Tanpaku Dunia Tak Akan Sempurna

Dalam setiap perjalanan; saat ku duduk berdesakan dalam bus, saat aku duduk bersandar nyaman di kursi pesawat, saat aku duduk gelisah di atas fery tua antar pulau, aku menyadari bahwa luas sekali dunia. Sadar bahwa banyak sekali manusia yang aku tak kenal. Memandang mereka dari balik jendela bus lalu mendapati mereka mencuci baju lalu menjemur, lalu melewati sekelompok anak yang sedang ceria bermain lompat tali, ada yang menunggu giliran memandang serius kepada yang sedang nyngir lebar berusaha melompat dengan benar. Ada pula dua orang ibu yang ngobrol seru- yang satu berbicara dan menjelaskan ceritanya dengan gerakan tangan sedang ibu satunya serius memperhatikan dan siap-siap menanggapi dengan cepat cerita itu. Lalu ada juga yang sedang santai baca koran di teras halaman depannya, begitu saja sampai busku melewatinya.

Saat memperhatikan orang-orang yang masuk pesawat, selalu saja ada yang unik. Ada sekelompok anak muda yang sepanjang jalan ke tempat duduknya tertawa keras, seakan ingin orang lain mendengar topik menarik yang mereka bicarakan. Ada pula bapak paruh baya dengan muka lelah, lalu kikuk ingin taruh tas-nya dimana. Meminta pertolongan pramugari lalu duduk tanpa terima kasih. Ada juga ibu yang susah payah menenangkan anaknya yang menangis tak mau naik pesawat. Mukanya resah, memandang sekelilingnya, berharap tak ada yang terganggu dengan tangisan anaknya. Antara ingin marah, namun tak tega melihat anak batitanya yang tak mengerti apa-apa.

Setiap kali naik kapal fery antar pulau, hal yang paling menyenangkan untuk dilihat adalah cara anak-anak pantai memancing ikan. Ikan pinggir dermaga sangat banyak dan cantik-cantik dan mereka hanya berbekal kail dan nasi satu plastik saja. Sebar nasi di laut, lalu buang kail ke arah kerumunan ikan yang menyerbu nasi. Voila! Ajaibnya mereka dapat ikan dengan sekali sambar dengan menunggu hanya kira-kira semenit saat kail berada di tengah kerumunan ikan. Mudahnya mereka menangkap ikan-ikan itu. Subhanallah…

Aku tidak kenal mereka, tak pernah bertemu mereka sebelumnya, lalu aku mendapati mereka dengan begitu banyak ekspresi, dengan begitu banyak tingkah laku yang lazim dan biasa aku juga lakukan, dengan berbagai macam interaksi dengan sesamanya dengan normal. Mungkin menurutmu ini biasa saja, but I think this is amazing. Yang membuatku takjub; mereka mungkin lewat di kehidupan-ku hanya beberapa saat, yang jadi pertanyaan; lalu buat apa mereka ada untukku? Dan mereka pun tak pernah menyadari aku berada dia antara mereka, untuk apa aku diciptakan untuk mereka? Sungguh tak pernah akan sampai jika akal yang berbicara. Sungguh tak akan pernah melihat ujungnya dimana, jika hipotesis-nya dihasilkan menggunakan ilmu dan otak yang penuh dengan batas ini. Allah Maha Mengetahui sedang manusia sekali-sekali tidak pernah mengetahui.

Yang aku tahu bahwa tidak ada yang diciptakan untuk suatu kesia-siaan. Tiap individu menjadi tokoh utama untuk ceritanya sendiri. Semua orang-orang yang berada di sekitar-nya hanya figuran saja. Penunjang untuk menyelesaikan akhir cerita dengan pilihan akhir cerita yang ditentukan oleh individu itu sendiri. Aku, kamu, kita semua diciptakan untuk membuat semuanya sempurna atas kehendakNYA. So, salah besar bagi mereka yang merasa bahwa dirinya tidak seharusnya dilahirkan, mencaci dunia yang oleh matanya tidak adil, lalu mengakhiri hidup dengan berbagai macam cara. Na’udzubillah….

Diriwayatkan dari Tsabit bin Dhahak r.a, dari Nabi saw. beliau bersabda, “Barangsiapa yang sengaja bersumpah palsu dengan agama selain Islam maka ia seperti yang ia ucapkan dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sebatang besi maka ia akan disiksa dengan besi tersebut di dalam neraka jahannam,” (HR Bukhari [1363] dan Muslim [110]).

Diriwayatkan dari Jundub r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Dahulu ada seorang laki-laki yang mengalami luka parah sehingga ia membunuh dirinya sendiri. Lalu Allah SWT berfirman, ‘Hamba-Ku telah mendahuluik-Ku maka Aku haramkan baginya surga’,” (HR Bukhari [1364] dan Muslim [113]).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari atas gunung hingga tewas maka kelak ia akan menjatuhkan dirinya di neraka jahannam dan mereka kekal di dalamnya selama-selamanya. Barangsiapa meneguk racun hingga tewas maka racun yang di tangannya itu akan ia teguk di dalam neraka jahannam dan ia kekal di dalamnya selama-selamanya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi maka besi yang ada di tangannya akan selalu menusuk perutnya di dalam neraka jahannam dan ia kekal di dalamnya selama-selamanya,” (HR Bukhari [5778] dan Muslim [109]).

Maka dari itu mengapa ganjarannya pasti neraka untuk mereka yang melakukannya. Jangan menyerah pada rahmat Allah, Kawan… Tak ada yang sia-sia, dunia tak akan sempurna tanpa diriku… Dan tentunya tanpa dirimu juga.

SEMANGAT!!! \(^o^)/

One thought on “Tanpaku Dunia Tak Akan Sempurna

  1. risna1911z says:

    kurang naek kreta aja ini ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: