The Best Wedding Planner IV – Sembilan

It is just a number… Let me explain something about that nine (9)… 

Tidak ada alasannya, tidak ada filosofinya. Ditemukan dengan sendirinya. Bukan untuk dipas-paskan, dan tidak ada perhitungan dari tanggal lahirku atau calon, apalagi pake hitungan primbon yang sungguh tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw.. Jika memang ada perhitungan hari baik, maka aku yakin Rasulullah dan para sahabat radliallahu’anhu/’anha-lah orang-orang yang pertama kali melakukan hal-hal tersebut.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” [QS. Al Hadiid : 22 – 23].

Lha semuanya sudah tertulis kok di lauh mahfudz sana. Kenapa pula harus resah dengan tanggal, tidak boleh menikah tanggal segini, tidak boleh pergi tanggal segitu. Aih, kalau memang sudah saatnya mendapatkan musibah, maka walau semua orang berkumpul untuk melindungi maka musibah itu akan tetap jatuh pada kita. Tidak ada seorang pun yang mampu melawannya. Dukun kok dipercaya? Wuaneeeh….!!!

You know? My Wedding Planner has set that day… July 9, 2011. Sembilan itu akhir pekan. Sembilan itu sebelum Ramadlan. Sembilan itu sama dengan tanggal lahirku; 9 April dan tanggal lahir the bride; 9 September. Sembilan itu hasil penjumlahan 2 dan 7; aku anak kedua dan the bride anak ketujuh. Satu lagi, sembilan itu pas dengan malam 9 Sya’ban…

Itu hanya kebetu-,,, (ceritanya mau tulis kebetulan :p). Seorang muslim tidak percaya dengan kebetulan. Semuanya sudah ada takdirnya masing-masing.

“…Pena telah diangkat dan tinta telah kering”. [HR. Tirmidzi].

“…Semuanya itu telah menjadi takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi...” [HR. Muslim]

Bukankah saat kita menyatakan bahwa kita beriman dan siap beriman, maka kita juga seharusnya siap untuk percaya kepada qadla dan qadar? Manusia memang mudah sekali terserang penyakit lupa akut. Maka untuk mengingatkan kembali, aku tuliskan lagi rukun iman yang sering kita ucapkan saat ikut TPA dulu…

“Dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk [HR. Muslim]

“…Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”[QS. Al Baqarah: 216]

Wallahu a’lam…

Ada yang mau doain aku supaya dapat anak sembilan orang? ^^v #kidding

3 thoughts on “The Best Wedding Planner IV – Sembilan

  1. Shiddieq says:

    aamiin.. moga2 minimal dapat 9 junior ^^

  2. arum says:

    Barakallah kak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: