The Best Wedding Planner III – The Important Question

Karena menikah itu memindahkan tali tanggung jawab dari seorang ayah kepada laki-laki yang mengatakan dirinya siap menjadi seorang suami….

Innamal a’malu binniat… [HR. Bukhari]

­Bukan untuk status, bukan untuk sekedar prestis… Menikah bukan sekedar untuk dapat gandengan seorang wanita cantik pergi kemana-mana. Menikah bukan untuk sekedar untuk ganti foto profil jejaring sosial lalu bangga karenanya, ‘aku sudah menikah’. Bukan pula agar ada alasan untuk menggoda mereka yang belum menikah, menjejali doktrin tanpa memberikan pemahaman, memberikan saran namun miskin solusi.

Menikah tidak sesederhana menyimak ijab, dan tidak semudah menjawab dengan rangkaiannya kata qabul walau nervous setengah mati. Ijab itu adalah melepaskan tali tanggung jawab yang terikat antara ayah dan anak perempuannya, dan qabul adalah mengikatkannya kepada dia yang bilang – dengan gagah saat khitbah/melamar – bahwa dia siap menjadi seorang suami, menjaga dan membahagiakan wanita yang dia bilang cinta kepadanya hingga mati memisahkan nanti.

Tali bukan sembarang tali. Ini tali tanggung jawab, Bung! Tali yang membuat seorang suami selalu terikat dengan istrinya. Bergetar, mengalirkan beban dosa ketika seorang istri melakukan kesalahan akibat suaminya tidak memberikan peringatan. Bergetar, menyengatmu dengan api neraka ketika istrimu lalai kepada Allah dan itu karena tidak kau berikan pendidikan.

Oleh karena itu Rasulullah mengatakan kepada umatnya,

Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah…,” [HR. Bukhari dan Muslim]

Mampu untuk menghidupi, membiayai, dan menafkahi sebuah keluarga. Mampu secara mental untuk menghadapi semua hambatan dan halangan yang menghadang di depan. Dan yang paling penting mampu secara ilmu untuk dapat mendidik istri dan anak-anaknya kelak agar tidak tersesat. Ilmu yang benar menjadi sebab nafkah yang halal, ilmu yang baik membuat semua rintangan disingkapi dengan kacamata syar’i, ilmu agamalah yang mampu menciptakan keluarga, yang sering kita dengar dengan, sakinah mawaddah wa rahmah….

And then – suddenly – that question is appeared…. The important question: Is it me capable to?

Pertanyaan untuk kita semua. Aih, ini tidak bisa jadi alasan untuk menunda-nunda, lalu membuat-buat agar melegalkan hubungan yang lebih banyak mudlaratnya… Ingat, bahwa sesuatu yang berkah, juga diawalai dengan yang baik-baik juga…

Wallahu a’lam…

Semoga kita semua dilindungi dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik (amin).

2 thoughts on “The Best Wedding Planner III – The Important Question

  1. -=11000110=- says:

    ini jawaban yang aq tunggu mas …
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: