Empat Bentuk Terkabulnya Doa

Pasti terkabul… Maka berdoalah yang banyak…

Tahukah anda bahwa ayat tentang doa dirangkaikan setelah ayat-ayat tentang puasa Ramadlan? Al Baqarah 183-185 adalah ayat-ayat puasa dan ayat ke 186-nya adalah ayat tentang doa. Maka dari itu Ramadlan juga disebut bulan doa, bulan dimana doa-doamu diijabah, tidak tertolak dan berada di sisi Allah tabaraka wa ta’ala.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran [QS. al-Baqarah (2):186]

Isi doa itu hanya ada dua jenis. Jenis pertama doa tentang memanjatkan permintaan untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan jenis kedua adalah doa tentang memohon dijauhkan dari segala keburukan-keburukan. Apapun bentukan, apapun kalimatnya, apapun cara mengibanya, sespesifik apapun panjat-annya; manusia selalu berdoa tentang dua hal ini.

Jangan pernah ragu dalam berdoa, jangan pernah khawatir doa tidak didengar, jangan pernah takut untuk memanjatkan apapun (asal bukan kemaksiatan). Pasti terkabul karena itulah yang Allah tabaraka wa ta’ala sudah janjikan pada firmannya di atas. Dan ada empat bentuk bagaimana Allah tabaraka wa ta’ala mengabulkan doa-doa.

Pertama, 100% dikabulkan semuanya. Bukan beruntung kata yang tepat jika semua permintaan pada doa dikabulkan oleh Sang Maha Kaya, tapi memang begitulah kehendakNYA. Kita beramal shalih, kita memaksimalkan usaha, bertaubat saat melakukan kesalahan, dan Allah tabaraka wa ta’ala yang paling tahu apa yang terbaik untuk hambaNYA. So, this is it… You’ve got what you’ve prayed.

Kedua, hanya diberikan sebagiannya saja. Allah itu cinta pada hambaNYA. Jika kita berbuat salah maka ditegurlah hamba di dunia, jika kita melakukan maksiat maka dibalas habis dengan musibah… Lihat dirimu sebelum merasa layak untuk mendapatkan semua yang kita pintakan. Padahal tetap 100% terkabul, sebagian sesuai dengan permintaan sebagian lagi diganti dengan kasih sayangNYA.

Jika Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia akan menyegerakan hukumannya di dunia. Dan jika Allah menghendaki keburukan atas hamba-Nya, maka Allah akan menangguhkan hukuman atas dosanya, hingga dia akan membawa dosanya itu pada Hari Kiamat.” [HR. Tirmidzi]

Ketiga, diganti dengan yang lain. Allah tabaraka wa ta’ala tahu apa yang terbaik bagi hambanya. Maka terkadang apa yang kita panjatkan bisa jadi bisa membawa kemudlaratan kepada kita. Allah Maha Tahu sedangkan kita tidak mengetahui. Doa adalah penyebab datangnya kebaikan dan pelindung dari keburukan. Bisa jadi apa yang Allah tabaraka wa ta’ala berikan sekarang adalah sebagai pelindung kita dari banyak keburukan dari ketidaktahuan kita terhadap apa yang kita panjatkan.

Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa“. [HR. At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306]

Percayalah, bahwa Allah tabaraka wa ta’ala tidak pernah dzalim kepada hambaNYA. DIA sayang dan akan selalu sayang dengan semua yang DIA berikan kepada kita, baik yang kita kehendaki maupun yang tidak kita kehendaki.

Keempat, menjadi tabungan pahala di sisi Allah tabaraka wa ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan bahwa do’a adalah ibadah, artinya, do’a adalah rukun utama dalam ibadah kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, barang siapa yang enggan dan malas-malasan dalam beribadah, dapat dipastikan bahwa orang tersebut enggan untuk berdo’a dan memohon hidayah kepada Allah ta’ala . (Lihat Fathul Baari, 18/55)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang keutamaan do’a, Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah ta’ala selain do’a. [HR. Ahmad no. 8733]

Doamu bukan tidak terkabul. Doamu naik dan didengar. Doamu naik dan akan menjadi temanmu di kehidupan setelah kematian. Bukankah kehidupan sebenarnya adalah kehidupan setelah mati? Sungguh Allah malu terhadap hamba yang mengangkat tangan dan menurunkan tangannya dalam keadaan hampa….

“Sesungguhnya Rabbmu itu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu dari hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya (berdo’a) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangannya.[HR. Muslim]

Wallahu a’lam bish shawaab…

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik”

Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu”.

[HR. Abu Daud]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: