Masih Ada Waktu

Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Tato-tato itu sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih….

Dari jauh memandangnya melalui jendela angkutan kota di seberang jalan ditemani oleh perempuan dan seorang bocah yang aku tidak tahu stausnya istri atau anaknya. Jalannya pincang, tangan kiri memegang sebuah tongkat kayu dan tangan kanan ada perempuan itu. Memegangnya erat, kelihatan sibuk dengan dua tanggung jawab. Menyeberangkan jalan anak yang tidak bisa diam dan laki-laki yang tidak berdaya. Jika dia istrinya, semoga Allah memuliakannya.

Sepertinya stroke; stroke sebelah kanan. Tangan kanannya tidak menggapai apapun saat mulai menaiki angkutan kota, diam tidak bergeming dalam keadaan tetap bengkok dan mengepal. Kaki kanannya tidak menekuk saat memanjat naik, lurus kaku tak bergerak. Tangan kirinya yang masih kuat yang jadi tumpuannya untuk bergerak, menyeret tubuhnya untuk masuk ke dalam angkot. Laki-laki itu sudah tua. Sepertinya sekitar 50-an ke atas. Entah kenapa mata kirinya ditutup oleh perban. Saat duduk ludahnya seketika mengalir tanpa dia mampu mencegahnya. Aku pura-pura tidak melihatnya, takut dia tersinggung.

Terlihat ada gurat-gurat masa lalu yang ingin diperbaiki dari laki-laki ini. Walau menggunakan kemeja lengan panjang, namun dengan jarak pandang seperti ini aku masih bisa melihat tato-tato yang tergambar di kedua tangannya. Entah menjalar sampai atas aku tak tahu. Tapi sangat kontras saat melihatnya menggunakan peci putih….

Entahlah… Aku hanya sebagai pemerhati. Dan aku menulis agar orang ini bisa jadi hikmah untuk kita semua.

Yang aku percaya adalah saat Allah memberikan kesempatan bahwa hari ini jantung nyata-nyata masih berdetak itu berarti tugasku di dunia belum selesai. Atau mungkin utangku kepadaNYA masih belum tuntas. Aku hamba, diberikan segalanya, tanpa bayar sepeserpun kepadaNYA dan aku lebih banyak lupa daripada sering mengingatNYA. Aku masih berutang banyak, dan aku masih malu jika harus menghadap.

Dan aku percaya bahwa semua hal yang tidak kita senangi adalah musibah -sekecil apapun itu-, dan musibah adalah tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba. Membalaskan semua kesalahan yang kita buat di dunia bukan menangguhkannya untuk dibalas di dalam neraka.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada salah seorang hamba-Nya, niscaya Dia segerakan hukuman untuknya di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan atas hamba-Nya, tentu Dia tahan darinya (hukuman itu) dengan dosanya, sampai Dia sempurnakan (balasan) dosa itu pada hari kiamat. ”
[HR. At-Tirmidzi no. 2396]

Jangan suudzan kepadaNYA, karena DIA yang paling tahu segalanya. Kita hanya seorang pemain (baca: hamba). Jalankan saja sesuai skenario; melaksanakan apa yang diperintahkan Sang Maha Sutradara dan meninggalkan apa yang dilarang olehNYA. Maka kehidupan kita akan gemilang. ‘Karir’ kita akan menanjak. Selalu mendapatkan pujian dariNYA. Diberikan bonus yang tidak disangka-sangka. Dan Mendapatkan piala di akhirat nanti dengan hadiah utama mendapatkan tempat tinggal di surga.

Semoga laki-laki itu selalu dicintai olehNYA. Karena hanya DIA yang paling tahu bagaimana cara mencintai seorang hamba… :)

Masih ada waktu. Semoga Ramadlan tahun ini menyembuhkan amnesia berkepanjangan yang menjangkiti agar kita kembali menjadi seorang pemuja lagi. Pemuja nomor satuNYA. Hamba Allah, bukan sebagai hamba bulan Ramadlan saja.

Wallahu a’lam…

2 thoughts on “Masih Ada Waktu

  1. blueprivate says:

    wah mantep banget tulisannya ka. ane skrg lg g ada ide buat isi2 blog jd makanya suka copas aja

    • abdullah says:

      banyak jalan-jalan dwi… Kak dapet inspirasinya kebanyakan di angkot :D hehehe… Sok mangga dicopas :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: