Aku Sangat Khusyu Shalat

Alhamdulillahirabbil ‘alamin…,  duh laporan pertanggungan perjalanan belum selesai…, iyya kana’budu wa iyya kanas…, nota travel aku taruh dimana ya?…, shiratal ladzina ‘an-am ta’alaihim…, oh, terselip di – Amiiiin- buku Your Job Is Not Your Career.

Begitulah setiap kali shalat. Shalat jadi sarana terapi pengingat barang hilang, shalat jadi tempat perdebatan masalah yang kita alami, mencari solusi remah-remah dunia. Shalat jadi waktu untuk berdiskusi, seakan-akan ada orang-orang yang sedang rapat mengelilingi meja bundar, lalu yang satu berikan pendapat dan yang lain protes, yang lain lagi menanggapi, dan yang lain mengingatkan kepada topik baru lagi. Begitu seterusnya dan tiba-tiba saat tersadar tiba-tiba kita sudah berada pada akhir shalat, entah ayat Al Quran apa yang tadi kita baca, entah berapa rakaat yang tadi dilakukan, entah apa yang tadi terjadi… Shalat is just suddenly finished.

Yang khusyu malah mengingat-ingatnya, bukan shalatnya yang khusyu. Ternyata kebiasaan ini sudah terjadi tidak hanya terjadi jaman sekarang yang serba sibuk dan serba banyak hal yang ingin dilakukan, namun di jaman Rasulullah pun begitu,

Rasulullah bersabda: “Apabila adzan dikumandangkan, setan kabur sambil kentut hingga tidak mendengar adzan. Jika adzan selesai, setan datang. Ketika iqamah dikumandangkan, setan kabur. Saat iqamah selesai, setan kembali, kemudian masuk ke benak seseorang dan berkata; “Ingat ini, ingat itu, terhadap sesuatu yang tidak ingat, sampai seseorang tidak tahu jumlah raka’at yang telah dikerjakan” [HR. An Nasai]

Rasulullah mendefinisikan khusyu sebagai berikut,

“Khusyu’ kepadaMu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan otot-ototku”. [HR Muslim].

Sudahkah? Pendengaran tidak sibuk dengan suara televisi, cepat-cepat shalat saat iklan lalu mempercepatnya saat iklan selesai dan tayangan kesayangan mulai lagi. Penglihatan tidak sibuk dengan orang yang lalu lalang, menyadari sang idola datang lalu membaik-baikkan gerakannya, melambat-lambatkan agar terlihat khusuk – khusuk untuk terlihat khusuk. Otak tidak sibuk dengan memikirkan masalah yang baru saja dihadapi, tulang dan otot tidak sibuk menggaruk sana sini yang tidak perlu digaruk saat imam terlalu panjang bacaanya, pura-pura batuk saat imam terlalu lama sujudnya.

Tidak perlu berlebihan sampai menyanyi ‘Dimana dan Kemana’-nya Ayu Ting-Ting untuk mencari khusyu, Bro… Namun memang Rasulullah mengatakan bahwa khusuk adala yang pertama kali hilang dari agama ini. And voila! Kesibukan dunia sudah bisa mengalahkan segalanya, sampai-sampai terbawa mimpi, sampai-sampai dipikirkan juga saat shalat. Mantap kali manusia jaman sekarang!

Sahabat Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’, dan yang terakhir kali hilang dari agama kalian adalah shalat. Kadang-kadang seseorang yang shalat tidak ada kebaikannya, dan hampir-hampir engkau masuk masjid tanpa menjumpai di dalamnya seorang pun yang khusyu’”. [HR. Ath Thabrani]

Entah bagaimana memposisikan shalat seperti yang para sahabat Rasul dulu lakukan. Shalat menjadi sumber penenang jiwa, hiburannya, tujuannya, dan cita-citanya setiap detik kehidupan mereka radhiallahu anh. Rasulullah berkata kepada Bilal: “Tenangkan kami dengan shalat”. Beliau bersabda:

“Dan dijadikan penyejuk hatiku dalam shalat”. [HR Nasaa-i dan Ahmad].

Bahkan sahabat ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, apabila datang waktu shalat, bergetarlah ia dan berubah wajahnya. Tatkala ditanya, dia menjawab: “Sungguh sekarang ini adalah waktu amanah yang Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung, mereka enggan untuk memikulnya dan takut dengan amanah ini, akan tetapi aku memikulnya”.

Alasan mereka jelas mengapa mereka shalat dan bagaimana mereka menghadirkan seluruh fisik dan ruhnya untuk khusyu. Apa motivasimu untuk khusyu, Bro? Sis?

Rasulullah saw. pun selalu meminta untuk dilindungi dari sifat tidak khusyu,

“Ya, Allah. Aku berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyu”. [HR Tirmidzi]

Apalagi kita?

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” [al Mu’minuun : 1-2]

Semoga kita semua selalu dilindungi dari hati yang tidak khusyu.

Wallahu a’lam…

Attahiyatul mubarakatush shalawatul…, Aih malah mikirin kerjaan saat shalat…, Asyhadu anla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadarrasulullah…, Khusyu… wa ‘ala ali muhammad, kama shalaita…, Ayo khusyu…, wa ‘ala ali ibrahim…, Susahnya khusyu, ya Allah…, Wabarik ‘ala muhammad…, Bisa jadi tulisan ini…, Kama barakta ‘ala ibrahim…, Aih khusyu, khusyu…! Fil ‘alamina…habis shalat ini bikin tulisan tentang shalat khusyu lah…, – hamidummajiid.

#salamkirikanan

#ASTAGHFIRULLAH!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: