Surat Cintaku

I’m falling in love with you…

Aku tidak pernah tahu seberapa luas hatimu, Aku tidak tahu setinggi apa sabarmu… Namun aku tahu bahwa seluruh samudera di bumi pun tak bisa mengalahkan luas hatimu, dan aku mendapati sabarmu lebih tinggi daripada puncak everest bahkan tiga kalinya sekalipun. Namun aku sadar bahwa jika tinggi sabarmu dan luas hatimu bisa diukur, maka semuanya ada batasnya. Apakah ada batasnya, Sayangku?

Aku tahu puncak sabarmu setiap saat terkikis. Aku tahu samudera hatimu sering kali surut… Namun puncak itu selalu saja tumbuh menjulang lalu kokoh, terkikis lalu tumbuh lagi dan begitu selalu. Dan Allah tambahkan air di hatimu selalu di saat kau mulai kerontang, saat kau memanjat kepadaNYA. Hey Cantik, sampai mana kekuatanmu, Cinta?

Aku lelaki tak tahu diri yang sering kali membuatmu sedih. Meninggalkanmu di saat aku seharusnya ada disisi, membiarkan saat kau butuh pelukan… Hey Sayang, masihkah kau mau bertahan?

Tapi lihatlah dia si Bidadari cantikku ini… Dia adalah jawaban dari setiap doa-doa ibuku. Dia adalah ijabah dari ratapanku saat meminta sebuah payung untuk menemaniku berjalan di tengah badai.  Dia adalah anugerah dari dua kali 10 malam terakhir Ramadlan dimana aku selalu memanjat agar diberikan seorang perempuan terbaik pilihanMu, ya Rabb… Aku sudah mengenalnya sebelum aku bertemu dengannya seperti yang telah aku ceritakan di Mendaki Pelangi. Dia yang telah membuat tulang-tulang igaku bernyanyi, bahagia menemukan apa yang selama ini mereka cari. Dia yang membuat sendi-sendi rusukku bergetar seakan telah bertemu dengan sang penawar hambar… Aku tidak butuh perhiasan untuk membuatku terhormat karena aku menggenggam jemari sang perhiasan terindah di muka bumi….

Perantau, musafir perjuangan. Tabahkanlah hatimu. Berjuang di rantau orang. Sedih pilu, hanya engkau yang tahu... Begitulah yang dikatakan Raihan dalam Perantau. Sabanta lai salasai sadonyo. Basabalah saketek lai. Ambo ndak punyo apo-apo salain cinto jo doa, walaupun ambo tahu itu ndak ka cukuik sagitu…

Benar-benar…, sepertinya aku sedang jatuh cinta. Jatuh cinta sama kamu. Surat cinta memang sudah tidak jaman. Tapi biarkan pria ketinggalan jaman ini menyatakannya dengan cara yang dia bisa. Jatuh cinta dengan sholehahmu, dengan cantikmu, dengan sabarmu, dengan masakanmu, dengan senyummu, dengan tawamu, dengan cemberutmu itu, dengan semuanya. Aku cinta kau, Memoria Rosi karena Allah….

Ku panjatkan doa kepadaNYA; Ya Allah jadikan aku sebagai penyebab kebahagiaan terbesarnya. Amin.

Basabo yo diak, uda ka pulang sabanta lai…

3 thoughts on “Surat Cintaku

  1. alah lancar lo uda reza ko baso padang ha..

    kayaknya ente harus denger lagu minang favorite ane, yang judulnya padiah diseso bayang dinyanyiin sandy..
    lirik yg an suka
    Oh rindu..
    Rindu nan lah lamo denai tangguahkan
    Takana-kana maso dahulunyo
    Samaso kito mamadu cinto
    Bulan jo bintang jadi saksinyo

    dan yang judulnya Rindu diawan biru…:))

  2. o ya lupo ane..
    yang reff RIndu diawan biru, cocok banget buat ente mas…:))
    kalau ente nyanyiin lewat telpon ko uni rosi nih liriknya..dijamin ehm.ehm mas..:p

    Dingin-dinginnyo hati samanjak Adiak tiado di sisi
    Bayang bulan manari saraso bayang Adiak Den kini
    Jiko Adiak lai maraso rindu kirimkan salam jo angin lalu
    Gantuangkanlah rindu di awan biru
    Buliah nak sanang kito marindu

  3. sthevanie says:

    subhanallaaaaaaaaaaaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: