Damn! It is JEALOUSY!

Masih sangat ingat saat pertama kali, Senin – 21 Juni 2004, mendengar adzan Syamsul ‘Ulum. Entah siapa yang adzan saat itu…, namun satu kata: merdu.

Wajar memang perasaan macam ini saat itu. Apalah yang dirasa seorang yang menikmati sesuatu yang jarang dirasakan oleh muka panca indra-nya? Apa pula yang dikesankan insan saat bertemu dengan sesuatu yang selama ini diidam-idamkan, selain kenikmatan yang tak mampu dituliskan dengan kata-kata maupun digambarkan dengan ungkapan apapun.

Intinya bahagia… Saat itu adalah saat yang bahagia.

Konsekuensi menikmati adalah konsekuensi tidak ingin jauh-jauh dengan penyebab kenikmatan dan otomatis benih cemburu mudah muncul saat melihat orang lain ‘lebih’ daripada kita; lebih dulu, lebih banyak, lebih bisa, lebih segalanya daripada kita. Jadi teringat seorang mutarabbi, saat di kampus dulu, bertanya yang kurang lebih seperti ini,

“Kenapa dulu saya tidak masuk pesantren ya kak? Iri dengan mereka yang sudah lebih dahulu mendapat mendapatkan hidayah, dapat ilmu agama lebih banyak daripada kita. Hapalan lebih banyak.” Senyum lebar dengan pertanyaan ini. Yang tinggal di pulau Jawa saja bilang begini apalagi yang dari Bali.  Anda bertanya pada orang yang salah, Adik.

Dan malam ini…, akhirnya rasa yang sama muncul di hati dan berada pada titik kulminasinya. Damn! It is jealousy!

Cemburu itu membuat derita. Meradang pelan-pelan, menginfeksi diam-diam, lalu tiba-tiba menyerang. Bukan lagi kata-kata penyemangat diri yang keluar; “Semangat! Jika dia bisa kenapa kita tidak?!”, namun pertanyaan-pertanyaan tak penting yang muncul; “Kenapa dia lebih beruntung?”, “Kenapa dia lebih banyak memiliki waktu?”, “Kenapa ini, kenapa itu?”.

Aih, sadar-sadar…. Walau enggan, tapi Allah memaksaku untuk mengingat akan kalimat yang kuucapakan sebagai jawaban pertanyaan mutarabbi di atas,

“Sayangnya Allah yang tahu yang terbaik untuk kita. Dan ini sudah yang paling baik menurut Allah, Akh. Banyak yang belum dapat hidayah seperti yang kita dapatkan sekarang.”

“…But it is possible that you dislike a thing which is good for you, and that you love a thing which is bad for you. But Allah knows, and you know not.” (QS. Al Baqarah: 216)

Jawaban standar. Semua orang bisa jawab seperti ini. Tapi mutarabbi manggut-manggut setuju, lalu samar-samar bergumam benar juga ya. Dan alhamdulillah malam ini pun – mau tidak mau – ini menyadarkan. Ingin tidak ingin ini juga yang meredakan iri di hati.

Tak mengapa-lah, toh ini cemburu yang diperbolehkan Rasulullah saw.,

Rasulullah saw bersabda Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal : seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu dia habiskan hartanya itu untuk membela kebenaran. Dan seseorang yang diberi ilmu oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari Muslim)

Semoga segera bisa seperti mereka yang beruntung itu.

BUT, actually we are the lucky ones… Beruntung dengan cara yang lain. Beruntung dengan cara yang berbeda. Semua sudah tertulis di lauh mahfudz. So, tak ada yang perlu diprotes. Jalankan apa adanya saja; ikhtiar harus, berdoa wajib, sisanya yuk mari kita tawakal.

Mengambil kata-kata dari salah satu blog; Everything happened for a reason. I know. That’s what everybody says. In fact I always believe in that. For everythings happened, I always believe that there’s something much better awaits me just around the corner. ;)

Mengaku bahwa tulisan ini hanya sebagai tulisan penghibur hati. Namun meyakini bahwa ini adalah salah satu episode yang harus dilewati dan ini menjadikan semuanya jadi menyenangkan. Selalu penasaran dengan kejutan yang Allah siapkan, tak sabar dengan caraNYA menunjukkan keindahan dan Maha Sempurna semua yang telah diciptakan. Entah kapan semua cerita ini akan berakhir. Namun pada saat-saat menjelang cerita akan tutup buku, ingin rasanya guratan akhir cerita ini adalah guratan yang baik. Baik menurutNYA, bukan baik menurutku.

We’ll see… Bismillahi tawakaltu ‘alallah wa laa hawla wa laa quwwata illa billah… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: