25!

Karena memanfaatkan waktu itu lebih sulit daripada memperbaiki masa lalu…

Aku menyerah hidup saat aku melakukan kesalahan. Bagai seorang anak yang takut dimarahi oleh orang tuanya saat tidak lulus ujian. Bagai seorang pembantu yang kesekian kalinya memecahkan piring dan takut dimarahi oleh majikannya. Aku malu menampakkan wajahku padaMU, ya rabb…

Tapi aku tahu tak boleh putus asa terhadap rahmatMU,

“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87)

Aku pun tahu bahwa, 

Dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak Adam bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Ahmad)

Tapi salahku menggunung tinggi, menggenang seluas samudera… Aku malu ya Rabb. Namun Engkau selalu katakan,

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya. (TQS. al-Ra’d [13]: 6)

Sungguh aku menyerah hidup saat salah itu kembali terulang, saat salah baru tiba-tiba terbilang, saat aku merasa tak lagi layak disebut seorang hamba. Lebih baik mati saja sekarang… Tapi bukan ini yang Rasulullah ajarkan. Kata beliau saw. yang selalu kurindukan, beliau mengajarkan doa,

“Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian lebih baik bagiku. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan hari ini aku genap 25! Makin tua dan makin dekat lubang yang bisa jadi tempat penantian syurga atau tempat awal siksa neraka. Aih, tak pernah bisa merasa jadi seorang tua yang baik. Seorang hamba yang taat. Seorang anak yang sudah berbakti. Masih kurang sana sini. Masih banyak bolong-masih banyak yang harus ditambal…

Abu Bakrah berkata; seseorang bertanya: siapa orang terbaik itu? Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Ia bertanya: ‘Lalu siapa orang yang terburuk itu?’ Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menjawab: “Orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya.” (HR. Tirmidzi 2252)

Nabi SAW dalam sabdanya, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa dipergunakan, hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan, serta ilmunya dalam hal apa ia amalkan.” (Hadis Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi).

Cita-citaku banyak. Namun jika Engkau Yaa Maha Penyayang dan Maha Pengasih berkenan mengijinkan maka cita-cita pamungkasku; aku ingin hidup mengabdi dan wafat saat berjuang…

Jangan buat hamba lalai ya Allah, jangan biarkan syahwat melenakan dan membuatku lupa padaMU… Walau hanya sedetik saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: