Kullu nafsin dzaa iqatul mauut II; Goodbye Grandma

Aku terlambat menghantarkannya menuju tempat peristirahatan terakhir. Aku terlambat berbakti untuk terakhir kalinya walau hanya untuk mengangkatnya sampai kubur. Aku sungguh terlambat – tidak mampu memberikan hadiah terakhir walau hanya untuk menyolatkannya saja. Tak bisa menahan air mata, saat aku datang, aku hanya bisa menatap gundukan tanah saja dengan bunga merata bersama nisan kayu sederhana. Aku sungguh-sungguh terlambat.

Kau tahu kenapa penyesalan itu begitu besar? Teringat bahwa di saat sakit-sakitnya yang jadi salah satu penyemangat untuk makan pada saat makan bukanlah hal yang dia suka adalah untuk hadir di pernikahanku. Memaksakan untuk sehat hanya untuk bisa hadir, walau tubuhnya sudah layu. Walau gurat wajahnya sudah sangat lelah. Walau berjalan harus dituntun. Walau terkadang untuk bernafas bebas saja sulit karena asmanya kambuh tidak berjadwal. Tapi beliau tetap hadir.

Selasa, 9 Agustus 2011. Menjenguknya di Serang. Satu kata yang terucap dari bibirnya; cape. Satu kata yang langsung mengubah moodku hari itu. Nini banyak diam. Bukan nini yang biasa. Bukan Nini yang ceria, yang selalu berikan lelucon yang membuat tertawa. Wajah itu wajah kelelahan.

Rabu, 10 Agustus 2011. Aku tidak jadi pulang ke Bandung karena Nini kembali masuk ke ICU. Nini sesak napas lagi. Melihatnya benapas pendek-pendek. Tubuh itu kurus bergerak-gerak berusaha menggapai oksigen yang entah kenapa terlihat sulit diraihnya. Duduk di sampingnya, membuka mushaf berharap tilawah bisa membuatnya tenang. Tapi aku yang tidak bisa tenang. Nini berbalik kepadaku, berusaha mendengarkan ayat-ayat suci itu. Nini mulai tenang, tapi aku yang tidak bisa tenang. Anak-anaknya (tante-tante) menangis, apa mungkin aku bisa tenang? Hanya atmosfer kesedihan yang menggantung. Bentengku masih kuat, walau bendungan itu sebentar lagi akan meluap.

13 Agustus 2011. Beliau akhirnya dipanggil tanpa siapa pun yang tahu. Beliau pergi tanpa memberikan tanda apapun. Beliau pergi dengan sangat tenang dalam tidurnya. Tepat di malam 14 Ramadlan 1432H. Tepat saat bulan purnama 100% menggantung di langit. Pertengahan Ramadlan, bulan suci.

Pesannya tetap sama,

Kullu nafsin dzaa iqatul maut…. –Setiap yang bernyawa akan merasakan mati….-” (QS. Ali Imran [3]: 185)

Aku tidak akan membiarkan Nini pergi tanpa hikmah apapun. Biarkan tulisan ini jadi pengingat bahwa mati itu pasti akan datang. Dan suatu hari nanti entah ganjaran apa yang akan kita dapatkan di alam kubur kelak. Ditemani oleh amal-amal baik atau amal-amal buruk kita. Bulan Ramadlan seharusnya jadi titik kita untuk bermuhasabah apakah kita sudah siap untuk dipanggil atau belum. Bulan Ramadlan jadi bekal bahwa bukan koin emas bernama ‘dunia’ yang kita bawa, tapi koin emas bernama ‘pahala’ sebagai pemberat neraca.

Tiap detik itu hanya mengurangi jatah hidup. Hidup itu hanya menunggu kadaluwarsa. Hanya menunggu mati saja. Apakah mati dalam keadaan khusnul khatimah atau suul khatimah. Anda yang pilih. Kita diberikan kepala cantik berisi organ yang disebut otak seharusnya bisa berpikir normal apa yang kita inginkan. Maka berubahlah sekarang. Bukan kapan-kapan.

Wallahu a’lam….

Jika aku bisa gali kubur basah dengan bunga merata bersama nisan sederhana itu, aku hanya ingin cium tangan Nini untuk terakhir kalinya. Sebagai penghormatan, sebagai rasa terima kasih untuk semua ketulusan, sebagai rasa cinta mendalam karenaMU, ya Allah. Tapi aku terlamabat.

Maka angkat do’a-do’a anak-anaknya ini untuk bisa jadi pemberat neracanya. Sebagai teman di alam kuburnya. Sebagai penambah luas tempatnya sekarang. Sebagai pembuat ringan atas segala kesalahan-kesalahannya Sebagai penyebab Nini berada pada tempat terbaik di sisiMU, ya Rabbi. Please ya Allah….

Goodbye Grandma… We will miss you so… See you later in Jannah with Aki, Ni… Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: