Tersesat

Tahapannya ternyata sudah jelas:
Awalnya aku merasa sendirian,
Lalu aku marah dengan sepi,
Lalu aku tak berdaya,
Lalu aku berserah diri,
Lalu aku lelah menunggu,
Lalu aku mencari perhatian,
Lalu aku berani mencari teman yang sama,
Lalu aku terjerumus lumpur dan tenggelam,
Lalu aku menikmati tak bernafas,
Lalu aku tersesat,

Pertanyaannya saat aku tersesat nanti apakah aku bisa menemukan jalan dengan titik cahaya di depan? Apakah mataku masih mampu menemukan cahaya walau itu redup? Apakah aku masih bisa percaya pada diri untuk membedakan redup cahaya atau bias kegelapan? Apakah akan ada yang mengulurkan tangan bersihnya untuk menangkapku yang kotor berlumur lumpur?

Tapi opsi terakhir sepertinya hanya angan saja. Aku yang harus menolong diri sendiri. Aku harus menolong diri sendiri. Hanya aku yang harus menolong diri sendiri.

 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”

[QS. Ar-Rad: 11]

Ya Allah, jangan buat aku jauh dariMu walau dosaku menggunung menembus langit, jangan buat aku tidak ingat padaMu walau salahku meluap menenggelamkan dunia. Aku sendirian ya Allah. Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku…

Ingat kawan, kamu tidak pernah benar-benar sendirian. DIA selalu ada, walau keimanan kita yang membuat DIA selalu saja tidak terlalu nyata, walau kelalaian kita yang selalu membuatNYA selalu saja dilupa. Jangan putus asa, jangan pupus harap, jangan turunkan senjatamu, karena mereka tidak akan berhenti menyerangmu, karena mereka tidak akan selesai mencegahmu, karena mereka tidak akan merelakanmu lurus sampai kamu jatuh bersama mereka ke dalam kebinasaan.

 “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”. Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.”  [QS. Shaad: 79-83]

Jangan berhenti pegang senjatamu… Jangan sekali-kali turunkan senjatamu. Lelah? Ingat DIA agar lelah tidak membuatmu lengah. Ingat DIA agar letih tidak membuatmu teralih.

Wallahu a’lam…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: