Mendahului Gerakan Imam

Seperti apa yang disebut mendahului-gerakan-imam, dijelaskan dengan detail dalam hadis di bawah ini;

Barra bin ‘Azibradhiallahu’anhu menyatakan, “Kami dahulu shalat di belakang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila nabi mengatakan ‘sami’allahu liman hamidahmaka tidak ada seorang pun di antara kami yang menyondongkan punggungnya sampai Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan dahinya di tanah.” (Mutafaq ‘alaihi)

Hadis-hadis tentang mendahului-gerakan-iman shalat banyak tentang gerak perpindahan dari itidal menuju sujud. Karena gerakan ini adalah gerakan yang paling sering terlalaikan oleh sebagian besar makmum. Dari yang bergerak berbarengan dengan gerakan imam, dari yang sudah mencondongkan badan sebelum imam sempurna sujud, sampai, bahkan ada juga yang mendahului imam.

Perbuatan mereka itu tentu tidak ada tujuan apa pun kecuali terpengaruh godaan setan. Apalagi kalau perut sudah lapar, apalagi kalau ada acara televisi yang sebentar lagi mulai, apalagi kalau ada pekerjaan yang belum selesai, dan sebagainya yang biasa dibisiki setan saat kita shalat.

Abu Hurairah mengatakan, “Penyebab orang-orang yang mengangkat atau menundukkan kepala mereka lebih dahulu dari imam itu karena ubun-ubunnya di tangan setan.” (HR. Malik).

Ini berlaku untuk semua gerakan shalat. Bahwa sebagai makmum tidak boleh, dilarang, sangat tidak dianjurkan untuk mendahului gerakan imam. Biarkan imam sempurna menyelesaikan gerakannya, baru makmum melakukan gerakan tersebut. Apalagi yang diharapkan orang-orang yang shalat selain shalatnya diterima? Maka jangan sampai tidak diterima karena saat kita menjadi makmum, kita tidak bisa menjadi makmum yang baik.

Karena ternyata ini bukan hal yang sepele, bahkan ini harus jadi konsentrasi kita setiap kali shalat.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah takut salah seorang di antara kalian, apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam melakukannya, Allah akan menjadikan kepalanya kepala keledai atau suara keledai atau bentuk fisik yang menyerupai keledai. (Mutafaq ‘alaihi).

Wallahu a’lam bish shawaab.

Syariat itu mudah, tapi bukan untuk dimudah-mudahkan. Mari hidup dengan menjalankan syariat :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: