Anak Kanker Indonesia; Faris

Ini yang dikatakan Faris (10 tahun) saat ditanya kenapa bersedia kakinya diamputasi; “Udah gak tahan sakitnya, Kak… Udahlah dipotong aja. Sekarang cuma senat-senut.” Mengatakanny sangat santai, tersenyum tanpa ada sisa sedikitpun penyesalan. Ya Allah, dia tertawa sedang aku sudah hampir menangis.

Faris adalah pengidap osteosarcoma atau kanker tulang dan baru saja diamputasi kaki kirinya. Umurnya mungkin baru 10 tahun namun keberanian, keikhlasan, dan lurus niatnya menjalani hidup setara orang dewasa. Membayangkan andai saja situasi itu dihadapkan padaku, keputusan apa yang akan aku ambil; amputasi atau tidak? Dan Faris punya jawaban tegas, umurnya baru 10 tahun dan jawabannya tegas. Membayangkan berada pada situasinya saja aku sudah ingin menangis, tapi bocah Faris ini tegas mengatakan YA untuk amputasi kakinya.

Anak-anak belum mengenal konsep mati. Belum tahu juga apa arti kehidupan sesungguhnya. Mereka begitu polos. Kehidupan bagi mereka adalah Mama, Papa, saudara, dan teman-teman bermain mereka. Sehingga jika mereka dalam keadaan kesakitan, bahkan pada saat-saat akhir sakaratul maut mendekati waktu pulang, yang mereka khawatirkan bukan tentang apa yang akan terjadi padaku nanti?’, namun tentang  ‘APA YANG AKAN TERJADI PADA MAMA, PAPA, ADIK/KAKAK JIKA AKU TIDAK BISA MENEMANI MEREKA?‘.

Mereka polos dan sangat sederhana mengungkapkan sesuatu. Padahal kematian sangat dekat, bahkan manusia pun berani memprediksikan umur mereka. Faris bukan mencari ‘hidup’. Karena ‘hidup’ itu pemberian Yang Maha Hidup. Faris hanya tidak ingin kesakitan, tidak ingin melihat mamanya bersedih. Aku menatap Mama Faris, tidak ada kesedihan kini, ia ikhlas. Ia lebih baik melihat Faris kehilangan satu kaki namun bisa tersenyum dari pada melihat Faris merintih kesakitan.

NB: Ditulis Sabtu, 11 Feb 2012. Saat ini Fariz sedang istirahat di Padang, akan kembali ke Jakarta untuk meneruskan kemoterapinya. #gerakanBERBAGI telah memberikan Faris sepasang tongkat agar ia bisa berlatih berjalan dengan 1 kaki dan 2 tongkat. Kami terus mendampingi Fariz dan jika ia dinyatakan masuk tahap maintenance nanti, akan mengusahakan kaki palsu untuknya.

Sabtu, 5 Mei 2012
Ina Madjidhan
http://www.gerakanberbagi.com
http://www.inagibol.blogspot.com

Edited by Reza Dynasti Pramana – Pegiat Donor Darah Siaga untuk Anak Kanker #gerakanBERBAGI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: