Puasa Asyura

Siapakah orang miskin itu? Orang miskin adalah mereka yang tidak memiliki bekal apapun untuk dibawa dan dipamerkan dihadapan Sang Pencipta pada waktu menghadap. Anda miskin atau merasa miskin? Allah tabaraka wa ta’ala memberikan ujian maksiat namun Dia juga memberikan solusi untuk perbaikan nilai bagi yang tidak lulus ujian. Salah satunya adalah puasa Asyura.

Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” [HR. Muslim, no. 1982]

Yang keutamaannya adalah menghapuskan dosa-dosa kita setahun yang lalu,

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR. Muslim no. 1162]

Siapa yang tidak mau dosanya dihapuskan? Siapa yang tidak mau timbangan dosanya berkurang di yaumil mizan nanti? Siapa yang tidak berharap mudah menyusuri shiratal mustaqim? Siapa yang tidak mau menikmati jannah? InsyAllah kita semua ingin :)

Lalu apa pula itu puasa Tasu’a?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertekad  di akhir umurnya untuk melaksanakan puasa Asyura tidak bersendirian, namun diikutsertakan dengan puasa pada hari lainnya. Tujuannya adalah untuk menyelisihi puasa Asyura yang dilakukan oleh Ahlul Kitab, karena puasa Asyura juga dilaksanakan oleh Yahudi,

“Ketika tiba di Madinah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa ’Asyura. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya, ”Hari yang kalian bepuasa ini adalah hari apa?” Orang-orang Yahudi tersebut menjawab, ”Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Fir’aun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lantas berkata, ”Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian.”. Lalu setelah itu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.” [HR. Muslim no. 1130]

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” [HR. Muslim no. 1134]

Nah, puasa tasu’a adalah puasa pada tanggal 9 Muharam.

Sebagian ulama mengatakan bahwa sebab Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bepuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja. Dalam hadits Ibnu Abbas juga terdapat isyarat mengenai hal ini. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini untuk kehati-hatian, siapa tahu salah dalam penentuan hari ’Asyura’ (tanggal 10 Muharram). Pendapat yang menyatakan bahwa Nabi menambah hari kesembilan agar tidak menyerupai puasa Yahudi adalah pendapat yang lebih kuat. Wallahu a’lam. [Lihat Al Minhaj Syarh Muslim, 8/12-13]

Ibnu Rojab mengatakan, ”Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.” [Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99]

Wallahu a’lam…

Syariat itu mudah tapi tidak bisa dimudah-mudahkan. Menjalankan untuk mendekat, meninggalkan untuk melekat… Semoga surga selalu jadi motivasi untuk selalu menjalankan syariat dan meninggalkan maksiat. Amin:)

Selamat menjalankan puasa asyura…

Sumber:

  1. http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2832-amalan-puasa-asyura.html
  2. http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/12/04/16895/jangan-lupa-puasa-tasua-asyura-besok-seninselasa-agar-hapus-dosa-setahun/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: