“Maukah Kau Berjanji Padaku?”

Jangan berharap banyak kepadaku, karena kau pasti akan kecewa karena berharap kepada makhluk. Berharaplah kepada Allah, karena Allah tidak pernah mengecewakan hambaNYA.

Jangan anggap aku sesempurna-sempurna laki-laki, karena banyak kekurangan dan aib yang Allah, Sang Maha Baik, telah tutupi sehinga aku masih berani berjalan di muka bumi tanpa sedikit pun ada malu di hati. Hanya Allah pemilik kesempurnaan segala hal, maka cari wajahNYA dimana pun kau berada.

Tolong bantu aku saatku jatuh, karena kaki ini tidak sekokoh yang terihat. Jangan lupa genggam tanganku erat-erat karena aku takut arah jalanku melenceng. Manusia itu pelupa sejati, maka ingatkan aku jika aku salah, jika aku menyimpang, jika aku nyaris lupa ingatan, dan itu menyelamatkanku.

Mungkin ijab qabul belum memberikan arti lebih untukmu. Tapi ijab qabul itu adalah janjiku dan sebagai jawaban untuk semua pertanyaan yang mungkin ada di dalam hatimu sekarang maupun yang belum pernah kau pikirkan sebelumnya. Hanya kepada Allah aku memohon keteguhan hati.

Maka maukah kau berjanji satu hal kepadaku?

Di padang mahsyar kelak, aku tidak akan mengenalmu dan tidak akan pernah punya rasa untuk mencarimu walau sedikit. Aku sibuk dengan diriku, sibuk dengan urusanku sendiri, dan bimbang dari mana buku catatan amalku nanti akan diberikan, dari sebelah kanan atau dari sebelah kiri.

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.[QS. Abasa: 37]

Dari ‘Aisyah ra., bahwasanya ia mengingat neraka hingga menangis senangis-nangisnya. Hingga Rosulullah saw bertanya, “Kenapa engkau menangis, ‘ais ?”, ‘Aisyah menjawab, “Aku ingat neraka, maka aku menangis. Apakah di hari kiamat kelak, engkau masih ingat kepada istri-istrimu?” Rasulullah menjawab, “Adapun dalam 3 keadaan, maka tiada seorangpun yang mengingat orang lain, yaitu : Pertama, ketika menghadapi mizan (timbangan amal) sehingga ia mengetahui apakah buku catatan amalnya ringan ataukah berat? Kedua, ketika dibagikan buku catatan , hingga ia mengetahui dimana letak kitabnya, apakah disebalah kanannya atau disebelah kirinya atau dari belakangnya? Ketiga, ketika shiroth diletakkan di atas dua tepi punggung Jahannam sehingga ia berhasil melaluinya.” [HR. Abu Dawud dan Al-Hakim]

 Yaitu golongan kanan (mereka yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan). Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri (mereka yang menerima buku catatan amal dari sebelah kiri). Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.[QS. Al Waqiah: 8-9]

Maka dari itu maukah kau berjanji untuk menjadi bidadari di surga kelak? Berjanji untuk bersinar sehingga aku bisa mengenalimu di sana? Agar kita bisa berkumpul kembali di surga nanti. Berjanjilah. Hanya satu hal ini. Satu ini saja.

Maukah kau berjanji padaku?

NB: Catatan hiperbola seorang penulis :)

4 thoughts on ““Maukah Kau Berjanji Padaku?”

  1. 1100110 says:

    “Maka dari itu maukah kau berjanji untuk menjadi bidadari di surga kelak? Berjanji untuk bersinar sehingga aku bisa mengenalimu di sana? Agar kita bisa berkumpul kembali di surga nanti. Berjanjilah. Hanya satu hal ini. Satu ini saja.”
    kata kata yang membuatq merinding n berharap bisa seperti itu kelak
    AMIIN

    • memoriarosi says:

      Tentang pertanyaan itu..
      Sebenarny tak perlu memintaku untuk berjanji,
      Karena itu juga sebagian mimpi2ku
      Walau selalu merasa tak pantas mimpi2 ini sll dihadirkan dalam doa, dalam kesendirian dan dalam hati.
      Dan ijinkan aku mengajukan permintaan hati:
      Agar kau tak berubah seperti doa2ku padaNYA untuk memilihkanku imam yang akan membuat aku terus belajar mencintaiNYA dan semakin cinta padaNYA.
      Itu saja, karena memang aku telah menghapus semua mimpi2 semu duniawi, insyaAllah

      With Love,
      Ori

      • olga pattinasarany says:

        Ya Allah.. Ya Robb.., hamba mohon kepada MU , Kabulkanlah doa-doa mereka , doa 2 anak manusia yang InsyaAllah karena takdirMU, dipersatukan dalam IKATAN SUCI PERNIKAHAN. Lindungi, sayangi, berkahi dan anugrahi mereka keturunan yang sholeh dan sholehah. Amin Ya Robbalalamin

  2. Maka dari itu maukah kau berjanji untuk menjadi bidadari di surga kelak? Berjanji untuk bersinar sehingga aku bisa mengenalimu di sana? Agar kita bisa berkumpul kembali di surga nanti. Berjanjilah. Hanya satu hal ini. Satu ini saja.
    Subhanallah :)
    Ku kira ini tidak hiperbola, tapi seperti ini seharusnya..
    Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: