Sahabat

“Bersahabat karena Allah”, semoga dikumpulkan kelak di surga karena sebab sederhana yaitu saling mencintai karenaNYA…

”Ada tiga perkara jika ada pada diri seseorang , ia akan mendapatkan manisnya iman. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalanya, mencintai seseorang karena Allah dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka setelah diselamatkan darinya” (HR Bukhari dan Muslim)

Sahabatmu adalah mereka yang mau menyatakan kesalahanmu walau tahu menyakitimu, menyampaikannya dengan baik karena takut engkau terluka, dan menasehatimu baik engkau minta walau pun tidak… Sahabat melakukan dengan satu alasan; peduli!

Siapa bilang dia tidak takut melihat ekspresimu berubah saat mereka menyampaikan kesalahan yang engkau lakukan. Siapa bilang mereka punya nyali besar untuk menyatakan kepeduliannya dengan lintasan pikiran bahwa engkau pasti akan marah padanya. Sahabatmu hanya manusia biasa yang tidak ingin engkau makin terjerumus, tercelup dalam kubangan sampah lama-lama, dan terjun bebas ke dalam karena kau sudah berada di tepi jurang. Tangannya selalu terjulur bebas untuk menangkapmu, menarikmu, membantumu membersihkan, membuatmu lebih cemerlang. Dialah sahabat.

Hidup itu selalu tentang bertahan hidup. Maka sahabat adalah bukan mereka yng bermanis-manis muka di depanmu demi manfaat, bukan juga yang hormat dan selalu memuji dengan alasan mendapat keuntungan, dan bukan mereka yang siap membantu dengan status utang; sewaktu-waktu akan ditagih. Sahabat adalah mereka yang tidak peduli pada dunia, perhatiannya hanya kepada sesama. Itsarnya terbang tinggi membelah langit, naik tinggi tak terbendung. Dialah sahabat.

Maka dari itu sabahat selalu dirindukan. Terasa kemarau tanpa sapaan khasnya, dehidrasi jika tidak dengar nasihatnya, hipotermia jika tidak mendengar kritik saat kita lupa. Dia membuatmu jadi spesial, karena sahabatmu mencintaimu karena Allah bukan karena sekedar ingin menjadi sahabatmu saja.

Wallahu a’lam…

Namun jangan berharap menemukan sahabat jika kita tidak mampu melayakkan diri mendapat sabahat. Jadilah seorang sahabat terlebih dahulu. Mencintainya karena Allah, dan itu cukup. Maka itu sudah bisa menjadi alasanmu untuk selalu peduli kepadanya.

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.(1)Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, (3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’, (6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (Shohih Bukhari, Hadits no 620)

Semoga kita termasuk salah satu dari tujuh golongan itu. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: