Pesan Untuk Ummiy

He called his mom with ‘ummiy’…. This is a story about his belief…

Dia tiba-tiba mengangkat telepon genggamnya. Aku tahu sudah sejak lama telepon genggamnya rusak. Tidak berdering, tidak bergetar. Hanya diam. Jika dia mengangkat telepon genggamnya berarti itu pas-pasan. Pas lihat hape pas ada yang telepon.

Dia mengucap salam. Menyadari bahwa ibunya yang telepon. Aku tipe orang yang sangat senang mengamati manusia. Mengamatinya diam-diam. Menlihat setiap ekspresi dan gerakan tanpa dia ketahui. Mendengar setiap kata dan gumaman yang dia keluarkan. Namun, dia lebih banyak diam dalam keseluruhan pembicaraan. Mengiyakan, mengangguk walau dia tahu ibunya tidak melihat itu, tersenyum lalu berkata frasa yang sering dia keluarkan, dan ber-hehehe walau aku tahu ekspresinya saat itu tidak sesuai dengan apa yang dia katakan.

Namun, di akhir hubungan jarak jauh itu dia mengucapkan begitu banyak kata-kata. Mengakhiri semuanya dengan baik aku pikir. Dia mengucapkan kurang lebih seperti ini,

“Santai, Miy…, Yang Miy harus tahu jika abang tidak jawab hape, tidak juga balas sms – karena lupa ya – jangan terlalu khawatir… Kan tahu hape abang lagi rusak. Tenang, Miy. Abang tidak semudah itu berakhir seperti yang Ummiy bayangkan. Jangan takut, jangan mikir yang macem-macem. Masih banyak yang abang harus lakukan di dunia. Jadi insyaAllah semuanya baik-baik saja. Abang mau naik haji sama Ummiy dan Abi, jadi insyaAllah semua akan baik-baik saja. Itu prasangka Abang dan abang yakin prasangka Abang sama dengan prasangka Allah. Ingat itu saja… Abang – insyaAllah – akan selalu baik-baik saja. Santai, ada Allah…”

Mana mungkin aku bicara dengankalimat macam ini di depan orang tuaku?

Mengakhirinya dengan salam. Mengucapkannya dengan hikmad seakan benar-benar mendoakan keselamatan, memintakan keberkahan dan rahmat selalu kepada orang di seberang telepon sana. Tersenyum lalu menutupnya. Aku tidak mengucapkan apapun. Dia yang memulainya.

“Ibuku overprotektif sekali. Dari kecil dia sangat takut aku kemana-mana. Pake nangis pula karena khawatir. Jadi beginilah…. Kita tidak pernah dianggap dewasa walau sudah sebesar ini.” Dia senyum lebar. “Aku pasti akan sangat rindu jika aku membayangkan suatu hari ibu dipanggil lebih dulu daripada aku. Makanya aku senang-senang saja diginiin.”

Aih…, anak ini… Cerita ini berakhir lalu aku pun mengambil ibrah,

Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. [Shahih Muslim No.4832]

Lalu tersenyum. Bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya sudah tersedia di dunia. Kita lahir dari rahim ibu bersama dengan semua yang kita butuhkan sampai ajal menjemput kita suatu hari entah kapan itu. Rejeki, jodoh, dapat masalah dengan solusinya, dapat sakit dan sembuhnya dengan apa pun semua sudah tertulis. Mati tanggal berapa, jamnya, menit bahkan detiknya pun tidak akan meleset. Aih, hidup itu hanya menjalankan skenario yang ada. Menjalankan skenario dengan pilihan-pilihan hidup yang tersedia.

Wallahu a’lam

Mencari ibrah dimana saja itu wajib, Bro… :) Hikmah dimana-mana, hanya harus lebih peka menginderanya saja…

Karena,

“Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK.” [QS Al-Baqarah : 269]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: