Haji dan Umrah Setiap Hari :)

(Ceritanya) suatu hari seorang pria hitam berandai-andai… Andai aku bisa pergi haji dan umrah ke Baitullah… Kapan ya? Khayalannya terbang tinggi lalu mentok. Terbang lagi, kemudian buntu….

Berandai-andai seperti ini dibolehkan oleh para ulama; oleh Syaikh Al ‘Utsaimin dalam Al Qaul Al Mufid dan oleh Syaikh Hamad bin ‘Atiq rohimahumalloh dalam Ibthaalu tandiid, yang menyebutkan tentang berandai-andai yang diperbolehkan:

  1. Berandai-andai dalam mengangankan sesuatu yang terpuji. Misalnya mengatakan, “Seandainya saya punya harta saya akan bersedekah sebagaimana si fulan.”
  2. Berandai-andai untuk sekedar mengabarkan keadaan. Sepeti perkataan, “Seandainya kamu tadi datang pelajaran niscaya kamu mendapatkan faidah yang berharga.” Seperti sabda Nabi, “Seandainya kaummu bukan orang yang baru masuk Islam niscaya akan aku pulihkan bangunan ka’bah di atas pondasi yang diletakkan oleh Ibrahim.”

Tapi andai-andai yang diperbolehkan ini jangan hanya jadi khalayan kosong tanpa ikhtiar, menjadi mimpi lalu tidak teralisasi, menjadi angan tinggi untuk dilihat dari bawah saja, tidak mampu untuk menggapainya. Mimpi harus jadi motivasi. Angan harus jadi bahan bakar untuk mewujudkan. Dan khayal samar harus berubah wujud menjadi semangat yang meletup, besar dan terus membesar.

Namun tenang saja saudara-saudara, betapa baiknya Allah memberikan kemudahanNYA untuk kita hamba semua sehingga bisa dengan mudah berhaji dan ber-umrah, bahkan setiap hari, jika anda mau.

To the point saja, mari kita langsung simak tiga hadis berikut ini:

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu dia duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari kemudian shalat dua rakaat maka dia seperti mendapatkan pahala haji dan umrah.” Anas berkata: Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At Tirmidzi No. 586]

Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu kemudian dia duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbitnya matahari, kemudian dia bangun mengerjakan shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah.” [HR. Ath Thabarani]

Dari Abdullah bin Ghabir, bahwa Umamah dan ‘Utaibah bin Abd Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh secara berjamaah kemudian dia berdiam (berdzikir) sampai datang waktu dhuha, maka dia akan mendapatkan ganjaran seperti haji dan umrah secara sempurna.” [HR. Ath Thabarani]

Ini hadist untuk mereka yang punya tekad besar untuk pergi kesana namun belum mampu untuk kesana. Untuk mereka yang saat melihat gambar baitullah selalu muncul kerinduan besar, mengelusnya dan berharap bisa menyentuh sebenar-benar ka’bah, lalu membayangkan berteriak lantang untuk mengucap kalimat talbiyah dengan segenap perasaan. Untuk mereka yang punya cinta di hati, meneteskan air mata hanya karena ingin bertemu Allah azza wa jalla, walau hanya melihat rumahnya saja… Baitullah, aku rindu…

Semoga kita semua menjadi mabrur sebelum berhaji, semoga yang belum kesana disegerakan, dan untuk mereka yang sudah berhaji bisa memabrurkan diri sampai ajal pergi menghadap kehadirat ilahi rabbi kembali

Lalu manusia hitam itu tersenyum… Walau ragaku tidak disana, mungkin tanganku tidak memegang kain hitamnya, tapi Kau tahu bahwa hatiku sudah dan selalu ada disana…

Mudahkah ya Allah… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: