Bergelung Sendiri

Karena aku memang harus memilih….

Aku menyebut maksiat adalah kenikmatan instan yang menyakitkan.

Aku menyebut aurat sebagai semua yang nikmat lihat-dengar-sentuh.

Aku menyebut ibadah adalah bukti cinta kepada Allah.

Aku menyebut menghindari fitnah adalah lebih sulit daripada memegang bara api.

Di hadapanku sekarang ada kenikmatan instan yang aku jelas tahu itu salah, namun aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku ingin menghampirinya. Aku ingin lebih tahu dan menelitinya lebih dalam. Aku ingin menggapainya dan melakukan observasi lebih lanjut…  Subhanallah…

Apa yang dilakukan nabiyullah Yusuf as. disaat-saat seperti ini ya Allah?

Andai imanku sekuat beliau,

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

[QS. Yusuf (12): 23]

Jika rasa itu datang lagi, aku hanya bergelung dalam tubuhku. Membulat, berusaha tidak memikirkannya lagi. Aku hanya ingin hilang dari dunia. Ini penyakit yang menyakitkan. Tersayat sembilu ditaburi garam lalu dibakar. Aku tidak sekuat itu bisa mempertahankan diri. Aku tak seteguh itu bisa berdiri tegak menghadang ombak berkali-kali. Aku hanya manusia biasa yang rapuh.

Aku pun hanya mampu berlari untuk kesekian kalinya. Tahu bahwa aku tidak cukup mampu menghadapinya. Melawan atau lari; maka aku pun berlari lagi.

Jangan lagi ya Allah… Jangan lagi ya Allah…

Aku menulis berharap rasa ini mereda. Aku menulis berharap engkau-saudaraku sudi memanjatkan sedikit doa untuk saudaramu yang lemah ini agar bisa selamat dan istiqamah dalam mepertahankan kehormatan diri dan agama.

Rasulullah saw. bersabda, ”Doa seorang muslim untuk saudaranya  yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakanya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”

[HR. Muslim, dari Ummud Darda]

Bergelung sendiri…

Kapan kau datang wahai penjaga hatiku… Aku rindu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: