Berbuka Puasa

Karena doa berbuka puasa itu menggunakan past tense, maka adabnya doa yang kita kenal selama ini diucapkan setelah kita minum atau makan sesuatu untuk membatalkan puasa. Salah satu doa yang hadisnya hasan adalah di bawah ini,

Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” [HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan]

So, setelah minum atau makan untuk membatalkan (jangan lupa basmallah ya), baru kita baca doa tersebut.

Jangan lupa berdoa apa saja yang kita inginkan di saat kita berbuka. Karena waktu berbuka puasa itu adalah salah satu waktu dimana doa-doa kita diijabah. Mau yang panjang, mau yang pendek, berdoalah sebanyak-banyaknya. Berdoa juga ibadah. Hitung-hitung tambah-tambah ibadah di bulan Ramadlan :D

“Sesungguhnya bagi orang berpuasa itu, doa yang tidak ditolak ketika dia berbuka.” [HR. Ibn Majah, sanadnya hasan]

Doa orang yang berbuka puasa insyaAllah makbul, karena seharian telah menjaga dan membersihkan diri dari dosa. Bahkan salah satu ulama menyebutkan di Kitab Faidh al- Qadir; ”Hadis di atas hanya untuk mereka yang telah menunaikan tanggungjawab puasa dengan menjaga lidah, hati dan anggota.”

Semoga bermanfaat.

Syariat itu mudah, tapi jangan pernah memudah-mudahkan syariat :)

SEMANGAT RAMADLAN!!! \(^0^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: