Kenapa Begitu Sulit Mengajak Shalat Orang Yang Terlanjur Sering Tidak Shalat?

Apakah Anda malas shalat fardlu lima waktu? Apakah Anda tidak merasa sedih jika bangun kesiangan dan tidak sempat shalat subuh? Apakah Anda seorang workoholic yang merasa shalat dzuhur dan ashar hanya mengurangi jatah Anda berkarya? Apakah Anda seorang yang berpikir ‘masih-ada-hari-esok’ saat shalat maghrib kebablasan karena makan malam bersama teman, lalu pulang tidak shalat isya karena lelah?

Apakah Anda tidak merasa berdosa dengan tidak melaksanakan shalat lima waktu?

Tidak mungkin tidak merasa. Namun kadarnya yang semakin berkurang saat semakin sering tidak melaksanakannya. Semua hal baik yang biasa dikerjakan lalu tidak dilaksanakan pasti akan menyisakan ganjalan di dalam hati. Apapun itu. Termasuk shalat fardlu lima waktu. Rasulullah bersabda,

”Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam jiwamu dan engkau tidak suka bila hal itu terlihat oleh manusia (orang lain)” [HR Muslim]

Di bawah ini (mungkin) beberapa alasan mengapa shalat jadi sesuatu yang berat bagi mereka yang terlanjur sering meninggalkan shalat.

Pertama, terlalu sibuk. Tipe yang pertama ini yang paling banyak ditemui. Padahal mereka sadar akan pentingnya shalat. Namun mereka berada di persimpangan antara prioritas dan kepentingan. Mereka tahu prioritas adalah shalat, namun mereka sedang disibukkan dengan kepentingan-kepentingan yang lebih nyata terlihat dan dirasakan oleh panca indera jika tidak ditunaikan. Kepentingan-kepentingan itu bisa-macam-macam; ya itu pekerjaan kantor, ya itu sedang dalam perjalanan dinas, ya itu menonton film, ya itu mengerjakan tugas kuliah, ya itu main games, facebookan, twitteran, BBM-an, dan masih banyak lagi. Mereka bingung, menunaikan prioritas atau menunaikan kepentingan?

Keduatidak mau terlihat terlalu sholeh. Tipe yang kedua ini juga banyak. Tidak mau dilihat shalatnya lah, menunda semua orang pergi dulu baru shalat. Jika tidak pergi-pergi maka tidak jadi shalat. Menunda-nunda shalatnya jadi kebiasaan, lalu kebiasaannya ini yang membuat dia tidak merasa bersalah jika meninggalkan shalat. Kalau pun shalat, maka shalatnya pada ujung-ujung waktu dengan kecepatan melebihi shinkansen, entah apa yang dibaca di setiap gerakannya.

Ketiga, tidak merasakan manfaat apapun dari shalat. Tipe ketiga ini biasanya adalah orang-orang yang tidak mampu mengambil hikmah dari suatu kejadian. Saat dia merasa dikecewakan berkali-kali, merasa bahwa Allah tidak adil dalam memberikan takdirnya, merasa semua doa-doanya tidak ada yang terkabul, maka dampaknya ke shalat juga. Dia merasa shalat bukan solusi, merasa bahwa dia shalat atau tidak shalat bahwa dunia tetap tidak adil terhadapnya, dan merasa (na’udzubillah) bahwa ini sebagai balasan kepada Allah karena Allah tidak adil kepadanya.

Keempat, orang tua tidak pernah mengajari shalat atau tidak peduli anaknya shalat atau tidak. Tipe yang satu ini yang agak sulit nih. Karena mereka yang sudah terbiasa tidak shalat dari kecil karena orang tuanya tidak membiasakan maka hal itu akan terbawa sampai besar. Dan kemungkinan besar mereka tidak tahu bacaan shalat. Yang tahu bacaan shalat saja malas, apalagi yang tidak tahu bacaan shalat. Pastinya lebih-lebih malasnya.

Wallahu a’lam…

Bro, sis, untuk kalian yang masih merasa shalat itu berat… Siapa pun yang membaca ini, mata yang dipakai membaca ini sudah jadi hal yang seharusnya patut kita syukuri. Bersyukur saja karena mata kita masih bisa melihat dan normal, lalu pergilah untuk berwudlu dan shalat fardlu lah sesuai waktunya. Tidak pernah memakan waktu banyak. Hanya 10 menit paling lama. 10 menit untuk Allah. Sedang waktu kita sehari diberikan 24 jam, dan hanya kurang dari satu jam untuk shalat fardlu lima waktu (5x10menit). 50 menit untuk bersyukur barang sebentar. Ayolah… Shalat itu mudah.

Bro, sis, untuk kalian yang mencintai shalat. Jangan pernah lupa mengingatkan kepada saudara saudari kita untuk shalat juga yak. Bersyukurlah juga karena kalian adalah orang-orang yang diberikan kemudahan untuk shalat, diberikan rasa nikmat di setiap sujud-sujud, diberikan ketenangan jiwa setelah shalat, diberikan ketagihan berlebih untuk tidak hanya melakukan shalat lima waktu namun juga ibadah-ibadah sunnah. Maka bersyukurlah dengan mengajak mereka yang belum merasakan hal yang sekarang kalian rasakan.

Tidak bahas yang berat-berat tentang adzab bagi yang meninggalakan shalat dan pahala bagi yang melaksanakan shalat, karena setiap kepala sudah tahu konsekuensi masing-masing terhadap apa yang dilakukan.

Semoga kita semua adalah orang-orang yang mendirikan shalat… :)

Masih ada waktu. Semoga bukan besok ajal datang menjemput.

11 thoughts on “Kenapa Begitu Sulit Mengajak Shalat Orang Yang Terlanjur Sering Tidak Shalat?

  1. airvan42 says:

    allahu akbar…usahakan sholat berjamaah ya,karena lebih baik daripada sholat sendiri2..

  2. Ikhwan says:

    mhon maaf sblmnya ,sy mau tanya admin..Bagaimana jika yg kta ajak adalah org yg lbh tua dan lbh mengerti ..??
    Mgkin mereka akan balik menceramahi kta.
    Syukron…

    • abdullah says:

      Memang agak sulit, Ikhwan… Harus bertahap. Yang pertama, tunjukkan kepada mereka bahwa Ikhwan adalah seorang yang suka shalat. Shalat wajib ke masjid, shalat sunnah di rumah, dan mereka benar-benar melihat itu – dan ini butuh waktu lama juga.

      Yg kedua, tunjukkan kalau Ikhwan anak yang berbakti. Jadi teladan saudara-saudara yang lain.

      Yg ketiga, Ikhwan yang tahu dan akan tahu jika mereka yang dicintai sudah mulai luluh dengan keberadaan ikhwan, maka saat itulah saat yang paling tepat untuk mengajak dengan lembut. Jika tidak mau, ada dua kemungkinan: 1. mereka masih belum tersentuh hatinya untuk shalat, dan 2. mereka malu untuk shalat bersama dengan Ikhwan. Intinya disini adalah Ikhwan menunjukkan bahwa IKhwan ingin mereka ikut shalat juga.

      Yg keempat, berdoa kepada Allah tentunya agar memberikan hidayah dan menyayangi orang-orang yang kita cintai…

      Wallahu a’lam…

  3. Fahri says:

    Assalamualikum,
    Izin Share ya

  4. Fari says:

    Assalamualikum, bisa bantu penjelasan tentang ” Bertahap ” Metode atau tarbiyah dari hasil pengalaman anda untuk bisa menjadikan contoh transformasi buat teman-teman sesama muslim tentang Pemeliharaan sholat secara siklus harian dan cobaan atau godaan yang menyertainya untuk sulit / malas saat saat panggilan sholat ….. Assalamualikum wr. wb

    • abdullah says:

      Assalamu’alaykum wr wb.,

      Akh Fari, yang perlu kita ubah adalah lingkungan kita dulu; lingkungan rumah, lingkungan masjid dekat rumah, lingkungan masjid kampus/kantor kita, dan kita harus tampil menjadi orang yang memberikan contoh sebagai ‘penikmat shalat’. Tidak perlu banyak berkata untuk mengajak mereka yang malas shalat. Saat adzan datang kita harus yang paling dekat jaraknya kepadda mereka yang jadi target dakwah kita. Aku biasanya pura-pura kaget lalu bilang,” Wew, si ‘BOS’ udah manggil nih. Shalat dulu yuk.” Dengan kalimat-kalimat yang diterima oleh mereka, dengan sesuatu yang bisa mereka bandingkan dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan bisa membuat mereka berpikir sendiri untuk bergerak ingin shalat.

      Hidayah itu milik Allah. Maka kita hanya berusaha saja. Sedang Allah yang memberi hidayah. Untung-untung jika Allah menjadikan kita sebagai pembawa hidayah ke orang-orang terdekat kita.

      Dakwah kita ke yang simple-simple saja padahal, mengajak shalat itu sangat sederhana. Karena saat mereka rajin shalat, maka semoga mereka menambah dengan yang sunnah-sunnah. Lalu mereka mau berdakwah juga untuk mengajak lingkungannya utk rajin shalat juga.

      Wallahu a’lam…

  5. Tia says:

    assalamualaikum admin..mungkin saya baru membaca ini,,saya hanya ingin mengajak teman sekamar saya mau melaksanakan solat,beberapa cara sudah saya lakukan..dan hasilnya kalo dia sedang mau solat dia solat dan sepertinya begitu khusyu sekali tetapi itu bisa dihitung dengan jari per minggu,,sedangkan solat fardhu bisa sehari dua hari tidak solat..saya selalu megajak dan mengingatkannya tetapi setiap saya mengajak ya sama saja hasilnya nihil..tolong solusinya terimakasih wassalamu’alaikum

    • abdullah says:

      Saudari Tia,

      Sama dengan saya juga disini. Bahkan selalu ada alasan saat kita mengajak shalat. Yang pasti kewajiban kita adalah mengajak. Sedang hidayah hanya Allah saja yang memberikan. Mengajak yang lembut tentu saja. Tidak perlu disindir atau diketusi. Selalu berbuat baik dengannya dan perlakukan dia seperti orang-orang yang kita sayang. Tidak ada cara yang khusus untuk mengajak tapi yang perlu istiqamah adalah seberapa kita kuat mengajak dengan berbagai cara. Allah tahu seberapa besar kita ingin membuat saudara kita yang lain ikut merasakan kenikmatan beribadah yang telah kita rasakan.

      Maka doakan dia juga. Doakan agar Allah menyayanginya. Doakan agar Allah menyayanginya dengan cara yang Allah inginkan, karena hanya Dia saja yang paling tahu bagaimana menyayangi hamba-hambanya. Jika Allah sudah sayang semoga saudara kita pun akhirnya diberikan hidayah untuk shalat lima waktu. Karena hidayah adalah tanda cinta Allah kepada seorang hamba, seperti hidayah yang kita dapatkan sekarang.

      Terus semangat Mbak Tia. Intinya kalau kita peduli, insyaAllah selalu ada jalan. Selalu istiqamah!!!

      Salam.

  6. hamba allah says:

    Asalamualaikum, sodaraku yg insyaallah calon penghuni surga…. Aminn
    Berbagi pengalaman saja..
    Sebelumnya saya melakukan shalat karna perintah orang tua saya..
    Dan apa yg saya rasakan.. Tdak ada sedikitpun kedamayan, yg saya dapatkan..
    Stlah saya pikir², merugi sekali saya melakukan sholat, dan stelah soholat tidak ada bedanya, sama seperti sbelum melakukan shalat,,,,

    Klo masalah d terima atu tdaknya shalat kita,, hanya allah yg tahu,,

    Tp setelah saya mencoba, shalat dg ikhlas, solat sbelum d ingatkan orangtua saya,, alham dulilah, saya selalu merasakan hati saya lebih tenang stelah melakukan shalat..
    Kita sebagai mahluk hanya bisa berusaha melakukan yg terbaik,,
    Selalu memanjatkan do’a,
    Dan mudah2an kita semua berada di golongan umat² Rosul, yg kelak akan mendapatkan syafaatnya d alam masyar. Amin, amin amin ya robbal alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: