WASIAT-ku

This my wishes…

Aku yang menulis di bawah ini berwasiat: bahwa sesungguhnya saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah subhanahu wa ta’ala semata, tidak ada sekutu bagi -Nya. Dan sesungguhnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan rasul -Nya, Isa ‘alaihissalam adalah hamba Allah subhanahu wa ta’ala dan rasul -Nya serta kalimah-Nya yang diberikan -Nya kepada Maryam ‘alaihassalam dan ruh dari -Nya. Dan sesungguhnya surga adalah benar begitu pula dengan neraka. Dan hari kiamat pasti akan datang, dan tidak diragukan lagi, dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’alamembangkitkan orang-orang yang berada di dalam kubur.

Aku berwasiat kepada orang yang kutinggalkan dari keluargaku, dan semua kerabatku agar bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mendamaikan di antara yang bersengketa, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul -Nya, saling memberi wasiat dengan kebenaran dan sabar atasnya. Aku berwasiat kepada mereka seperti wasiat Ibrahim ‘alaihissalam kepada anak-anaknya dan Ya’qub ‘alaihissalam:

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrahim berkata):”Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“. (QS. al-Baqarah :132)

Aku berwasiat agar hutang-hutang yang tidak sempat terbayarkan agar dilunasi. Daftar hutang yang belum terbayar, berupa hutang uang maupun hutang janji, sudah tertulis di widget ponsel. Dan tolong keluarkan sepertiga dari harta berupa uang (setelah semua hutang terbayar) untuk anak-anak yatim.dan sisanya aku serahkan kepada istriku untuk mengelola semuanya. Seluruh koleksi buku-buku diserahkan kepada adik laki-lakiku, Rai Larezka Pramana, sebagai pegangannya saat dewasa kelak. Pesanku untuknya agar selalu berbakti kepada Papa dan Mama, tidak lupa tilawah setiap hari, dan banyak baca. Seluruh buku diserahkan kepadanya untuk dikelola olehnya. Jika aku sudah berketurunan maka perlihatkan buku-buku itu kepada keturunanku saat dia dewasa kelak.

Aku berwasiat agar penanganan jasadku dilakukan dengan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw., bukan dengan cara yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan yang sering tercampur dengan beberapa adat kebiasaan yang secara tidak sengaja masuk dalam pelaksaan penanganan jenazah. Maka aku telah membuat tulisan RINGKASAN CARA PELAKSANAAN JENAZAH. Ikuti setiap tahapannya karena itu sudah sesuai dengan sunnah, dan hindari apa yang tidak dianjurkan dalam tulisan itu. Aku hanya ingin akhir hidupku aku bebas dari kesalahan beribadah dan aku juga tidak mau semua orang yang menangani jasadku berdosa karena aku tidak menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan. INI SUNGGUH CARA ISLAM. Jadi aku mohon, jika ada ustadz atau siapa pun yang mengatakan apa yang telah aku tulis di RINGKASAN CARA PELAKSANAAN JENAZAH ada yang salah, maka minta kepada beliau untuk menunjukkan dalil-dalil shahih yang menyatakan apa yang beliau ungkapkan. Jika beliau yang menyalah-nyalahkan tidak mampu memberikan dalil otentiknya maka jangan pernah diikuti. Please, aku mohon karena ini permintaan terakhirku. Biarkan aku berakhir tanpa bid’ah yang menempel di jasadku…

Aku berwasiat agar tidak ada satu orang pun baik dari keluarga maupun dari kerabatku yang melakukan tahlilan, yasinan, melakukan perayaan 40 harian, atau sejenisnya dalam bentuk apapun. Setiap amal itu tergantung niatnya, jangan pernah ada niat untuk mengadakannya walau bentuknya berbeda. Selain pelaksanaan tahlilan dan acara sejenis tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw., acara seperti ini terkadang hanya merepotkan saja. Permintaanku hanya, panjatkan saja doa apapun setelah shalat-shalat kalian, saat kalian ingat kepadaku, atau dimana pun kalian berada, karena itulah yang disunnahkan oleh Rasulullah. Doa kalian yang akan menemaniku sampai kiamat datang kelak di alam barzakh. Doa kalian yang membuat kuburku menjadi lapang, aku bisa menjawab semua pertanyaan, dan tenang tanpa siksaan. Hanya doa saja, tidak perlu kirim-kirim Al Fatihah atau ayat Quran yang lain. Karena hal itu tidak tidak membantuku sama sekali, karena hal itu tidak ada tuntunannya. Sunnahnya hanya doa. Itu saja. Mudah bukan? ISLAM ITU MUDAH, kita saja yang sering menambah-nambah.

Wasiatku akan di-update sepanjang aku masih mampu. Bagi siapapun yang membaca, aku minta tolong untuk menyampaikan tulisan ini segera kepada keluargaku saat kalian tahu aku sudah meninggal dunia. Agar mereka segera tahu apa yang aku wasiatkan kepada mereka.

Jazakumullahu khairan katsiran…

We are never know when the times is come. This is my way to welcome that time… I just need to be more prepared!

Wallahu a’lam bish shawaab…

Aku,

Reza Dynasti Pramana

2 thoughts on “WASIAT-ku

  1. olga pattinasarany says:

    Mam, sudah membaca wasiat aa. Seandainya aa yang duluan dipanggil Allah SWT, InsyaAllah, mam yang akan mengingatkan keluarga,ttg wasiat aa , tetapi apabila yang terjadi sebaliknya, mam yang duluan menghadap Allah SWT, aa tolong sampaikan ke papa, tetah, dd dan ai, untuk mengikuti tuntunan RINGKASAN CARA PELAKSANAAN JENAZAH.

    Secara lisan, mam sudah sampaikan ke papa permintaan untuk tidak melakukan tahlilan, yasinan dan sejenisnya, apabila mam meninggal, tapi mam juga tidak yakin apakah ini bisa terlaksana sesuai keinginan mam, untuk itu mam minta bantuan aa. janji ya a?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: