda, ” Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita” (HR Bukhari dan Muslim)

Fitnah kedua;

Rasulullah bersabda, “…Demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian dan hamba mode. Jika diberi, ia ridho. Namun jika tidak diberi, ia pun tidak ridho”. (HR. Bukhari)

Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari)

Fitnah ketiga;

Salah satunya ditulis oleh Ali bin Abi Thalib r.a. dalam suratnya kepada Mu’awiyah: “Dunia membuat orang sibuk dan melupakan urusan-urusan lain. Pengejar dunia tak pernah mendapat sesuatu, selain rasa tak puas. Sungguh, ia tidak akan pernah puas pada setiap apa yang diperolehnya.”

Inilah sifat manusia. Tidak akan pernah puas dengan harta. Semua bermula dari gaji pertama. Kemudahan dalam memenuhi sesuatu jadi suatu kenikmatan yang begitu besar. Berbeda dengan dahulu saat mendapat uang begitu sulit, saat kita masih bergantung dengan orang tua, saat melihat segalanya dari sisi kemahalan dan nominal harga. Karena inilah ada sikap protektif untuk-tetap-mendapatkan-kemudahan-pemenuhan-keinginan (bukan kebutuhan .red) yang membuat kita cenderung senang mencari harta.

Bisikan itu halus namun tepat sasaran. Setan berhasil meyakinkan dirimu untuk memenuhi semua hal yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Mereka (setan .red) mungkin akan berbisik, “Memanjakan diri sedikit tidak mengapa… Belilah ini, belilah itu. Ini uang hasil jerih payahmu. Kau pantas mendapatkannya.”.

Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.” (QS. At Takatsur: 1)

Mungkin kita tidak pernah bermaksud untuk bermewah-mewahan. namun terkadang kita secara tidak sadar jatuh pada perangkap setan. Aku teringat dengan seorang saudara yang begitu baik menahan hawa nafsunya. Suatu ketika saat dia berjalan bersamaku, dia bicara tentang makanan yang sangat ingin dia makan. Dan bersamaan dengan itu secara kebetulan kami berjalan melintasi orang yang menjual makanan yang dibicarakan itu. Langsung saja kami menghampiri tempat itu. Namun sebelum sampai di tempat jual makanan itu dia berhenti dan berbicara sendiri, “Aku sekarang lapar atau tidak?” Diam sejenak, aku hanya diam saja mengamatinya. Lalu dia bicara sendiri lagi, “Tidak lapar. Ga jadi deh.” Aku cuma bengong. Kagum dalam hati.

Namun seorang muslim haruslah menjadi seorang yang kaya. Karena sebaik-baik harta adalah harta yang dibelanjakan untuk Allah. Jika harta dipegang oleh orang yang jahat, maka harta itu akan menghancurkan dunia. Jika harta itu dipegang oleh orang yang biasa-biasa saja, maka harta itu akan sia-sia. Tapi jika harta itu dipegang oleh muslim yang baik, maka harta itu akan menjadi penyebab kebaikan di dunia.

Dari Abi ‘Abdillah Tsauban bin Bujdad bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.”

(H.R. Imam Muslim)

“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.”

(H.R. Imam Muslim)

Maka jadilah kaya, namun selalu takutlah pada Allah. Jangan sampai harta yang dititipkan olehNYA menjadi harta yang sia-sia karena kelalaianmu sendiri. Hanya kepada Allah aku meminta kecukupan terhadap dunia. Oleh karena itu, banyak berdo’alah pada Allah agar selalu diberi kecukupan. Do’a yang selalu dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah do’a:

Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina) (HR. Muslim)

An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “”Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, 17/41, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi). Berarti dalam do’a ini kita meminta pada Allah [1] petunjuk (hidayah), [2] ketakwaan, [3] sifat menjauhkan diri dari yang haram, dan [4] kecukupan.

Wallahu a’lam.

Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

3 thoughts on “Karena Merasa Cukup Itu Sulit….

  1. Ika says:

    Assalamu’alaykum

    good advice….yupz memang merasa cukup itu sulit, tapi tuk bisa menumbuhkan rasa itu dalam diri kita ternyata tdk sesulit yg kita bayangkan, hy membutuhkan waktu sekejap saja bukan?? :)reza alum st3 ya, salam ukhuwah ya za..mba jg kebetulan alum sana jg. btw notemu bagus2 semua yg ditulis pengalaman pribadi semua ya??? yg semangat menulisnya :)

    • abdullah says:

      iya mbak…Alumni masuk kampus tahun 2004. hehehehe…Betul mbak pengalaman pribadi. makanya belum banyak tulisannya…Soalnya nulis pas ada mood dan kejadiannya… :D Salam kenal juga mbak…

  2. Saslam kenal kak…. hehehe…

    nica inpo gan…

    dunia oh dunia.. ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: