Mengangkat Tangan Ketika Berdoa

Hanya ada tiga keadaan dibolehkan kita mengangkat tangan ketika berdoa. Tidak boleh sembarangan. Semua ada syariatnya.

Mengangkat tangan dalam berdo’a merupakan salah satu tuntutan dalam agama ini.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya Rabbmu itu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu dari hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya (berdo’a) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangannya.” [HR. Muslim]

Tidak diragukan lagi bahwa berdo’a dengan mengangkat tangan adalah disyariatkan bahkan merupakan sebab terkabulkannya do’a. Akan tetapi hal ini menyisakan sebuah pertanyaan, apakah mengangkat tangan disyariatkan dalam setiap do’a?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa do’a dalam masalah mengangkat tangan dirinci menjadi tiga rincian. Yang pertama adalah do’a yang disyariatkan untuk mengangkat tangan, semacam do’aistisqa’ (do’a meminta hujan), maka pada do’a ini disunnahkan mengangkat tangan. Kedua, do’a yang tidak disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal do’a-do’a di dalam sholat, seperti do’a ketika sujud dan do’a setelah tasyahud, maka terlarang mengangkat tangan pada keadaan ini. Ketiga, do’a yang tidak ada keterangan, apakah mengangkat tangan ataukah tidak, maka do’a semacam ini kembali kepada hukum asal adab berdo’a, yaitu mengangkat tangan. (Lihat Syarah Arbain Nawawiyah, Ibnu Utsaimin, hal. 173)

Syaikh Ali Hasan Al Halaby hafidzohullahu meringkas, tentang masalah mengangkat tangan ketika berdo’a. Intinya, ada tiga keadaan di mana seseorang disyariatkan mengangkat tangan ketika berdo’a. Pertama adalah ketika do’a istisqa’ (do’a meminta hujan). Kedua adalah ketika do’a qunut dan yang ketiga adalah ketika berdo’a dengan do’a mas’alah (do’a meminta sesuatu kepada Allah). Jenis do’a yang ketiga ini, yaitu do’a mas’alah tidak terikat dengan waktu maupun tempat, bisa jadi ketika tengah malam, pagi hari, siang hari, di masjid, di rumah atau yang lainnya.

Dalilnya adalah hadits di bawah ini – tentang disyariatkan mengangkat tangan ketika berdo’a, do’a dalam hadits ini adalah do’a mas’alah.

Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya apa yang Allah perintahkan kepada orang mukmin itu sama sebagaimana yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para Rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amalan shalih’ (QS. Al Mu’min: 51). Alla Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik yang telah Kami berikan kepadamu’ (QS. Al Baqarah: 172). Lalu Nabi menyebutkan cerita seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan panjang, hingga sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku.. Wahai Rabb-ku..’ padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” [HR. Muslim]

Sehingga berdo’a selain do’a mas’alah (meminta sesuatu) tidaklah disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal do’a masuk masjid, do’a keluar masjid, do’a memakai pakaian dan yang semisalnya, maka do’a-do’a semacam ini tidak disyariatkan mengangkat tangan. (Diringkas dari rekaman ceramah Syaikh Ali Hasan Al Halaby berjudul Ad Du’a wa Atsaruhu)

Wallahu a’lam…

Semua ada syariatnya. Syariat itu mudah namun tidak boleh dimudah-mudahkan.

Sumber: http://tinyurl.com/cmmu75v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: