Melompatlah…

Berdiri di tepi jurang. Jika berdiri di tepi jurang adalah sebuah pertanyaan, maka bentuk pertanyaannya kira-kira seperti ini:

APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN DI TEPI JURANG?

Dan jawaban untuk pertanyaan berdiri di tepi jurang itu pun biasanya pilihan ganda dan pilih salah satu yang paling pas. Paling pas dengan suasana hati, paling pas dengan keadaan diri, paling pas dengan beban yang harus dibawa, paling pas dengan konsekuensi apa yang mampu kita hadapi, dan paling pas dengan ganjaran yang akan kita terima di depan. Pilihan gandanya kira-kira seperti ini:

  1. MUNDUR DAN MENJAUH DARI TEPI JURANG,
  2. HANYA BERDIRI,
  3. MENIKMATI PEMANDANGAN,
  4. MELOMPAT.

Setiap orang punya jawabannya masing-masing.

Sebagian orang berpikir keras tentang apa yang akan dilakukan, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, menghitung-hitung kebaikan dan keburukan dari konsekuensi setiap pilihan, dan mencari-cari informasi, rekomendasi, dan testimoni dari orang-orang yang sebelumnya melakukan hal yang sama. Tapi sebagian yang lain berpikir mudah bahwa apapun yang terjadi di tepi jurang maka itu sudah TAKDIR.

Rasulullah bersabda, ”Iman adalah (1) engkau beriman kepada Allah, (2) kepada malaikat-Nya, (3) kepada kitab-kitab-Nya, (4) kepada rasul-rasul-Nya, (5) kepada hari akhir dan (6) beriman kepada takdir yang baik dan buruk.” [HR. Muslim No.102]

Sebagian orang ada yang salah paham dalam memahami takdir. Mereka menyangka bahwa seseorang yang mengimani takdir itu hanya pasrah tanpa melakukan ikhtiar apa pun. Keyakinan yang benar adalah bahwa semua bentuk ketaatan, kemaksiatan, kekufuran, dan kerusakan terjadi oleh sebab ketetapan Allah azza wa jalla pencipta alam semesta. Manusia tidaklah dipaksa dalam setiap yang dia kerjakan, baik itu perbuatan baik atau perbuatan buruk. Dan manusialah yang memilih apa yang akan dia lakukan, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk.

As Safariny mengatakan, “Kesimpulannya bahwa mazhab ulama-ulama terdahulu (salaf) dan Ahlus Sunnah yang hakiki adalah meyakini bahwa Allah menciptakan kemampuan, kehendak, dan perbuatan hamba. Dan hambalah yang menjadi pelaku perbuatan yang dia lakukan secara hakiki. Dan Allah menjadikan hamba sebagai pelakunya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya), “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah” (QS. At Takwir [81]: 29). Maka dalam ayat ini Allah menetapkan kehendak hamba dan Allah mengabarkan bahwa kehendak hamba ini tidak terjadi kecuali dengan kehendak-Nya. Inilah dalil yang tegas yang dipilih oleh Ahlus Sunnah.”

Ingatlah bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengimani takdir-Nya, di samping itu Allah juga memerintahkan kita untuk melakukan ikhtiar dan melarang kita untuk bermalas-malasan. Apabila kita telah berikhtiar, namun tetap mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, maka kita tidak boleh berputus asa dan bersedih karena hal ini sudah menjadi takdir dan ketentuan Allah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan janganlah malas. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qodarollahu wa maa sya’a fa’al’ (Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) karena ucapan’seandainya’ akan membuka (pintu) setan.” [HR. Muslim]

Mari kita ulangi pertanyaan dan pilihan ganda untuk ‘berdiri di tepi jurang’.

APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN DI TEPI JURANG?

  1. MUNDUR DAN MENJAUH DARI TEPI JURANG,
  2. HANYA BERDIRI,
  3. MENIKMATI PEMANDANGAN,
  4. MELOMPAT.

Ku beri sedikit bocoran; LAKUKAN YANG BISA MEMBUATMU BAHAGIA! (tapi tetap syar’i).

Kemarilah, ini ide bagus menikmati berdiri di tepi jurang; BUNGEE JUMPING!

Mundur sedikit dari tepi jurang untuk persiapkan diri. Lalu berdiri di tepinya dan tariklah nafas-dalam karena menikmati hal yang menakutkan adalah suatu keberanian. Lalu buka matamu dan nikmatilah keindahan alam dari tepi jurang.

Lalu MELOMPATLAH…

Berteriak sekencang mungkin! Tantang semua yang membuatmu lemah, bentak semua yang membuatmu gentar, hadapi semua ketakutan yang sebenarnya tidak pernah menyakitimu (jika DIA tidak menghendaki)…

Lalu BERBAHAGIALAH ;) Takdir itu bukan untuk ditunggu, tapi diusahakan. Bahagia itu pun tidak untuk ditunggu, tapi untuk diusahakan.

Wallahu a’lam bish shawaab…

One thought on “Melompatlah…

  1. thomhertsiadari says:

    What a nice article :D
    Thanks kak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: