Talking To the Moon

Karena itulah, Rasulullah saw melarang seseorang berdoa meminta kematiannya sendiri…

Dia duduk sendiri dengan kesendiriannya. Dia malas mengunyah apapun, segan menenggak apapun, tidak mau bertemu orang-orang yang dia kenal, enggan menyapa dengan ramah orang yang baru dia kenal. Tidak lapar kah dia? Sebenarnya perutnya melilit bukan kepayang, tapi masalahnya lebih melilit daripada berontak asam lambung yang sudah mengiris-iris dinding lambungnya yang rapuh. Tapi jiwanya lebih rapuh dari apapun sekarang. Bukannya dia tidak mau makan tapi dia hanya tidak ingin merasakan kenyamanan apapun sekarang. Makan hanya akan membuatnya teralihkan untuk memikirkan solusi masalahnya, walau solusinya adalah solusi tidak ada – solusi mentok – solusi jalan buntu.

Langit purnama malam itu. Dia memandangi purnama lalu bergumam yang hanya dia sendiri yang mendengarnya. Lebih baik aku bicara dengan bulan. Bicara dan tahu bahwa bulan tidak bisa memberikan apa-apa. Karena aku bicara kepada Sang Maha Kaya dan Dia tidak memberikan apa-apa kepadaku juga. Sama saja bukan?!

Geram. Dia geram luar biasa. Dia lelah, selelah-lelahnya. Dia sudah mati rasa. Jalannya buntu semua. Terperangkap dalam labirin raksasa. Lalu dia tertawa. Menertawakan keadaan. Sekarang dia tidak lagi peduli tentang dirinya. Semua tersedot kuat oleh gravitasi lubang hitam masalahnya. Hey, apa itu?! Sebuah benda berkilap dalam genggamannya. Benda tipis berkilap tajam dengan pegangan hitam kecil yang proporsional.

Dia sudah menyerah. Dia sudah angkat tangan dengan yang sedang dia hadapi. Dia sudah berulang-ulang mengucapkan bahwa dia sudah tidak kuat kepadaNYA di lima waktu yang telah ditentukan. Dia sudah memohon dengan sangat bahwa dia menyerah, menangis keras, lalu bersujud dengan isakan yang tidak pernah putus kepadaNYA di malam-malamnya. Dan akhirnya doa itu pun terucap.

Lebih baik aku mati saja, Yaa Rabb…

Mengulangnya berkali kali, memohonkan berulang-ulang, mengibakan tak henti-henti….

Tidak boleh! Dilarang meminta mati! Abu Huroiroh ra. mengutarakan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda: ”Sekali-kali janganlah kalian meminta mati. Jangan pula mendoakannya sebelum mati itu datang sendiri….” (HR.Muslim)

Tidak boleh… Karena jika kau meminta mati, maka seluruh tubuhmu akan setuju dan mendukung untuk tujuanmu itu. Menyeberang jalan tanpa melihat kendaraan yang lalu lalang dengan alasan pasrah; biar Allah yang menentukan kematianku. Mengemudi tanpa menggunakan sabuk pengaman atau helm dengan alasan pasrah; biar Allah saja yang jadi penolongku. Pasrah salah-salah. Pasrah untuk mencari pembenaran atas apa yang diharapkan terjadi. Karena meminta kematian berarti putus asa dari rahmat Allah tabaraka wa ta’ala…

Lalu dia memasukkan kembali logam tipis itu ke dalam sarungnya lalu ke sakunya. Tidak, bukan hari ini, tidak disini.  Kemudian dia memandang bulan bulat sempurna itu. Memandangnya lamat-lamat. Menggumam lagi. I am just like you, moon. Alone in the dark. The different is you are beautiful and I am ugly. Lalu dia diam lama sekali untuk mencari-cari lagi jalan keluar yang mungkin. Saat dia buntu, dia sudah tak punya semangat hidup lagi. Saat dia mentok, tubuhnya serasa kehilangan tulang untuk menopang. Saat dia tak mendapatkan apa-apa kecuali kehampaan, dia pun ingin mati lagi.

Poor man… The doctrine about ending his life has been planted in his mind… There is no way out except he wants to live anymore. He just dead already…

Karena orang yang meminta kematian kepada Sang Pencipta adalah orang yang sudah mati saat dia meminta. Dia sudah terperangkap untuk tidak punya semangat berusaha, terikat dengan tidak bergairah lagi untuk beribadah lebih baik lagi, dan terjeruji oleh mencari jalan untuk mati bukan jalan untuk solusi.

Wallahu a’lam bish shawaab…

“…Sebab jika kalian telah mati, maka berhentilah kalian beramal. Sesungguhnya bertambah panjang umur seorang mukmin, bertambah pula kebaikan yang dapat diperbuatnya” (HR.Muslim)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: