Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu egois. Jatuh cinta itu ingin memiliki. Jatuh cinta itu resah jika yang dicintai tidak balas mencintai. Jatuh cinta itu takut kehilangan. Jatuh cinta itu ingin mengurung yang dicintai hanya untuk sendiri. Jatuh cinta itu ingin bersama terus. Jatuh cinta itu ingin berdekatan selalu. Jatuh cinta itu ingin tertawa bersama. Jatuh cinta itu ingin hidup dan mati bersama. Jatuh cinta itu marah saat yang dicintai berpaling. Jatuh cinta itu tidak kenal lelah untuk terus memberi. Jatuh cinta itu membuat buta. Jatuh cinta itu membuat tuli. Jatuh cinta itu membuatmu menabrak semua aturan yang menghalangi. Jatuh cinta itu berjuang untuk selalu membahagiakan yang dicintai. Jatuh cinta itu ingin berjalan berdua sampai tua. Jatuh cinta itu tak bisa melepaskan pelukannya. Jatuh cinta itu ingin memuji-muji yang dicintai. Jatuh cinta itu rela berkorban. Jatuh cinta itu hiang kesadaran untuk menjaga. Jatuh cinta itu tak patah semangat untuk berusaha selalu dicintai. Jatuh cinta itu tidak melihat kelemahan tapi menutupinya. Jatuh cinta itu tidak membiarkan menangis tapi selalu ingin membuatnya tertawa. Jatuh cinta itu tidak mau jauh-jauh. Jatuh cinta itu selalu menjaga perasaannya. Jatuh cinta itu menerima hitam dan putih masa lalu yang dicintainya. Jatuh cinta itu menerima apa adanya. Jatuh cinta itu membuat makan dan minum tidak enak jika hanya sendirian tanpanya. Jatuh cinta selalu membutuhkannya walau hanya untuk hal-hal kecil. Jatuh cinta itu membuat lemah tak berdaya jika tidak ada dirinya. Jatuh cinta itu deg-degan jika bersamanya. Jatuh cinta itu memimpikannya tanpa sengaja. Jatuh cinta itu tekanan di tengah dada yang menyenangkan sekaligus menyiksa jika cinta belum tentu dibalas. Jatuh cinta itu berusaha tidak memikirkannya namun makin tidak dipikirkan makin kuat dia muncul di kepala. Jatuh cinta itu berkata membencinya hanya untuk mengetahui apakah dia mengejarnya untuk hanya mengucapkan maaf. Jatuh cinta itu tidak bisa berhenti memikirkannya. Jatuh cinta itu perhatian. Jatuh cinta itu ingin menanyakan hal-hal remeh hanya untuk bisa mengobrol dengannya. Jatuh cinta itu ingin memandang wajahnya terus. Jatuh cinta itu menjadi penggemar rahasia. Jatuh cinta itu ingin memantau semua aktivitasnya. Jatuh cinta itu khawatir terjadi apa-apa pada dia. Jatuh cinta itu ingin ikatan. Jatuh cinta itu ingin komitmen. Jatuh cinta itu memaksa. Jatuh cinta itu berani tidak punya apapun asal yang dicintai bahagia. Jatuh cinta itu hanya butuh senyumnya. Jatuh cinta itu seakan tawanya adalah surga. Jatuh cinta itu kesal saat dibiarkan. Jatuh cinta itu mendengar suaranya lewat telepon adalah nyanyian merdu. Jatuh cinta itu tidak memperbolehkan seorang pun menghinanya. Jatuh cinta itu hati tidak muat untuk yang lain karena semua untuk dia. Jatuh cinta itu banyak diam karena takut dia tidak suka karena kita banyak bicara. Jatuh cinta itu berusaha keras untuk mengimbangi apa yang dia bisa, apa yang dia sukai, apa hobinya, dan apapun tentang dia. Jatuh cinta itu melayakkan diri untuk jadi pendampingnya. Jatuh cinta itu tidak dewasa. Jatuh cinta itu cenderung membuat gegabah. Jatuh cinta itu terjerumus tapi tidak ingin memanjat lagi. Jatuh cinta itu sakit yang membuat tersenyum, derita yang membuat ketagihan, dan perih yang yang membuat senang. Jatuh cinta itu membuat gila. Jatuh cinta itu berusaha tahu apa yang disukainya dan tidak disukainya. Jatuh cinta itu hapal dengan apapun tentangnya. Jatuh cinta itu tidak berhenti berlari walau sudah lelah. Jatuh cinta itu berdarah-darah untuk mendapat perhatian. Jatuh cinta itu menjadi bodoh untuk mendapatkan cinta. Jatuh cinta itu mencari saat dia hilang. Jatuh cinta itu panik saat dia tidak ada kabar. Jatuh cinta itu lebay. Jatuh cinta itu berteriak untuk mengungkapkan namun tidak mengeluarkan suara. Jatuh cinta itu panas dingin setiap bertemu. Jatuh cinta itu senandung merdu penyemangat hidup. Jatuh cinta itu menusuk mati jika tak berbalas. Jatuh cinta itu berpaling dari semua hal selain dia. Jatuh cinta oh jatuh cinta…

Jatuh cinta itu syahwat.

Jatuh cinta itu harus karena Allah. Jatuh cinta itu harus bisa membawa kita ke surga. Jatuh cinta itu bukan lama-lama berkhalwat. Jatuh cinta itu segera mengikat dengan pernikahan. Jatuh cinta itu bukan saling menggoda mendekati zina. Jatuh cinta itu saling memperbaiki. Jatuh cinta itu bukan membakar diri dalam api neraka sebelum mati. Jatuh cinta itu membangun surga berdua dalam rumah tangga. Jatuh cinta itu bukan sekedar ‘pacaran’. Jatuh cinta itu harus bisa meningkatkan kualitas diri. Jatuh cinta bukan sekedar mendapatkan pasangan hidup. Jatuh cinta itu mendapatkan pasangan hidup dan pasangan setelah pasca hidup…

Ibnu Abbas berkata, “Siapa yang mencintai dan benci karena Allah, berteman dan memusuhi karena Allah, sesungguhnya pertolongan Allah itu diperoleh dengan demikian itu….” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir disebutkan dalam Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi)

Wallahu a’lam…

2 thoughts on “Jatuh Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: