Pacaran Islami II

Pacaran itu boleh. Pacaran itu tidak dilarang. Pacaran itu hanya untuk mereka yang berani. Karena kata pacaran berarti tahu konsekuensi. Ini tulisan yang tidak mendukung pacaran sama sekali. Bukan pula catatan bahwa penulis sedang melarang-larang. Ini hanya sebuah tanda bahwa aku saudaramu, dan aku peduli… That’s it

Pacaran itu boleh, asal… Anda bisa membedakan pacar anda dengan Allah. Saat adzan tiba kita lebih asyik ketemu pacar daripada ketemu Allah. Padahal ketemu pacar sudah hampir 3 jam, sedang untuk ketemu Allah hanya maksimal 15 menit anda enggan. Menunda shalat, lalu shalat saat injury time dengan kecepatan melebihi supersonic concorde.

Pacaran itu tidak dilarang, asal… Anda bisa lebih banyak memuji Allah swt. dan Rasul saw. daripada memuji pacar anda. Setiap malam telepon hingga larut, lalu lupa yang namanya dzikir setelah shalat, apalagi mengucapkan shalawat kepada Rasulullah saw. Apalah yang dilakukan orang yang jatuh cinta selain memuji yang dia cintai? Maka siapa yang lebih kau cintai? Sedang rejekimu sudah ditanggung dan nyawamu masih disisakan untuk bertaubat. Tapi kau berani-berani untuk berpaling dariNYA, shalat hanya sebagai kewajiban dan bertemu-berhubungan dengan pacar adalah kebutuhan.

Pacaran jelas-jelas untuk mereka yang berani, yang tahu semua konsekunsi…. Konsekuensi untuk melakukan syirik kepada Allah. Anda lebih semangat memberikan kejutan kepada pacar di hari ulang tahunnya daripada memberikan kejutan kepada Allah dengan shalat-shalat malam dengan khusyuk. Anda menunggu-nunggu senyum pacar anda saat membuka hadiah yang anda berikan daripada menunggu-nunggu senyum Allah dengan limpahan rahmatNYA…. Apa pula namanya jika tidak syirik, Saudaraku… Setan dimana-mana, dan jangan sampai salah satunya adalah pacar anda….

Ini hanya hal kecil yang aku sampaikan… Ini hal kecil dari banyak hal yang lebih buruk yang aku paparkan. Banyak yang melakukan zina dengan kedok pacaran. Naudzubillah… Sungguh aku peduli. Maka kembalilah kepada yang lebih aman. Anda ingin keberkahan turun dengan hubungan yang anda lakukan. Maka menikahlah… Jangan ditunda-tunda jika memang sudah siap. Jangan diragu-ragu jika anda memang harus.

Tidak ada kebaikan yang bisa hadir dari kemaksiatan…. Keluarga yang berkah didapatkan dari proses yang berkah juga….

Wallahu a’lam…

Mari hidup dengan syariat. Syariat itu mudah, namun jangan dimudah-mudahkan.

4 thoughts on “Pacaran Islami II

  1. blueprivate says:

    numpang copas ke blog ane boleh ga ka ??

  2. eko marwanto says:

    yang lain pada pacaran sih, jadikan bikin kepengen….hmmmph

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: