Shalat Hanya Buat Mereka yang Taat

(-)

Shalat hanya buat mereka yang taat. Mereka yang baik, minat dengan yang namanya ibadah… Heran, kenapa mereka begitu semangat pergi ke masjid saat adzan berkumandang. Terkadang bingung, kenapa mereka begitu menyebalkan dan tidak ada lelahnya mengajak orang shalat. Hidupku urusanku, hidupmu urusanmu. Suatu saat juga aku akan shalat. Shalat karena aku mau shalat, shalat bukan karena kalian merecokiku dengan mulut manis mengajak, lemah lembut mengingatkan, dan sedikit-sedikit menyindir. Menyebalkan…

(+)

Shalat itu kenikmatan. Apalagi cara kita untuk bersyukur atas semua nikmat yang tidak bisa dihitung ini selain shalat lima waktu, bagus sekali jika berjamaah, dan sangat utama jika tepat waktu. Shalat itu menyenangkan. Apalagi yang akan dilakukan seseorang untuk melakukan apa yang menghilangkan penat hidup, yang melepaskan lelah fisik bekerja, dan menenangkan hati dari kejamnya dunia. Aku ingin saudaraku yang lain pun merasakan apa yang aku rasa. Menikmati shalat, menyenangi shalat. Aku tidak akan berhenti sampai mereka semua tahu arti betapa Allah sayang kepada kita dengan menyuruh kita semua untuk shalat. Hanya sepuluh menit tiap shalatnya… Apakah itu begitu berat? Okelah, lima menit tiap shalatnya. Ayolah saudaraku… Matamu masih bisa melihat itu nikmat Allah, bersyukurlah dengan shalat karena mata itu… Mudah bukan?

(-)

Kau tahu? Urusanku untuk shalat atau tidak. Lha, bukannya yang dosa juga aku. Kenapa yang sibuk malah situ? Sudah jangan dekat-dekat, pergi sana! Yang aku heran kenapa adzan selalu datang saat aku sedang sibuk. Lebih baik aku selesaikan bekerja dulu dari pada saat shalat aku memikirkan pekerjaan? Lebih baik aku penuhi makan siang sebentar kan daripada saat shalat aku memikirkan makan karena perut lapar? Lebih baik aku selesaikan tontonan ini dulu kan, daripada saat shalat aku terbayang-bayang apa yang terjadi dengan lanjutannya? Kalian sekali-kali tidak tahu, aku yang mengetahui.

(+)

Terkadang aku pun menyerah. aku tahu kamu sudah tidak mau. Tapi apalah yang harus aku lakukan jika aku tak cinta kepada saudaranya karena Allah? Sungguhku takut kau marah, menganggapku menyebalkan, tukang merecok kesenangan, tidak ada kerjaan, entahlah apapun rasamu dengan perlihatkan ekspresi itu. Saatku sudah tak mampu, saat selemah-lemah imanku, aku tahu bahwa hanya Allah-lah Sang Penebar Hidayah. Berdoa agar Allah juga sayang padamu…

(-)

Terkadang aku mau jika Dia berikanku penyakit akut dan buatku segera mati. Buatku takut, dan ingin mempersiapkannya. Buatku mau shalat lagi. Dunia terlalu nikmat untuk ditinggalkan, dunia terlalu sayang untuk diabai-abaikan… Buat apa Engkau menciptakan kenikmatan kalau bukan untuk dinikmati? Selama aku tahu yang mana yang benar dan salah aku masih merasa cukup. Aku rasa belum saatnya sekarang. shalat hanya untuk mereka yang taat.

(+)

Hanya mampu mengangkat kedua tanganku… “Ya Allah cintai saudara hamba dengan caraMU… Cintai dia, karena aku tahu Engkaulah yang paling tahu bagaimana cara mencintai seorang hamba…”

(-)(+)

Amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: