Kullu nafsin dzaa iqatul mauut IV; Perjalanan Ruh

Andai saat meninggal nanti aku bisa update tulisan di blog, maka aku mau tulis tentang bagaimana rasanya menjelang sakaratul maut. Bagaimana rasa sakitnya, bagaimana perjalanan ruh setelah tercabut dari jasad, saat diinterogasi oleh Malaikat Munkar as. dan Nakir as., dan saat menunggu saat-saat datangnya kiamat. Ada sambungan internet tidak ya disana?

Cukup berkhayalnya. Untungnya Rasulullah sudah menceritakan dengan jelas dalam hadis yang sangaaat panjang tentang perjalanan ruh. Hanya copy paste saja ke dalam tulisan ini. Semoga bisa menjadi hikmah kita semua. Bahwa kehidupan setelah mati adalah kehidupan yang sebenar-benar kehidupan. Membangkitkan gairah untuk kembali mempersiapkan segala hal untuk menyambut kematian.

Mati kok disambut? Mungkin aneh karena kita terlalu sering diajarkan untuk mencintai berpijak di bumi daripada untuk mencintai persiapan ditimbun tanah. Entahlah…

Ini hadisnya,

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya, Ibnu Hibban dan Abu Uwanah Al -Asfarayini dalam Sahih-nya masing-masing hadits Minhal dari Zadan dari Mughirah bin Azib Radhiyallohu ‘anhu yang berkata, “Kami pernah bersama Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk disebelahnya. Sepertinya di atas kepala kami terdapat burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut beliau berkatata, ‘Aku berlindung diri kepada Alloh dari siksa kubur’, hingga tiga kali. Kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya orang beriman, jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggal dunia, maka para malaikat turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk didekat orang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk didekat kepalanya dan berkata, ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan dari Alloh.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam, ‘Ruh orang beriman pun keluar dari dalam jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang beriman telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata sehingga kemudian mereka mengambil dari padanya dan menaruhnya di atas kafan surga dan di wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian yang sangat harum yang pernah ada di bumi.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam,’Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, ‘Ruh siapa yang harum ini?’ Mereka menjawab, ‘Ruh ini adalah ruh Fulan bin Fulan’, sembari menyebutkan namanya yang paling baik di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit dunia. Mereka meminta dibukakan bagi ruh tersebut, kemudian dibukakan untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh mahluk yang ada di langit dan mereka mendekatkan ruh tersebut kelangit berikutnya hingga mereka dengannya tiba dilangit yang ada Alloh Azza wa Jalla. Alloh Azza wa Jalla berkata, ‘Tuliskan kitab hamba-Ku ini di Illiyyin dan kembalikan ia ke dunia. Sesungguhnya dari bumi Aku menciptakan mereka kemudian mengembalikan mereka dan mengeluarkan kembali untuk kedua kalinya.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam lebih lanjut, ‘Lalu ruh orang beriman dikembalikan ke dalam jasadnya semula. Tidak lama kemudian datanglah kepadanya dua malaikat yang kemudian duduk disebelahnya dan bertanya kepadanya, ‘Siapa Tuhanmu?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tuhanku adalah Alloh.’Kedua malaikat malaikat tersebut bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Orang tersebut menjawab, ‘Agamaku adalah Islam.’Kedua malaikat bertanya, ‘Siapakah lelaki ini yang telah diutus kepada kalian?’ Orang tersebut menjawab, ‘Dia adalah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam.’Kedua malaikat bertanya lagi, ‘Apa saja yang engkau ketahui?’ Orang tersebut menjawab, ‘Saya membaca Al-Qur’an kemudian beriman kepadanya dan membenarkannya.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam, ‘Lalu terdengar penyeru dari langit menyeru, ‘Hamba-Ku ini benar. Hamparkan untuknya surga dan berilah pakaian dari surga serta bukalah satu pintu surga baginya.’Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam lagi, ‘Lalu didatangkan kepadanya aroma surga dan kuburnya diperluas sepanjang penglihatannya.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam, ‘Lantas datang kepada orang beriman lelaki tampan, pakaiannya bagus dan beraroma harum dan berkata, ‘Saya kabarkan kepadamu berita yang menyenangkanmu bahwa hari ini adalah hari yang pernah dijanjikan kepadamu.’ Orang beriman bertanya, ‘Siapakah kamu, wajahmu benar-benar mendatangkan kebaikan?’ Lelaki tersebut mejawab, ‘Saya adalah amal perbuatanmu yang baik. ‘Orang beriman berkata, ‘Tuhanku, segerakan Hari Kiamat! Segerakan Hari Kiamat agar aku bisa bertemu dengan keluargaku dan hartaku.’

Kata Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam lebih lanjut, ‘Dan sesungguhnya orang kafir, jika akan meninggal dan menuju akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan yang kasar lalu duduk didekatnya sebatas pandangan. Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk didekat kepalanya lantas berkata, ‘Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Alloh!’ Lalu ruhnya terpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti besi pembakar dicabut dari wol yang basah.’Kemudian malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan kalau sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletekkannya di kain kasar tadi. Daripadanya keluar bau busuk yang pernah ada di dunia.

Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat mereka bertanya, ‘Ruh yang bau busuk ini milik siapa?’ Para malaikat menjawab, ‘Ini adalah ruh Fulan bin Fulan’, sembari menyebutkan namanya yang paling jelek di dunia. Para malaikat meminta kepada malaikat penjaga pintu langit agar pintu langit dibuka untuk ruh yang kafir ini. Namun malaikat penjaga langit tidak mau membuka pintu langit bagi ruh orang kafir tersebuut. Kemudian Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam mebaca ayat, ‘Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mererka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.'(QS Al-A’raf: 40) Alloh azza wa Jalla berfirman, ‘Tulislah kitabnya di Sijjin di bumi dan ruhnya dicampakkan begitu saja.’

Lalu Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam membaca ayat, ‘Barang siapa mempersekutukan sesuatu denga Alloh, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.'(QS Al-Hajj: 31) Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya dan tidak lama setelah itu datang dua malaikat kepadanya dan bertanya, ‘Siapa Tuhanmu?’ Orang kafir menjawab, ‘Ha…ha…, aku tidak tahu!’ Dan malaikat bertanya lagi, ‘Siapa orang ini yang diutus kepadamu?’ Orang kafir menjawab, ‘Ha…ha.., aku tidak tahu!’ Penyeru dari langit menyeru, ‘Hambaku ini bohong, maka hamparkan baginya hamparan dari neraka dan bukakan baginya salah satu pintu neraka!’ Lalu hawa panas dan racunnya datang kepadanya. Kuburnya mendesaknya hingga tulang nya berserakan. Setelah itu, datanglah kepadanya lelaki dengan wajah yang jelek, pakaiannya jelek dan berbau busuk lalu berkata, ‘Saya membawa kabar yang tidak mengenakanmu. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu!’ Orang kafir bertanya, ‘Siapakah Anda? Wajahmu benar-benar membawa kejelekan!’ Lelaki tersebut menjawab, ‘Saya adalah amal perbuatanmu yang buruk.’ Orang kafir berkata, ‘Tuhanku jangan adakan Hari Kiamat!” (HR. Abu Daud).

Wallahu a’lam…

Semoga kita mati dalam keadaan muslim, seorang muslim yang khusnul khatimah…

Tidak perlu update blog untuk tahu semuanya… Kita punya Allah azza wa jalla yang mengutus Rasulullah saw. untuk menyampaikan semua yang kita butuhkan. Sudah lengkap kap… Al Quran dan Al Hadist sudah gamblang menceritakan semuanya. Manual hidup kita semua. Mumpung masih Ramadlan mari berlelah-lelah dalam kebaikan, mari berpeluh-peluh meraih pahala. Kalau di bulan ini saja kita tidak semangat, apalagi bulan lain?

Ramadlan semakin menipis mari akhiri dengan penghujung yang manis…

SELAMAT BERAMAL SHALIH! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: